Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Said Iqbal Bakal Kerahkan Ribuan Buruh Demo di Istana dan DPR, Buntut Isu Upah Minimum 2026

Said Iqbal Bakal Kerahkan Ribuan Buruh Demo di Istana dan DPR, Buntut Isu Upah Minimum 2026

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Ribuan buruh kembali turun ke jalan, aksi lanjutan digelar 8 Januari 2026.

Ribuan buruh kembali turun ke jalan, aksi lanjutan digelar 8 Januari 2026.

INFO CIKARANG – Gelombang protes buruh terkait kebijakan pengupahan kembali menguat di awal tahun 2026.

Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja dipastikan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan di Istana Negara dan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar pada 29–30 Desember 2025, menyusul kekecewaan buruh terhadap penetapan upah minimum tahun 2026 yang dinilai belum mencerminkan kebutuhan hidup layak.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan bahwa aksi ini akan melibatkan buruh dari DKI Jakarta serta ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Pada tanggal 8 Januari 2026, ribuan buruh dari DKI Jakarta, bergabung dengan buruh dari Jawa Barat, akan kembali melakukan aksi di Istana Negara atau DPR RI,” kata Said Iqbal dalam keterangannya dikutip Senin (5/1/2026).

Buruh Jabar Kembali Konvoi Motor ke Jakarta

Said Iqbal menjelaskan, buruh dari Jawa Barat akan kembali menuju Jakarta dengan menggunakan sepeda motor, sebagaimana yang dilakukan pada aksi sebelumnya.

Massa buruh diperkirakan berasal dari wilayah Bodetabek, Pantura, hingga Priangan Timur.

Menurutnya, penggunaan sepeda motor menjadi pilihan realistis di tengah keterbatasan ekonomi buruh, sekaligus mencerminkan semangat perjuangan untuk menyuarakan aspirasi secara langsung.

“Buruh-buruh se-Jawa Barat, mulai dari Bodetabek, Pantura, hingga Priangan Timur, akan kembali melakukan aksi demo di Jakarta menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Tuntutan Utama: UMP, UMSP, dan UMSK 2026

Aksi pada 8 Januari mendatang akan kembali menyoroti kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), serta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026 yang dinilai tidak sesuai dengan harapan buruh.

“Perjuangan buruh terkait UMP-UMSP Jakarta 2026 dan UMSK di beberapa daerah Jawa Barat masih akan berlanjut,” tegas Said Iqbal.

Khusus untuk DKI Jakarta, buruh meminta Gubernur Pramono Anung agar merevisi UMP 2026 sehingga setara dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diperkirakan mencapai Rp5,89 juta.

“Buruh Jakarta berharap UMP 2026 bisa menjadi 100 persen KHL, agar daya beli meningkat dan tidak terlalu tertinggal jauh dibandingkan upah minimum di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang,” jelasnya.

Namun demikian, Said Iqbal menyebut buruh masih membuka ruang kompromi.

Jika UMP Jakarta 2026 belum bisa mencapai 100 persen KHL, buruh meminta agar perhitungan upah menggunakan indeks atau alfa 0,9, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025, sehingga nilainya mendekati KHL.

Selain UMP, buruh juga mendesak agar UMSP Jakarta 2026 segera ditetapkan.

Buruh berharap UMSP ditentukan dengan basis 100 persen KHL, lalu ditambah sekitar 5 persen di atas KHL, menyesuaikan karakteristik masing-masing sektor.

Sementara itu, terkait kebijakan UMSK di Jawa Barat, Said Iqbal menyampaikan kritik keras terhadap langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang telah merevisi UMSK di 19 kabupaten/kota.

“UMSK di 19 wilayah Jawa Barat memang sudah direvisi, tetapi hasil revisinya justru makin merugikan buruh. Kami meminta agar revisi dilakukan sesuai rekomendasi bupati dan wali kota, bukan asal-asalan,” tegasnya.

Said Iqbal menambahkan, sebelum aksi besar di Jakarta, buruh juga akan menggelar demonstrasi di masing-masing daerah.

Di DKI Jakarta, aksi direncanakan digelar di Balai Kota, sementara di Jawa Barat buruh akan turun ke jalan di depan Gedung Sate atau Dinas Ketenagakerjaan Jawa Barat.

“Pergerakan buruh tidak hanya terpusat di Jakarta. Aksi-aksi di daerah akan terus berlangsung sebelum 8 Januari,” ujarnya.

Daftar Tuntutan Buruh

Dalam rencana aksi 8 Januari 2026, buruh membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

Menolak UMP Jakarta 2026 yang tidak sesuai KHL dan mendesak penetapan UMSP Jakarta 2026

Menolak revisi UMSK Jawa Barat 2026 yang dinilai merugikan buruh

Menghentikan praktik pencitraan pejabat melalui media sosial

Aksi ini diperkirakan kembali menyedot perhatian publik dan berpotensi berdampak pada aktivitas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta.

Buruh menegaskan, selama kebijakan pengupahan belum berpihak pada kesejahteraan pekerja, tekanan melalui aksi massa akan terus dilakukan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mulai mengalami kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi selama musim kemarau.

    Kemarau Belum Memuncak, Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Sudah Mengering, Ancaman Meluas Bayangi Musim Tanam

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Datangnya musim kemarau tidak hanya membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kesulitan air bersih, tetapi juga mulai mengancam ketahanan pangan daerah. Di sejumlah sentra pertanian, petani kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sawah mulai kehilangan pasokan air sebelum masa panen tiba. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 75 hektare lahan persawahan […]

  • Demo Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen di Patung Kuda Dibubarkan Aparat!

    Demo Mahasiswa Tolak PPN 12 Persen di Patung Kuda Dibubarkan Aparat!

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pada Jumat malam (27/12/2024), menjadi saksi aksi mahasiswa dari berbagai organisasi yang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen. Lokasi aksi berlangsung di kawasan Patung Kuda, yang kerap menjadi pusat unjuk rasa di ibu kota. Kenapa Mahasiswa Menolak PPN 12 Persen? Kenaikan PPN dari […]

  • Showroom Ban di Jatimakmur Bekasi Hangus Terbakar, Api Baru Padam Setelah Subuh

    Showroom Ban di Jatimakmur Bekasi Hangus Terbakar, Api Baru Padam Setelah Subuh

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Peristiwa kebakaran besar terjadi di sebuah showroom ban yang terletak di Jalan Raya Jatimakmur, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Jumat dini hari (6/6/2025). Kobaran api yang cepat membesar langsung melalap hampir seluruh bangunan, yang diketahui menyimpan tumpukan ban dalam jumlah besar. Menurut laporan awal, puluhan petugas dari Dinas Pemadam […]

  • Nadiem Makarim unggah surat terbuka lewat kuasa hukum di tengah proses hukum yang berjalan.

    Nadiem Makarim Unggah Surat Terbuka ke Media Sosial Usai Tak Diizinkan Bicara ke Media

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengunggah surat terbuka ke media sosial melalui kuasa hukumnya, menyusul pembatasan haknya untuk menyampaikan keterangan langsung kepada media massa di tengah proses hukum yang sedang dijalani. Surat terbuka tersebut diunggah usai sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang tengah bergulir di […]

  • KUA Cibitung mencatat lonjakan pendaftaran pernikahan pada bulan Syawal 2026, menunjukkan tradisi menikah usai Lebaran masih diminati masyarakat.

    Nikah Usai Lebaran Makin Diminati, KUA Cibitung Catat Lonjakan di Bulan Syawal

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Tren pernikahan pasca Hari Raya Idulfitri kembali terlihat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cibitung. Sepanjang bulan Syawal 2026, jumlah pendaftaran calon pengantin mengalami peningkatan signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Fenomena ini mempertegas bahwa bulan Syawal masih dianggap sebagai momen ideal untuk melangsungkan pernikahan. Tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat […]

  • Kapasitas gudang UPTD Farmasi di Kabupaten Bekasi dinilai tidak mampu menampung lonjakan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai yang terus meningkat.

    Gudang Tak Lagi Cukup, UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi Butuh Fasilitas Baru yang Lebih Layak

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Lonjakan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) di Kabupaten Bekasi mulai berdampak pada kapasitas penyimpanan. Gudang milik UPTD Farmasi saat ini dinilai sudah tidak lagi mampu menampung volume logistik kesehatan yang terus meningkat. Kepala UPTD Farmasi Kabupaten Bekasi, Artik Ardianto, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan obat, […]

expand_less