Banjir di Kabupaten Bekasi: 17 Kecamatan Terdampak, Lebih dari 30 Ribu KK Terimbas
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Banjir merendam wilayah Kabupaten Bekasi, warga mulai mengungsi.
INFO CIKARANG — Kabupaten Bekasi kembali dilanda banjir. Berdasarkan laporan terbaru per 23 Januari 2026 pukul 10.11 WIB, sebanyak 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Data sementara mencatat 51 desa/kelurahan terdampak banjir dengan 15 titik pengungsian yang telah disiapkan untuk warga.
Total warga terdampak mencapai 30.649 kepala keluarga (KK), sementara 2.411 KK di antaranya terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Daftar Kecamatan Terdampak
Adapun kecamatan yang terdampak banjir meliputi:
1. Tarumajaya
2. Muara Gembong
3. Cabangbungin
4. Sukawangi
5. Sukakarya
6. Babelan
7. Tambun Utara
8. Tambelang
9. Pebayuran
10. Sukatani
11. Karangbahagia
12. Kedungwaringin
13. Cibitung
14. Tambun Selatan
15. Cikarang Utara
16. Cikarang Timur
17. Cikarang Barat
18. Cikarang Selatan
Upaya Penanganan dan Evakuasi
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Bekasi bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana, Desa Tangguh Bencana (Destana), relawan kebencanaan, serta berbagai stakeholder terkait telah melakukan sejumlah langkah cepat.
Upaya tersebut meliputi evakuasi dan penyelamatan warga, asesmen wilayah terdampak, pendirian dan pengelolaan posko pengungsian, serta penyaluran bantuan logistik kepada korban banjir.
Warga juga terus diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlanjut.
Unsur yang Terlibat
Penanganan banjir ini melibatkan banyak unsur, di antaranya:
BPBD Kabupaten Bekasi
Kodim 0509/Kabupaten Bekasi
Polres Metro Bekasi
PMI
Pemerintah kecamatan dan desa wilayah terdampak
Koramil dan Polsek setempat
Relawan dan pegiat kebencanaan
Seluruh pihak berupaya dalam proses evakuasi, pengamanan korban, manajemen posko, hingga distribusi bantuan.
Usulan Teknologi Modifikasi Cuaca
“Selain fokus pada penanganan darurat di lapangan, kami juga telah mengajukan permohonan resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC),” ujar Agus Suparno, Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi intensitas hujan ekstrem dengan mengalihkan hujan ke wilayah laut yang mampu menampung debit air lebih besar.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan PLN untuk memastikan keamanan jaringan listrik di wilayah terdampak banjir.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tambahnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar