Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » KUHP Baru Buka Risiko Pidana Nikah Siri dan Poligami Ilegal, Ini Konsekuensi Hukumnya

KUHP Baru Buka Risiko Pidana Nikah Siri dan Poligami Ilegal, Ini Konsekuensi Hukumnya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar
KUHP baru mulai berlaku, sejumlah aturan perkawinan kini jadi sorotan publik.

KUHP baru mulai berlaku, sejumlah aturan perkawinan kini jadi sorotan publik.

INFO CIKARANG — Berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru membawa perubahan signifikan dalam lanskap hukum pidana Indonesia, termasuk terhadap praktik perkawinan yang selama ini kerap dilakukan di luar mekanisme hukum negara.

Salah satu isu yang mencuat adalah potensi sanksi pidana terhadap praktik nikah siri dan poligami yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan.

Dalam KUHP baru, negara tidak lagi semata-mata memandang persoalan perkawinan sebagai ranah privat atau administratif.

Ketika perkawinan dilakukan dengan cara melanggar hukum, menyembunyikan status perkawinan, atau mengabaikan prosedur yang ditetapkan Undang-Undang Perkawinan, maka konsekuensi pidana dapat diberlakukan.

Pasal 401–405 KUHP Jadi Dasar Penindakan

Sejumlah ketentuan dalam KUHP baru, khususnya Pasal 401 hingga Pasal 405, menjadi dasar hukum yang dapat digunakan untuk menindak praktik nikah siri maupun poligami yang dijalankan secara tidak sah.

Pasal-pasal ini menegaskan bahwa perkawinan bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga peristiwa hukum yang wajib tunduk pada aturan negara.

Salah satu ketentuan kunci adalah Pasal 402 KUHP yang secara tegas melarang seseorang melangsungkan perkawinan apabila terdapat penghalang hukum.

Penghalang tersebut merujuk langsung pada ketentuan Undang-Undang Perkawinan, seperti kondisi masih terikat dalam perkawinan sebelumnya atau tidak adanya izin pengadilan dalam praktik poligami.

Apabila larangan ini dilanggar, pelaku dapat dijatuhi pidana penjara paling lama empat tahun enam bulan atau dikenai denda kategori IV.

Ancaman Lebih Berat Jika Status Disembunyikan

Ancaman pidana menjadi lebih berat apabila pelaku dengan sengaja menyembunyikan status perkawinan dari pasangan.

Hal ini diatur dalam Pasal 401 KUHP baru yang menyebutkan bahwa perbuatan menyembunyikan status perkawinan dapat diancam pidana penjara hingga enam tahun.

Ketentuan ini memiliki relevansi langsung terhadap praktik poligami ilegal, yakni poligami yang dilakukan tanpa izin pengadilan dan tanpa persetujuan istri sah.

Dalam kondisi tersebut, perkawinan pertama tetap dianggap sebagai penghalang hukum yang sah, sehingga perkawinan berikutnya berpotensi dikualifikasikan sebagai tindak pidana.

Nikah Siri Tidak Otomatis Dipenjara, Tapi Tetap Berisiko

Di sisi lain, praktik nikah siri tidak serta-merta berujung pada pidana penjara.

Namun, KUHP baru tetap memberikan konsekuensi hukum atas perkawinan yang tidak dicatatkan secara resmi.

Pasal 404 KUHP mewajibkan setiap orang untuk melaporkan peristiwa perkawinan kepada pejabat yang berwenang.

Kewajiban ini menegaskan pentingnya pencatatan perkawinan sebagai bagian dari perlindungan hukum, terutama bagi perempuan dan anak.

Apabila kewajiban administratif ini tidak dipenuhi, pelaku dapat dikenai sanksi berupa denda kategori II.

Meski bersifat administratif, ketentuan ini menjadi pintu masuk bagi penegakan hukum yang lebih serius apabila ditemukan unsur pelanggaran lain.

Bisa Berujung Pidana Berat Jika Ada Unsur Penghalang Hukum

Risiko pidana nikah siri meningkat apabila perkawinan tersebut disertai dengan penyembunyian status perkawinan sebelumnya atau adanya penghalang hukum yang sah.

Pasal 403 KUHP mengatur sanksi pidana bagi pihak yang dengan sengaja tidak mengungkapkan adanya penghalang perkawinan, sehingga perkawinan tersebut kemudian dinyatakan tidak sah oleh pengadilan.

Ancaman pidana dalam pasal ini mencapai enam tahun penjara atau denda kategori IV, menjadikannya salah satu ketentuan paling berat dalam pengaturan tindak pidana terkait perkawinan.

KUHP baru juga memuat ketentuan mengenai tindak pidana penggelapan asal-usul seseorang.

Norma ini berpotensi diterapkan dalam kasus penyamaran status hukum pasangan maupun anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak diakui secara hukum negara.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Penjahit di Pasar Baru Cikarang Bekasi

    Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Penjahit di Pasar Baru Cikarang Bekasi

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Polsek Cikarang Utara telah mengantongi identitas pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang penjahit bernama Qodir (40). Insiden tragis ini terjadi di Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa malam. Qodir ditemukan tak bernyawa di dekat kiosnya, setelah diduga dikeroyok oleh beberapa orang. Dugaan Pengeroyokan Berujung Maut Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sutrisno, mengonfirmasi bahwa […]

  • Detik-detik sebuah minibus Toyota Avanza mengalami kecelakaan di kawasan Tol Tegal Danas pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

    Lakalantas di Tol Tegal Danas Sabtu Pagi, Minibus Avanza Alami Kecelakaan

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di kawasan Tol Tegal Danas pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah mobil minibus Toyota Avanza mengalami kecelakaan di kawasan jalan tol. Kondisi kendaraan tampak mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut. […]

  • 86,4 Ton Bawang Bombai Impor Belanda Dimusnahkan di Setu, Ada Parasit Berbahaya!

    86,4 Ton Bawang Bombai Impor Belanda Dimusnahkan di Setu, Ada Parasit Berbahaya!

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebanyak 86,4 ton bawang bombai impor dari Belanda dimusnahkan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) karena tercemar parasit cacing gelang (nematoda aphelenchoides fragariae). Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin insinerator di Setu, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (28/2/2025). Pemusnahan ini dilakukan setelah bawang bombai yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada 5 […]

  • Sosok Pocong Nongkrong di Atas Truk Bikin Pengendara Salah Fokus

    Sosok Pocong Nongkrong di Atas Truk Bikin Pengendara Salah Fokus

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemandangan tak biasa terjadi di jalan raya. Sebuah truk terlihat melintas dengan membawa sosok berbalut kain putih yang sekilas tampak seperti pocong sedang duduk di atas kendaraan. Momen tersebut sontak membuat orang yang melihatnya salah fokus. Bagaimana tidak, keberadaan sosok menyerupai pocong di atas truk tentu bukan pemandangan yang setiap hari ditemui. […]

  • Pemuda Jatireja Tewas Dibacok Ketika Hentikan Tawuran, Warga Bekasi Berduka

    Pemuda Jatireja Tewas Dibacok Ketika Hentikan Tawuran, Warga Bekasi Berduka

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Rumah dari almarhum AD diselimuti duka mendalam, setelah keluarga pemuda berusia 22 tahun tersebut meninggal dunia. Pemuda yang aktif di Karang Taruna Desa Jatireja, Cikarang Timur ini tewas setelah berupaya melerai tawuran. Jenazah tiba pada Kamis (12/06/2025) sekitar pukul 16.18 WIB dan langsung disambut isak tangis sanak-saudara, tetangga, serta rekan-rekan organisasi kepemudaan. […]

  • Polsek Cikarang Utara mengungkap kasus pencurian bermodus lem korea di kawasan Pasar Seng.

    Modus Lem Korea di Pasar Seng Terbongkar, Dua Pelaku Dibekuk Polsek Cikarang Utara

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Utara berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan dan/atau pencurian dengan pemberatan yang dilakukan dengan modus lem korea di kawasan Pasar Seng, Cikarang Utara. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang pelaku yang sempat buron selama lebih dari dua pekan. Kedua pelaku diringkus di wilayah Kampung Gandu, Kecamatan […]

expand_less