DLH Kota Bekasi Catat Timbulan Sampah Nataru Capai 55 Ton, Pengendalian Dinilai Optimal
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar

Libur Nataru, timbulan sampah di Kota Bekasi tembus 55 ton.
INFO CIKARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat total timbulan sampah selama momen libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 55 ton.
Meski aktivitas masyarakat meningkat, pengelolaan sampah dinilai berjalan terkendali.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan langkah pengendalian sampah telah dilakukan sejak perayaan Natal hingga malam pergantian tahun.
Pada perayaan Natal yang berlangsung Kamis (25/12/2025), volume sampah yang berhasil ditangani mencapai 25 ton.
Timbulan tersebut mayoritas berasal dari aktivitas peribadatan di gereja-gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi, seiring meningkatnya mobilitas jemaat.
Sementara itu, pada puncak perayaan Tahun Baru 2026, timbulan sampah dari berbagai titik keramaian, ruang publik, serta pusat aktivitas masyarakat tercatat mencapai 30 ton.
“Seluruh sampah dapat ditangani dengan baik melalui kesiapsiagaan petugas kebersihan, pengaturan ritase armada pengangkut, serta koordinasi lintas UPTD yang dilakukan secara terpadu sejak sebelum hingga pascaperayaan,” ujar Kiswatiningsih, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, selama periode Nataru terjadi fluktuasi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pada hari tertentu, volume sampah berkisar antara 800 hingga 1.200 ton per hari.
Meski demikian, angka tersebut dinilai masih relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata timbulan sampah harian pada periode sebelumnya.
Kiswatiningsih menjelaskan, momentum Nataru memang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu lonjakan sampah.
Namun potensi tersebut dapat ditekan melalui strategi pengelolaan yang tepat.
“Pengendalian dilakukan dengan optimalisasi sistem pengangkutan, penempatan armada di titik-titik strategis, serta monitoring dan evaluasi lapangan secara berkelanjutan untuk mencegah penumpukan sampah,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah selama Nataru mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lingkungan oleh DLH Kota Bekasi.
Selain peran pemerintah, partisipasi aktif masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan kota, terutama saat perayaan hari besar keagamaan dan akhir tahun.
“Jika dilihat secara kumulatif dari seluruh UPTD, tren ini menunjukkan arah positif dalam pengurangan timbulan sampah. Ini menjadi indikator bahwa edukasi, sosialisasi, serta penerapan regulasi pengelolaan sampah mulai memberikan hasil nyata,” pungkasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar