Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Dr. Ismail Marjuki Dorong Jamiyah Kembali Bersatu
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menjadi lokasi yang dipusatkan untuk menyongsong pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
INFO CIKARANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diharapkan tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan.
Momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kembali persatuan di tubuh jamiyah.
Pandangan itu disampaikan Dr. Ismail Marjuki, S.H.I., M.Hum. Menurutnya, muktamar merupakan momentum penting untuk menentukan arah NU ke depan sekaligus memastikan organisasi tetap bergerak untuk kepentingan umat dan bangsa.
Muktamar Jadi Forum Tertinggi NU
Dr. Ismail menegaskan bahwa muktamar memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi.
Sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU, berbagai keputusan strategis, program kerja serta kepemimpinan organisasi dibahas dan ditetapkan melalui forum tersebut.
Karena itu, seluruh elemen NU diharapkan menghormati dan menjalankan keputusan yang lahir dari proses musyawarah muktamar.
Menurutnya, besarnya kewenangan muktamar juga membuat seluruh peserta memiliki tanggung jawab moral dalam menentukan arah organisasi.
Muhasabah dan Islah Jadi Bagian Penting
Lebih dari sekadar menentukan kepemimpinan, Dr. Ismail mendorong agar Muktamar ke-35 dijadikan ruang muhasabah, islah dan konsolidasi.
Muhasabah diperlukan untuk melihat kembali berbagai pencapaian maupun kekurangan organisasi.
Sementara islah menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan serta menyelesaikan berbagai dinamika internal melalui rekonsiliasi.
Setelah itu, konsolidasi perlu diperkuat agar hubungan antara struktur organisasi dan warga NU tetap solid, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Dengan tiga langkah tersebut, muktamar diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali menyatukan berbagai elemen yang ada di dalam jamiyah.
Peserta Diminta Pilih Pemimpin yang Bisa Merangkul
Persoalan estafet kepemimpinan juga menjadi perhatian.
Dr. Ismail mengingatkan para pemegang hak suara agar memilih figur yang memiliki visi, kapasitas dan kemampuan membawa NU menghadapi tantangan ke depan.
Pemimpin yang terpilih, menurutnya, juga harus mampu merangkul berbagai kelompok dan tidak membawa organisasi ke dalam konflik berkepanjangan.
Hal tersebut dinilai penting karena persatuan internal menjadi salah satu modal utama NU dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Muktamar Diharapkan Berlangsung dengan Riang Gembira
Selain persoalan organisasi dan kepemimpinan, suasana selama muktamar juga dinilai perlu dijaga.
Dr. Ismail berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sejuk dan penuh kegembiraan.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan karakter NU yang selama ini dikenal mengedepankan moderasi, toleransi dan perdamaian.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan juga diharapkan mampu memberikan nuansa pesantren dalam seluruh rangkaian agenda muktamar.
Pada akhirnya, Muktamar ke-35 NU di Jombang diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan maupun keputusan organisasi.
Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kebijakan yang memperkuat jamiyah sekaligus meningkatkan kontribusi NU bagi masyarakat dan bangsa.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar