Warga Kampung Babakan Rela Tempuh Beberapa Kilometer demi Air Bersih, Sumur Mengering Akibat Kemarau
- account_circle Admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Warga Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mengantre bantuan air bersih setelah sumur di rumah mereka mengering akibat musim kemarau.
INFO CIKARANG – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Bekasi.
Di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, puluhan keluarga terpaksa menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih setelah sumur di rumah mereka mengering.
Bahkan, sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga air minum.
Salah seorang warga, Popon, mengaku harus mencari sumber air bersih ke lokasi yang cukup jauh ketika sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air.
Jika tidak memungkinkan, ia terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Kalau sumur sudah kering, kami harus mencari air ke tempat lain yang jaraknya beberapa kilometer. Kalau tidak, ya terpaksa beli air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Popon, kondisi kemarau tahun ini membuat sumur warga mengering lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit karena pasokan air bersih sangat terbatas.
Ia berharap bantuan air bersih dari pemerintah dapat terus disalurkan hingga musim hujan kembali tiba.
Untuk membantu warga terdampak, BPBD Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane menyalurkan 36 ribu liter air bersih ke Kampung Babakan.
Distribusi dilakukan secara bertahap selama tiga hari dan menyasar sekitar 150 kepala keluarga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Staf Kaur Umum Desa Sukasari, Subekti, mengatakan Kampung Babakan menjadi wilayah yang paling terdampak di desanya.
Menurutnya, persoalan kekeringan hampir terjadi setiap musim kemarau, meski pada 2024 dan 2025 dampaknya tidak terlalu terasa karena intensitas kemarau relatif lebih ringan.
Pemerintah desa kini mendorong solusi jangka panjang melalui pembangunan jaringan pipa air bersih atau layanan PDAM ke kawasan permukiman warga, termasuk membuka peluang pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Krisis Air Bersih Meluas
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan krisis air bersih tidak hanya terjadi di Desa Sukasari.
Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat 38 titik di delapan desa pada empat kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
Sejak 9 Juni 2026, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sekitar 821 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak bekerja sama dengan PMI, BBWS Ciliwung-Cisadane, serta sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar