Inflasi Kota Bekasi Tertinggi di Jawa Barat Awal 2026
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

Pemkot Bekasi memantau harga pangan dan kebutuhan pokok jelang Ramadhan 2026 setelah inflasi Kota Bekasi tercatat tertinggi di Jawa Barat pada awal tahun.
INFO CIKARANG — Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan pemantauan pergerakan harga komoditas pangan dan kebutuhan pokok di pasar menjelang bulan suci Ramadhan 2026.
Langkah ini dilakukan menyusul posisi inflasi Kota Bekasi pada awal tahun 2026 yang tercatat sebagai tertinggi di antara 10 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat untuk kategori inflasi bulanan dan tahun kalender.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi, inflasi bulan ke bulan (month to month/m-to-m) pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,07 persen.
Angka yang sama juga tercatat pada inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d), yakni 0,07 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 3,37 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bekasi, Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa inflasi di awal tahun 2026 terutama dipicu oleh kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sejumlah komoditas mencatatkan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kota Bekasi.
“Emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,33 persen. Selanjutnya ikan kembung 0,03 persen, tarif rumah sakit 0,02 persen, tomat 0,02 persen, dan kangkung 0,01 persen,” ujar Hendra dalam keterangannya dikutip Rabu (4/2/2026).
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju inflasi atau memberikan andil deflasi pada Januari 2026.
Cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,18 persen, disusul cabai rawit 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, bensin 0,03 persen, serta telur ayam ras 0,02 persen.
Secara regional, inflasi bulanan dan tahun kalender Kota Bekasi tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Barat pada Januari 2026.
Sebaliknya, inflasi terendah tercatat di Kota Cirebon dengan angka minus 0,44 persen.
Namun, untuk kategori inflasi tahunan, posisi tertinggi ditempati Kota Sukabumi sebesar 3,74 persen, sementara inflasi tahunan terendah berada di Kabupaten Subang dengan angka 2,92 persen.
Tingginya inflasi awal tahun membuat Pemkot Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan, terutama komoditas pangan strategis.
Pemantauan harga di pasar tradisional dan modern terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar