Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Awas! Hewan Peliharaan Gigit Orang Lain Kini Terancam Pidana Bagi Pemilik

Awas! Hewan Peliharaan Gigit Orang Lain Kini Terancam Pidana Bagi Pemilik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • comment 0 komentar
UU No. 1 Tahun 2023 mengatur tegas tanggung jawab pidana bagi pemilik hewan peliharaan jika hewan mereka membahayakan atau merugikan orang lain.

UU No. 1 Tahun 2023  mengatur tegas tanggung jawab pidana bagi pemilik hewan peliharaan jika hewan mereka membahayakan atau merugikan orang lain.

INFO CIKARANG — Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) membawa penegasan baru terkait tanggung jawab pidana pemilik hewan peliharaan.

Dalam regulasi ini, negara secara tegas menempatkan pemilik sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh apabila hewan yang berada dalam penguasaannya membahayakan keselamatan orang lain.

Ketentuan tersebut menjadi relevan di tengah maraknya kasus gigitan hewan peliharaan, khususnya anjing, yang kerap menimbulkan luka fisik, trauma psikologis, bahkan konflik sosial di lingkungan permukiman.

Dalam KUHP baru, peristiwa semacam ini tidak lagi semata dipandang sebagai insiden biasa, melainkan dapat berujung pada proses hukum pidana.

Pasal 336 KUHP menjadi dasar utama pertanggungjawaban tersebut.

Pasal ini mengatur bahwa setiap orang yang tidak mencegah hewan yang berada dalam penjagaannya menyerang orang lain dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau dikenai pidana denda kategori II.

Yang perlu digarisbawahi, pasal ini tidak mensyaratkan adanya niat jahat atau kesengajaan dari pemilik hewan.

Unsur utama yang dinilai adalah kelalaian. Artinya, meskipun pemilik tidak bermaksud mencelakai siapa pun, ia tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti lalai menjaga hewan peliharaannya.

Denda kategori II sebagaimana diatur dalam Pasal 79 KUHP baru memiliki batas maksimal Rp10 juta.

Ketentuan ini menunjukkan bahwa negara memberikan sanksi yang cukup serius terhadap bentuk kelalaian yang berpotensi mengancam keselamatan publik.

Dalam perspektif hukum pidana, hewan peliharaan sepenuhnya berada di bawah penguasaan pemiliknya.

Konsekuensinya, pemilik memiliki kewajiban hukum untuk melakukan langkah-langkah pencegahan yang memadai.

Bentuk pencegahan tersebut dapat berupa pengandangan, pengikatan, penggunaan pagar, pengawasan langsung, atau langkah lain yang lazim dan patut dilakukan, terutama di kawasan permukiman padat dan ruang publik.

Apabila hewan dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan hingga menyerang orang lain, unsur “tidak mencegah hewan yang ada dalam penjagaannya menyerang orang” sebagaimana diatur dalam Pasal 336 huruf c dapat dianggap terpenuhi.

Selain huruf c, Pasal 336 juga membuka ruang penerapan ketentuan lain.

Huruf a, misalnya, dapat dikenakan apabila pemilik mengusik, memancing, atau memprovokasi hewan sehingga menjadi agresif dan membahayakan orang lain.

Sementara huruf d dapat diterapkan dalam kondisi tertentu, terutama jika pemilik mengetahui hewan peliharaannya memiliki sifat agresif, namun tetap tidak melakukan pengamanan yang layak.

Dengan demikian, kasus gigitan hewan peliharaan tidak lagi hanya berujung pada permintaan maaf atau ganti rugi secara perdata.

Dalam kerangka KUHP baru, peristiwa tersebut dapat berkembang menjadi perkara pidana apabila unsur kelalaian terpenuhi.

Ketentuan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa hak memelihara hewan harus berjalan seiring dengan kewajiban menjaga keselamatan, ketertiban, dan rasa aman masyarakat.

Negara tidak melarang kepemilikan hewan peliharaan, tetapi menuntut tanggung jawab hukum yang jelas dari setiap pemilik.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Kabupaten Bekasi menjadikan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama pada tahun 2025.

    Pemkab Bekasi Fokus Perbaiki 323 Km Jalan Rusak Sepanjang 2025

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    CIKARANG INFO – Pemerintah Kabupaten Bekasi menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu agenda utama pada tahun 2025. Dari total 1.077 kilometer jaringan jalan yang tersebar di 23 kecamatan, 180 desa, dan 7 kelurahan, tercatat 323 kilometer berada dalam kondisi rusak dan membutuhkan penanganan segera. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi […]

  • Pabrik Sanken di Cikarang Tutup, Ribuan Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian?

    Pabrik Sanken di Cikarang Tutup, Ribuan Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian?

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kabar menyedihkan datang dari salah satu pabrik yang ada di MM2100, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, PT Sanken Indonesia, yang merupakan pabrik elektronik dan peralatan rumah tangga pada Juni 2025 mendatang dilaporkan akan menghentikan produksi mereka. “Info yang kami peroleh, line produksi akan dihentikan pada Juni 2025,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, […]

  • Unggahan pengguna Threads memperlihatkan jalur setapak di sekitar Stasiun Cikarang yang dipasangi pagar sehingga tidak dapat lagi dilintasi pejalan kaki. (Foto: Tangkapan layar Threads @pujaasmadewa)

    Viral! Jalur Setapak di Dekat Stasiun Cikarang Dipagari, Warganet Keluhkan Akses Pejalan Kaki Tertutup

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi sorotan setelah memperlihatkan kondisi jalur setapak di kawasan Stasiun Cikarang yang dipagari hingga tidak bisa lagi digunakan sebagai akses pejalan kaki. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun @pujaasmadewa dengan kalimat bernada sindiran. “Maap banget ya orang Cikarang tuh emg kaya tupai ya kalo jalan tapak gini? […]

  • Kejati Jabar Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Kerugian Negara Capai Rp20 Miliar

    Kejati Jabar Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Bekasi Kerugian Negara Capai Rp20 Miliar

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Kurniawan
    • 0Komentar

    Kejaksaan Tinggi Jawa Barat secara resmi menahan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian tunjangan perumahan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2022 hingga 2024. Dalam siaran pers yang dirilis hari ini kerugian keuangan negara akibat perbuatan para tersangka diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Penahanan dilakukan oleh Tim Penyidik Kejati Jabar Surat […]

  • Tukang Jahit Dibunuh di Cikarang, Pelaku Ditangkap di Rumah Kerabat

    Tukang Jahit Dibunuh di Cikarang, Pelaku Ditangkap di Rumah Kerabat

    • calendar_month Ming, 22 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Polisi berhasil menangkap pria berinisial I (40), pelaku pembunuhan terhadap tukang jahit bernama Qodir (40) di Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pelaku ditangkap pada Jumat (20/12/2024) malam di rumah kerabatnya di wilayah Kabupaten Bekasi, setelah sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat tinggal. “Pelaku (pembunuhan tukang jahit) ini berhasil kita tangkap dan sekarang […]

  • Curhat Warganet soal Pelayanan RS Hosana Lippo Cikarang, Anak Demam Tinggi Tanpa Tindakan dan Diancam Debt Collector

    Curhat Warganet soal Pelayanan RS Hosana Lippo Cikarang, Anak Demam Tinggi Tanpa Tindakan dan Diancam Debt Collector

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Seorang ibu mengunggah curhatannya terkait pengalaman traumatis saat membawa anaknya yang demam tinggi ke RS Hosana Lippo Cikarang pada 27 November 2025. Ia mengaku sempat dijanjikan bahwa asuransi Mandiri InHealth-nya bisa digunakan untuk rawat inap, namun ternyata tidak berlaku di rumah sakit tersebut. Yang lebih menyakitkan, pihak rumah sakit tetap menagih biaya cek lab yang […]

expand_less