Krisis BBM Lumpuhkan TPA Burangkeng, Truk Sampah Mengular dan Layanan Terancam Terganggu
- account_circle T.T
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Antrean truk sampah di TPA Burangkeng akibat terhentinya operasional alat berat karena krisis BBM.
INFO CIKARANG — Aktivitas pengelolaan sampah di TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengalami gangguan serius. Operasional bahkan sempat lumpuh total akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) industri yang menghentikan kerja alat berat di lokasi.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Puluhan truk sampah terlihat mengular di pintu masuk hingga area parkir, menunggu giliran untuk membuang muatan yang tak kunjung bisa diproses.
Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro, mengakui kondisi ini terjadi akibat tersendatnya pasokan BBM industri yang menjadi kebutuhan utama operasional alat berat.
“Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang mulai sulit,” kata Samsuro.
Ia menjelaskan, TPA Burangkeng memiliki sekitar 22 unit alat berat yang setiap harinya membutuhkan total sekitar 3.000 liter solar. Tanpa pasokan tersebut, aktivitas penataan sampah praktis terhenti.
Dalam kondisi normal, distribusi BBM berjalan lancar. Namun belakangan ini, keterlambatan pasokan bahkan bisa berlangsung berhari-hari.
Situasi tersebut diperparah dengan lonjakan harga BBM industri yang melonjak drastis dari kisaran Rp15.000–Rp16.000 per liter menjadi sekitar Rp35.000 per liter.
Kondisi ini membuat pihak ketiga penyedia alat berat mengajukan penyesuaian kontrak kerja.
“Memang sudah ada semenjak minggu kemarin, permohonan penyesuaian harga,” ungkap Samsuro.
Ia juga menyebut bahwa kelangkaan BBM diduga berkaitan dengan situasi global yang memengaruhi rantai pasokan energi.
“Katanya ini dampak dari perang itu yang di Iran-Israel,” ujarnya.
Meski dampak ke masyarakat belum sepenuhnya terasa, ancaman gangguan layanan pengangkutan sampah sudah di depan mata.
Truk yang tertahan di TPA tidak bisa kembali beroperasi ke wilayah asalnya.
“Dan ini yang kami khawatirkan, soal pelayanan. Semoga segera ada,” kata Samsuro.
Jika kondisi ini terus berlanjut, penumpukan sampah di lingkungan permukiman warga berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan pasokan BBM industri, agar operasional TPA Burangkeng bisa kembali berjalan dan layanan kebersihan tetap terjaga.
- Penulis: T.T


Saat ini belum ada komentar