KDM Siapkan Sayembara Rp5 Juta hingga Rp50 Juta bagi Warga yang Berhasil Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara bagi warga yang berhasil melumpuhkan gagal atau rampok.
INFO CIKARANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan akan memberikan hadiah kepada warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan, seperti begal, copet, dan jambret, kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.
“Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (23/7/2026).
Selain mengumumkan sayembara, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, termasuk Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya, guna memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal.
“Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” katanya.
Dedi juga meminta aparat meningkatkan intensitas patroli, terutama pada malam hari.
Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan harus benar-benar dirasakan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya aksi kriminalitas.
Ia mengusulkan agar kendaraan patroli tetap bersiaga dengan lampu rotator menyala di titik-titik strategis.
Selain itu, personel Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta ikut meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
Tak hanya mengandalkan aparat, Dedi turut mengajak masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk gotong royong dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Warga bersiskamling menjaga diri dan dijaga diri, ini adalah prinsip dasar kita hidup bergotong-royong,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan segera melaporkan tindak kejahatan kepada aparat kepolisian.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar