Indonesia Disinggung Ratusan Kali dalam Epstein Files, Bali dan Nama Besar Dunia Tercatat
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar

Epstein Files kembali dibuka DOJ, mengungkap jejaring internasional Jeffrey Epstein.
INFO CIKARANG — Pembukaan arsip besar-besaran kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada awal 2026 kembali mengguncang perhatian publik global.
Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files memuat jutaan halaman korespondensi, laporan intelijen, foto, hingga rekaman video yang merekam jejaring internasional Epstein selama lebih dari satu dekade.
Di antara temuan paling menyita perhatian, nama Indonesia tercatat muncul ratusan kali dalam dokumen tersebut.
Selain itu, arsip juga menyinggung Bali, korespondensi Epstein dengan keluarga Rothschild, hingga diskusi kontroversial yang menyebut Adolf Hitler.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa kemunculan nama atau lokasi tidak otomatis menunjukkan keterlibatan pidana, melainkan sering kali berkaitan dengan arsip administratif, referensi geopolitik, hingga dokumentasi perjalanan.
Indonesia Muncul Ratusan Kali, Apa Konteksnya?
Berdasarkan penelusuran awal terhadap Epstein Files, Indonesia disebut lebih dari ratusan kali dalam berbagai konteks.
Mayoritas kemunculan itu berkaitan dengan:
Laporan ekonomi global dan alokasi aset negara berkembang
Dokumen perbankan internasional yang mencantumkan Indonesia sebagai referensi pasar
Kliping pemberitaan tentang situasi politik dan ekonomi nasional
Bahan briefing institusi keuangan seperti JP Morgan dan Deutsche Bank
Dalam beberapa dokumen, Indonesia disebut sejajar dengan negara lain sebagai bagian dari analisis makroekonomi global, tanpa menyebut individu tertentu secara spesifik.
Nama Tokoh Indonesia dan Laporan FBI
Salah satu dokumen yang turut menjadi sorotan adalah laporan FBI berstatus unclassified pada 2020 yang mencantumkan nama Hary Tanoesoedibjo.
Catatan tersebut muncul dalam konteks relasi bisnis internasional dan proyek properti bermerek Trump, bukan sebagai bagian dari penyelidikan kejahatan seksual Epstein.
Pakar hukum menilai kemunculan nama dalam laporan semacam ini lebih bersifat informatif ketimbang indikatif keterlibatan pidana.
Bali Tercantum dalam Arsip Foto dan Dokumen Perjalanan
Selain Indonesia secara umum, Bali disebut secara spesifik dalam sejumlah berkas visual. Dokumen tersebut berisi:
Foto-foto lanskap dan properti bergaya resor
Nama file bertajuk perjalanan Asia Tenggara
Arsip katalog foto tanpa keterangan waktu yang rinci
Hingga kini, tidak ada penjelasan resmi mengenai keterkaitan langsung foto-foto tersebut dengan tindak pidana Epstein.
Peneliti menilai arsip tersebut lebih mencerminkan dokumentasi perjalanan dan jejaring sosial internasional.
Salah satu bagian paling kontroversial dari Epstein Files adalah pertukaran email antara Epstein dan Ariane de Rothschild.
Dalam korespondensi tersebut, Epstein menyinggung klaim historis mengenai Adolf Hitler dan pendanaan tempat tinggalnya di masa muda.
Pihak Rothschild secara tegas menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai narasi spekulatif.
Sejarawan menilai isi email itu tidak dapat dijadikan fakta sejarah, melainkan mencerminkan pandangan pribadi Epstein yang kerap memicu kontroversi.
Simulasi Pandemi Sebelum Covid-19
Dokumen lain yang menarik perhatian publik adalah email Epstein pada 2017 yang membahas simulasi pandemi, tiga tahun sebelum Covid-19 merebak secara global.
Dalam korespondensi tersebut, Epstein menawarkan sejumlah gagasan terkait:
Pemodelan penyebaran penyakit
Sistem data kesehatan digital
Isu keamanan biologis dan neuroteknologi
Para ahli menilai diskusi semacam itu bukan hal asing di kalangan think tank global, namun kemunculannya dalam Epstein Files kembali memicu spekulasi luas di ruang publik.
Pentingnya Membaca Epstein Files dengan Konteks
Pengamat menekankan bahwa Epstein Files merupakan arsip mentah berskala besar, yang mencakup dokumen relevan dan tidak relevan sekaligus.
Banyak nama, negara, dan lokasi tercantum semata karena fungsi administratif, analisis intelijen, atau korespondensi sepihak.
Hingga saat ini, tidak ada bukti hukum yang menyatakan keterlibatan negara Indonesia atau tokoh-tokohnya dalam kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar