Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Ismail Marjuki: Politik Uang Harus Dihindari dalam Muktamar, Rekam Jejak Calon Wajib Jadi Pertimbangan

Ismail Marjuki: Politik Uang Harus Dihindari dalam Muktamar, Rekam Jejak Calon Wajib Jadi Pertimbangan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
  • comment 0 komentar

INFO CIKARANG — Kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Ismail Marjuki, menilai praktik politik uang atau money politics harus dihindari dalam pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, budaya transaksional berpotensi merusak tatanan demokrasi organisasi dan melahirkan pemimpin yang tidak amanah.

“Politik uang dalam muktamar harus dihindari karena dapat merusak tatanan demokrasi organisasi. Jangan sampai pilihan terhadap pemimpin ditentukan oleh transaksi, bukan karena kapasitas, integritas, dan rekam jejak,” ujar Ismail.

Ia menegaskan, peserta muktamar memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas forum tertinggi organisasi. Karena itu, setiap peserta diharapkan menggunakan hak pilih secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sesaat.

Ismail juga mendorong peserta muktamar untuk lebih serius meneliti rekam jejak setiap calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

“Meneliti rekam jejak calon pemimpin adalah kunci agar kita tidak salah dalam menentukan pilihan. Jangan hanya melihat apa yang disampaikan menjelang pemilihan, tetapi lihat juga apa yang sudah dikerjakan dan bagaimana sikapnya selama ini,” katanya.

Menurut Ismail, setidaknya terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian peserta dalam menilai calon pemimpin.

Pertama, rekam karya. Peserta perlu melihat hasil kerja nyata, kontribusi, serta prestasi yang pernah dilakukan calon selama menjalankan amanah sebelumnya.

Kedua, integritas. Calon pemimpin harus memiliki rekam integritas yang baik, termasuk tidak memiliki catatan pelanggaran hukum, KKN, maupun persoalan etika yang serius.

Ketiga, latar belakang. Riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, aktivitas sosial, serta perjalanan pengabdian calon juga penting untuk diketahui agar peserta memiliki gambaran yang utuh mengenai sosok yang akan dipilih.

Keempat, konsistensi gagasan. Gagasan yang disampaikan calon saat ini perlu dibandingkan dengan pemikiran dan tindakan yang pernah ditunjukkan sebelumnya.

“Jangan sampai gagasan yang disampaikan hanya bagus ketika menjelang muktamar. Yang lebih penting adalah apakah gagasan itu konsisten dengan sikap dan tindakan yang selama ini dijalankan,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail melihat tantangan NU di tengah modernisme semakin kompleks. NU dituntut mampu mempertahankan tradisi keislaman dan nilai-nilai Aswaja, sekaligus tetap responsif terhadap perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Dalam kondisi tersebut, menurutnya, budaya transaksional justru dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan organisasi.

“NU membutuhkan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang sehat, bukan dari transaksi. Objektivitas, integritas, dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.

Ia berharap Muktamar NU dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya demokrasi internal organisasi sekaligus memastikan kepemimpinan NU ke depan tetap berorientasi pada pengabdian, kemaslahatan umat, dan khitah organisasi.

“Kalau kita ingin NU tetap bermartabat dan kuat menghadapi tantangan zaman, maka proses memilih pemimpin juga harus dijaga. Jangan sampai kepentingan jangka pendek mengorbankan masa depan organisasi,” pungkas Ismail.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguak Perbedaan Pagar Laut Bekasi dan Tangerang: Konservasi vs Kontroversi

    Menguak Perbedaan Pagar Laut Bekasi dan Tangerang: Konservasi vs Kontroversi

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Keberadaan pagar laut di dua wilayah pesisir, yakni Bekasi, Jawa Barat, dan Tangerang, Banten, tengah menjadi perhatian publik. Meski tampak serupa, fungsi dan dampak keduanya berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, yang menegaskan perbedaan signifikan antara kedua kasus tersebut. “Pemasangan pagar di Bekasi bertujuan untuk konservasi […]

  • Pesisir Bekasi Kembali Terendam, Solusi Tanggul Laut Dipercepat?

    Pesisir Bekasi Kembali Terendam, Solusi Tanggul Laut Dipercepat?

    • calendar_month Sen, 16 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Banjir rob kembali melanda Kabupaten Bekasi pada Minggu (15/12/2024), menggenangi tiga kecamatan yaitu Muaragembong, Tarumajaya, dan Babelan. Fenomena ini dipicu oleh pasang air laut yang meningkat seiring cuaca ekstrem di wilayah pesisir Jawa Barat. Ketinggian Air Capai 1 Meter Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengungkapkan bahwa ketinggian […]

  • Mayat Mengambang di Kalimalang Gegerkan Warga Cikarang Barat

    Mayat Mengambang di Kalimalang Gegerkan Warga Cikarang Barat

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga di sekitar Kalimalang, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan mayat yang mengambang di aliran sungai pada Senin (27/10/2025). Penemuan tersebut terjadi di kawasan Warung Bongkok dan pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi. Sontak, peristiwa itu membuat warga sekitar geger dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Tak […]

  • Warga nekat menyebrang Jalan Gatot Subroto Cikarang di sela padatnya kendaraan karena hingga kini belum tersedia JPO yang memadai.

    Nyebrang Jalan di Cikarang Kini Kayak Adu Nyawa, Warga Dipaksa Lawan Arus Kendaraan Tanpa JPO

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Menyebrang Jalan Gatot Subroto di kawasan Cikarang kini bukan lagi soal hati-hati, tapi sudah seperti taruhan nyawa setiap hari. Di tengah padatnya kendaraan yang melaju kencang tanpa jeda, warga terpaksa menyelinap di sela arus lalu lintas hanya untuk bisa sampai ke seberang jalan. Penyebabnya sederhana tapi fatal: sampai sekarang belum ada jembatan […]

  • Investor Buka Pabrik Baja di Cikarang Barat, Buka Loker dengan Akun Sosmed Pribadi

    Investor Buka Pabrik Baja di Cikarang Barat, Buka Loker dengan Akun Sosmed Pribadi

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Industri pengolahan logam kembali menggeliat di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi. Seorang investor asing yang mengaku bernama Mr. Bai, mengumumkan pembukaan pabrik pengolahan struktur baja skala besar di wilayah Cikarang Barat. Informasi ini pertama kali dibagikan langsung oleh Mr. Bai melalui akun TikTok miliknya, yang kemudian viral dan menyita perhatian warganet, khususnya […]

  • Penumpang berjalan di area Stasiun Cikarang. Keluhan mengenai tarif parkir motor di sekitar stasiun viral setelah seorang pengguna media sosial mengaku harus membayar Rp30 ribu.

    Parkir Motor di Stasiun Cikarang Bayar Rp30 Ribu? Viral Curhat Penumpang, Tarif Parkir Bikin Kaget

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Keluhan mengenai tarif parkir kendaraan di sekitar Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, menjadi perbincangan di media sosial. Seorang pengguna TikTok mengaku kaget setelah harus membayar Rp30 ribu ketika mengambil sepeda motor yang sebelumnya dititipkan di area sekitar stasiun. Curhatan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang memperlihatkan suasana Stasiun Cikarang. Dalam unggahannya, pemilik akun […]

expand_less