Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » 390 Pengembang Belum Serahkan PSU, Komisi III DPRD Bekasi Sentil Dinas Cipta Karya

390 Pengembang Belum Serahkan PSU, Komisi III DPRD Bekasi Sentil Dinas Cipta Karya

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
390 pengembang belum serahkan PSU di Bekasi. DPRD soroti Dinas Cipta Karya dan siapkan evaluasi Perda Nomor 9 Tahun 2017.

390 pengembang belum serahkan PSU di Bekasi. DPRD soroti Dinas Cipta Karya dan siapkan evaluasi Perda Nomor 9 Tahun 2017.

INFO CIKARANG – Persoalan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) perumahan di Kabupaten Bekasi belum juga tuntas. Dari total sekitar 540 pengembang, baru 150 yang menyelesaikan serah terima PSU kepada pemerintah daerah. Artinya, masih ada 390 pengembang yang belum menuntaskan kewajibannya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi. Selain menyoroti lambatnya penyerahan aset, para legislator juga mempertanyakan kedisiplinan Dinas Cipta Karya yang dinilai belum maksimal dalam mengikuti pembahasan penyelesaian persoalan tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, Ombi Hari Wibowo, mengatakan penyerahan PSU bukan sekadar urusan administrasi antara pengembang dan pemerintah daerah. Persoalan itu berkaitan dengan penyelamatan aset daerah sekaligus pemenuhan hak masyarakat atas fasilitas umum dan fasilitas sosial di lingkungan perumahan.

“Ini menyangkut penyelamatan aset pemerintah daerah sekaligus pembangunan yang berkeadilan. Jangan sampai hak masyarakat yang seharusnya menjadi aset pemerintah daerah justru terbengkalai,” tegas Ombi usai mengikuti rapat dengar pendapat, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, fasilitas perumahan yang belum diserahkan berpotensi tidak memiliki kejelasan pengelolaan. Padahal, keberadaan jalan lingkungan, saluran drainase, ruang terbuka, hingga fasilitas umum lainnya berkaitan langsung dengan kebutuhan warga.

Ombi menilai penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan keseriusan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan teknis.

Namun, ia menyayangkan Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi yang disebut beberapa kali tidak menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III. Bahkan, kepala dinas terkait disebut belum pernah hadir secara langsung dalam pembahasan tersebut.

“Ini sangat disayangkan. Masyarakat menunggu dan berharap ada penyelesaian dari persoalan yang mereka adukan kepada pemerintah daerah. Seharusnya dinas terkait hadir, bukan justru tidak datang,” kritik Ombi.

Ia menjelaskan, keterlibatan Dinas Cipta Karya sangat dibutuhkan karena proses penyerahan PSU berkaitan dengan dokumen teknis perumahan, termasuk kelengkapan site plan dan block plan.

Tanpa dukungan dinas teknis, proses pemeriksaan dokumen dan penyelesaian administrasi berisiko semakin sulit dituntaskan.

Atas kondisi tersebut, Ombi mendesak Bupati Bekasi mengevaluasi kedisiplinan serta kinerja OPD terkait. Menurutnya, persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak seharusnya berlarut-larut akibat lemahnya koordinasi antarlembaga.

Di sisi lain, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi juga berencana menelaah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2017. Regulasi tersebut dinilai perlu dievaluasi agar proses serah terima PSU dapat berjalan lebih mudah dan tidak terhambat persoalan birokrasi.

“Ada beberapa poin yang memang perlu kita bahas untuk direvisi. Spiritnya agar ada kemudahan di proses serah terima PSU, terus juga penataan TPU yang hari ini sangat problematik,” jelasnya.

Selain membahas penyerahan PSU, Komisi III turut menyoroti persoalan penataan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten Bekasi. Pembenahan sektor tersebut dinilai perlu masuk dalam pembahasan regulasi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara lebih terarah.

Komisi III juga berencana memperkuat koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Langkah ini diperlukan untuk membahas aspek legalitas dan proses pengalihan aset perumahan sehingga penyerahan PSU kepada pemerintah daerah dapat berjalan lebih efektif.

Dengan masih adanya 390 pengembang yang belum menyelesaikan kewajiban penyerahan PSU, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. DPRD berharap evaluasi terhadap OPD teknis, pembenahan regulasi, serta koordinasi dengan BPN dapat mendorong percepatan penyelesaian aset perumahan di Kabupaten Bekasi.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cemburu Buta Berujung Tragis: Motif Wanita Disiram Air Keras di Bekasi

    Cemburu Buta Berujung Tragis: Motif Wanita Disiram Air Keras di Bekasi

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus penyiraman air keras kembali terjadi, kali ini di Bekasi Utara, Kota Bekasi. AR (25) tega menyiram pacarnya, FR (20), dengan cairan asam sulfat karena diliputi rasa cemburu. Insiden ini terjadi pada Sabtu (7/12) malam dan langsung menarik perhatian publik. Motif Cemburu Jadi Pemicu Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol […]

  • Wacana PHK massal di sektor otomotif kembali mencuat setelah dua pabrik komponen otomotif asal Jepang dikabarkan berpotensi merelokasi produksi ke Vietnam, yang dapat berdampak pada ribuan pekerja di Indonesia.

    Dua Pabrik Komponen Otomotif Asal Jepang Terancam PHK Ribuan Karyawan, Diduga Terkait Relokasi Produksi ke Vietnam

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Wacana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar kembali mencuat di sektor industri otomotif nasional. Dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang disebut-sebut akan melakukan pergeseran produksi ke luar negeri, yang berpotensi berdampak pada ribuan pekerja di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, […]

  • Penolakan warga Perumahan Telaga Harapan terhadap rencana pembangunan underpass oleh pengembang Metland Cibitung di Desa Telaga Murni, Cikarang Barat, memasuki babak baru.

    Penolakan Warga Telaga Harapan terhadap Rencana Underpass Metland Cibitung Terus Bergulir 

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Penolakan warga Perumahan Telaga Harapan terhadap rencana pembangunan underpass yang akan dilakukan oleh pengembang Metland Cibitung di Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, kini memasuki babak baru. Warga yang tergabung dalam Tim 11 secara resmi menyerahkan dokumen penolakan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam audiensi yang […]

  • Kondisi banjir yang masih menggenangi Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.

    Pasca Hari Ketiga, Banjir Masih Menggenangi Perumahan Villa Kencana Cikarang

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Banjir masih belum sepenuhnya surut di Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Genangan air masih terlihat di sejumlah titik permukiman dan ruas jalan utama perumahan, membuat aktivitas warga berjalan terbatas. Sejak banjir melanda pada akhir pekan lalu, warga di kawasan tersebut harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang terendam. Beberapa rumah […]

  • Polisi menggelar konferensi pers pengungkapan kasus kematian mahasiswi di Apartemen Tower Mahakam, Cikarang Utara, dan menetapkan lima tersangka terkait peredaran obat ilegal tanpa resep dokter.

    Kasus Kematian Mahasiswi di Apartemen Cikarang Utara Terungkap, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara mengungkap kasus kematian seorang mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Korban berinisial PAF (20), seorang pelajar/mahasiswi asal Cikarang Timur. Ia ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Apartemen Tower Mahakam pada […]

  • Temu Dedi Mulyadi dan Ade Kuswara: Mimpi Baru untuk Bekasi, Gabungkan Kebersihan dan Identitas Budaya

    Temu Dedi Mulyadi dan Ade Kuswara: Mimpi Baru untuk Bekasi, Gabungkan Kebersihan dan Identitas Budaya

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi terpilih, Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja, untuk membahas tantangan dan peluang Kabupaten Bekasi. Dalam diskusi hangat ini, Dedi menyoroti tantangan besar Bekasi yang ia sebut sebagai wilayah dengan kontras mencolok: di satu sisi ada kawasan industri […]

expand_less