Warga Keluhkan Pak Ogah di Jalan RM Marzuki Cikarang Utara, Pengendara Mengaku Dipaksa Bayar
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 19 Sep 2026
- comment 0 komentar
INFO CIKARANG — Sejumlah pengendara mengeluhkan keberadaan pak ogah yang biasa membantu mengatur arus kendaraan di Jalan RM Marzuki, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Keluhan tersebut disampaikan seorang pengendara yang mengaku kerap melewati jalur tersebut saat berangkat kerja. Menurutnya, kawasan itu juga cukup sering mengalami kepadatan kendaraan.
Lokasi yang dimaksud berada di sekitar Jl. Rm. Marzuki, Karangbaru, Cikarang Utara, yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Jababeka.
Pengendara tersebut menyebut keberadaan pak ogah menjadi salah satu hal yang membuat perjalanan di lokasi terasa kurang nyaman, terutama ketika kondisi jalan sedang ramai.
Yang paling dikeluhkan adalah adanya seorang pak ogah yang menurut pengendara tersebut meminta uang dengan cara yang dianggap memaksa.
Dalam keterangannya, pengendara menggambarkan orang tersebut sebagai pria bertubuh gemuk dengan rambut cepak. Ia mengaku sempat diteriaki dan didesak untuk memberikan uang ketika melintas.
Namun, sosok yang dimaksud tidak terlihat dalam video yang beredar. Karena itu, identitas maupun keterlibatan orang tersebut dalam kejadian tersebut belum dapat dipastikan secara independen.
Keluhan Pengendara
Menurut pengendara, keberadaan orang yang membantu mengatur kendaraan sebenarnya dapat membantu ketika lalu lintas padat. Namun, permintaan uang yang disertai tekanan menjadi persoalan tersendiri bagi pengguna jalan.
“Yang bikin kesel ada satu yang gemuk rambut cepak, teriak maksa buat bayar,” demikian keluhan yang disampaikan pengendara.
Jalan RM Marzuki sendiri berada di wilayah Karangbaru, Cikarang Utara. Jalur tersebut berada tidak jauh dari kawasan industri Jababeka, termasuk area sekitar PT Winn Gas di Jalan Jababeka.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan pengendara tersebut, termasuk apakah terdapat aturan atau penertiban terhadap aktivitas meminta uang di lokasi.
Keluhan ini menjadi perhatian karena pengguna jalan berharap aktivitas pengaturan lalu lintas di jalan umum tidak menimbulkan persoalan baru bagi pengendara yang melintas.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar