Batasi Penggunaan Ponsel, SMPN 1 Cikarang Timur Dorong Siswa Lebih Fokus Belajar
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Plt Kepala SMPN 1 Cikarang Timur menunjukkan komitmen sekolah dalam membatasi penggunaan ponsel demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih fokus dan kondusif.
INFO CIKARANG – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif terus dilakukan oleh SMPN 1 Cikarang Timur.
Salah satunya melalui kebijakan pembatasan penggunaan ponsel bagi para siswa di lingkungan sekolah.
Kebijakan ini sejalan dengan langkah pemerintah pusat dalam mengendalikan penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja, sekaligus mendukung perlindungan anak di ruang digital.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Cikarang Timur, Imam, menjelaskan bahwa pembatasan tersebut merujuk pada regulasi pemerintah terkait tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak.
Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol berpotensi memicu berbagai masalah, mulai dari kecanduan hingga paparan konten negatif.
“Pembatasan ini penting agar siswa tidak terjebak dalam penggunaan gawai berlebihan, sekaligus menghindari risiko seperti cyber bullying,” ujarnya dikutip Senin, 20/4/2026).
Di sekolah, aturan diterapkan secara tegas. Siswa tidak diperkenankan membawa ponsel, kecuali untuk keperluan tertentu yang berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran.
Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga konsentrasi siswa selama proses belajar mengajar.
Pasalnya, penggunaan ponsel kerap mengalihkan perhatian, baik untuk bermain gim maupun mengakses hal di luar kebutuhan akademik.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mencegah penyalahgunaan teknologi di lingkungan sekolah, seperti pengambilan gambar atau video yang tidak pantas.
“Dengan pembatasan ini, kami ingin siswa lebih fokus belajar dan meminimalkan potensi aktivitas negatif,” tambahnya.
Lebih jauh, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengedukasi siswa mengenai penggunaan teknologi secara bijak. Lingkungan belajar yang sehat diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang siswa, baik secara akademik maupun sosial.
Pihak sekolah juga mengajak para guru untuk turut aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya etika digital dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar