Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, Ribuan Keluarga Terdampak di 16 Kecamatan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar

Banjir kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Bekasi usai hujan deras berkepanjangan.
INFO CIKARANG – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama hampir satu hari penuh.
Dampaknya, ribuan warga terpaksa menghadapi genangan air yang masuk hingga ke permukiman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, banjir terjadi di 16 kecamatan yang mencakup 40 desa.
Sedikitnya 4.622 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Hujan deras yang turun sejak Sabtu (17/1/2026) menyebabkan debit air sejumlah sungai meningkat drastis hingga meluap.
Beberapa aliran sungai yang tercatat melampaui kapasitas normal di antaranya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan dalam durasi cukup lama menjadi pemicu utama terjadinya banjir di berbagai wilayah.
“Curah hujan sangat tinggi dan merata, baik di wilayah hulu maupun hilir. Kondisi ini membuat debit air sungai meningkat dan akhirnya meluap ke permukiman warga,” ujarnya, dikutip Selasa (19/1/2026).
Ketinggian genangan air dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 2 meter di titik-titik terparah.
Situasi ini diperparah oleh sistem drainase yang belum optimal sehingga air sulit surut dalam waktu cepat.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Kecamatan Babelan, khususnya di Desa Buni Bakti.
Luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 menyebabkan banjir merendam enam dusun sekaligus.
Lebih dari 1.000 KK terdampak, dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 40 sentimeter.
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di lapangan serta menyiagakan personel untuk membantu warga terdampak.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar