Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » DPRD Kabupaten Bekasi Akan Panggil Pemkab, Anggaran 2026 Dinilai Terlalu Fokus ke TPP di Tengah Kebutuhan Warga

DPRD Kabupaten Bekasi Akan Panggil Pemkab, Anggaran 2026 Dinilai Terlalu Fokus ke TPP di Tengah Kebutuhan Warga

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • comment 0 komentar
Sorotan DPRD terhadap arah kebijakan anggaran Kabupaten Bekasi 2026 yang dinilai belum menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat.

Sorotan DPRD terhadap arah kebijakan anggaran Kabupaten Bekasi 2026 yang dinilai belum menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat.

INFO CIKARANG — Rencana kebijakan anggaran Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun 2026 menuai sorotan dari DPRD.

Lembaga legislatif daerah itu menilai arah belanja daerah belum sepenuhnya mencerminkan urgensi kebutuhan masyarakat, terutama di tengah keterbatasan fiskal dan persoalan pembangunan yang masih berjalan lambat.

Sorotan utama DPRD tertuju pada kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada awal tahun anggaran 2026.

Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji ulang, mengingat masih banyak kebutuhan publik yang mendesak dan belum tertangani secara optimal.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kabupaten Bekasi berencana memanggil Pemkab Bekasi melalui rapat konsultasi dalam waktu dekat guna meminta penjelasan resmi terkait dasar pengambilan kebijakan anggaran tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menegaskan bahwa forum konsultasi ini penting untuk membuka secara transparan kondisi keuangan daerah sekaligus arah prioritas belanja pemerintah.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan konsultasi. Pemerintah daerah perlu menjelaskan, apa dasar pertimbangannya sehingga kebijakan itu diambil,” ujar Ade Sukron dalam keterangannya dikutip Rabu (11/2/2026).

Menurut Ade, DPRD tidak menutup mata terhadap keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Namun, jika kondisi fiskal memang belum ideal, maka penentuan prioritas anggaran harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Kalau keuangan daerah belum maksimal, harus dijelaskan penyebabnya apa. Dan kalau memang belum maksimal, kenapa justru TPP yang didahulukan? Ini yang perlu kita bahas bersama,” katanya.

Lebih jauh, DPRD menangkap adanya keresahan masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama terkait lambannya pembangunan infrastruktur serta penanganan pascabencana banjir di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut, menurut Ade, semestinya menjadi perhatian utama dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran daerah.

“Melihat kondisi masyarakat sekarang, apalagi setelah banjir, tentu ada kebutuhan yang sifatnya mendesak dan perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Terkait persoalan banjir, Ade juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak.

Ia menilai persoalan banjir tidak bisa dilihat sebagai tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan perlu sinergi lintas instansi.

“Evaluasi harus komprehensif, karena ada peran pihak lain seperti BBWS dan instansi terkait. Ini tidak bisa diselesaikan sepihak,” tambahnya.

Mengenai kepemimpinan daerah yang saat ini masih dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, DPRD menegaskan belum akan memberikan penilaian menyeluruh.

Evaluasi resmi baru akan dilakukan melalui pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang dijadwalkan berlangsung pada Mei atau Juni mendatang.

Penilaian tersebut akan mengacu pada kesesuaian antara pelaksanaan APBD dengan RPJMD Kabupaten Bekasi yang telah disepakati bersama, sekaligus menjadi dasar pengawasan DPRD terhadap jalannya program pembangunan.

“Ibarat buku panduan sudah ada. Tinggal bagaimana pemerintah daerah menjalankannya secara maksimal. Tidak ada hal baru, karena semuanya sudah disepakati dalam APBD 2026 dan 2027,” jelas Ade.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan DPRD Kabupaten Bekasi akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan anggaran daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Pemanggilan ini bagian dari koordinasi dan pengawasan kami, supaya kebijakan anggaran ke depan tidak memicu keresahan publik,” pungkasnya.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Bekasi resmi meluncurkan aplikasi layanan satu pintu sebagai upaya meningkatkan transparansi dan pengawasan pelayanan publik.

    Aplikasi Layanan Satu Pintu Bekasi Dinilai Transparansi dan Bisa Cegah Korupsi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

      Pemkab Bekasi meluncurkan aplikasi layanan satu pintu untuk mendorong transparansi dan memperketat pengawasan pel INFO CIKARANG — Peluncuran Aplikasi Layanan Satu Pintu oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong transparansi sekaligus memperketat pengawasan pelayanan publik, baik pada sektor perizinan maupun non-perizinan. Digitalisasi layanan ini juga dipandang sejalan dengan program Monitoring, Controlling, […]

  • KPUD Kabupaten Bekasi Medeklarasikan Kampanye Damai Untuk Pilkada Serentak Kabupaten Bekasi 2024

    KPUD Kabupaten Bekasi Medeklarasikan Kampanye Damai Untuk Pilkada Serentak Kabupaten Bekasi 2024

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi menggelar Deklarasi Kampanye Damai dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Tahun 2024 di Hotel Holiday Inn, Jababeka Cikarang , Senin (23/9/2024). Deklarasi kampanye damai ini turut dihadiri semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, unsur forkopimda, Bawaslu, parpol dan tim pendukung, insan pers serta tamu undangan lainnya. […]

  • KH Agus Salim Ingatkan Bupati Bekasi: Realisasikan Janji Politik!

    KH Agus Salim Ingatkan Bupati Bekasi: Realisasikan Janji Politik!

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi periode 2025-2030. Pelantikan ini dilakukan secara serentak bersama 481 kepala daerah lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/02/2025). Usai dilantik, Ade dan Asep langsung kembali ke Kabupaten Bekasi dan disambut […]

  • Polisi Sikat 61 Preman di Bekasi, Termasuk Pemalak Sopir Truk di Kawasan Industri

    Polisi Sikat 61 Preman di Bekasi, Termasuk Pemalak Sopir Truk di Kawasan Industri

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi mengambil langkah tegas terhadap aksi premanisme yang meresahkan di wilayahnya. Dalam rangkaian Operasi Berantas Jaya 2025, sebanyak 61 orang terduga pelaku pungutan liar (pungli) berhasil diamankan, termasuk enam preman yang tertangkap basah tengah meminta uang secara paksa dari sopir truk di kawasan industri Cikarang. Kapolres Metro Bekasi, […]

  • Percobaan begal ojol di Pantura Cikarang Timur jadi sorotan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

    Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Driver Ojol Bang Ipul yang Lawan Begal di Cikarang Timur

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Aksi percobaan pembegalan terhadap seorang pengemudi ojek online terjadi di Jalan Pantura Rengas Bandung, Kampung Kosambi, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tepatnya di dekat PT MRI, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.09 WIB. Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang merespons kejadian itu […]

  • Suara Buruh di May Day 2025: Upah Murah dan Jam Kerja Tak Manusiawi di Bekasi

    Suara Buruh di May Day 2025: Upah Murah dan Jam Kerja Tak Manusiawi di Bekasi

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dorongan agar Presiden Republik Indonesia melakukan inspeksi langsung ke sejumlah pabrik di wilayah Bekasi kembali disuarakan oleh kalangan buruh. Usulan ini muncul bersamaan dengan rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden. Dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI, suara […]

expand_less