Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Proyek Perbaikan Jalan di Tambun Selatan Tak Rampung-Rampung, Arus Lalu Lintas Terganggu

Proyek Perbaikan Jalan di Tambun Selatan Tak Rampung-Rampung, Arus Lalu Lintas Terganggu

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
  • comment 0 komentar

INFO CIKARANG – Hampir satu bulan berlalu sejak proyek perbaikan jalan dimulai di wilayah Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, namun hingga akhir Juni 2025 belum terlihat penyelesaian secara menyeluruh. Material bongkaran jalan berupa puing-puing beton masih tertumpuk di pinggir jalan, mempersempit akses dan menyulitkan pengguna jalan.

Kemacetan parah menjadi keluhan utama warga sekitar, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas harian warga yang mayoritas merupakan pekerja dan pelajar. Salah satu warga, Yada, menyebut situasi ini sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

“Hanya sedikit jalur yang bisa dilalui kendaraan,” demikian disampaikan oleh sejumlah pengguna jalan. Di beberapa titik, permukaan jalan masih rusak, sementara sisi lainnya masih tertutup material proyek, menyebabkan kendaraan harus melambat atau bahkan berhenti.

Sejumlah pengendara terpaksa mengantre panjang ketika melewati jalur ini, terutama saat intensitas lalu lintas tinggi. Hal ini tidak hanya memperpanjang waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan konsumsi bahan bakar dan risiko kecelakaan ringan.

Warga setempat menyampaikan harapan agar proses pengerjaan segera dirampungkan oleh pihak berwenang. Penuntasan proyek diharapkan dapat memulihkan kelancaran arus kendaraan, sekaligus mengurangi dampak sosial-ekonomi akibat keterlambatan perjalanan.

Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi dari pelaksana proyek mengenai estimasi waktu penyelesaian. Masyarakat mengimbau agar instansi terkait mempercepat penyelesaian dan memastikan sisa material segera dibersihkan dari badan jalan.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Harjamekar Digusur Tanpa Ganti Rugi, Harap Ada Relokasi dan Perhatian Pemerintah

    Warga Harjamekar Digusur Tanpa Ganti Rugi, Harap Ada Relokasi dan Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Jum, 11 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Belasan warga di Kampung Tanah Baru, RT 007 RW 003, Desa Harjamekar, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengalami penggusuran yang dilakukan oleh pihak swasta, yakni Jababeka, pada Jumat (11 April 2025). Sayangnya, proses penggusuran ini berlangsung tanpa adanya relokasi, ganti rugi, atau kompensasi atas bangunan yang sudah lama mereka tempati. Setidaknya ada […]

  • Gratis untuk Warga Kabupaten Bekasi! Cek Rute dan Jadwal BISKITA Trans Wibawa Mukti

    Gratis untuk Warga Kabupaten Bekasi! Cek Rute dan Jadwal BISKITA Trans Wibawa Mukti

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kini pilihan transportasi yang lebih modern dan juga nyaman telah tersedia bagi warga Kabupaten Bekasi! Pasalnya, BISKITA Trans Wibawa Mukti resmi beroperasi untuk mempermudah mobilitas masyarakat, terutama di jalur strategis. Dengan layanan ini, diharapkan semakin banyak orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Bekasi. Rute dan […]

  • Apindo Bekasi Bingung, Kenaikan PPN 12 Persen Bisa Tekan Industri!

    Apindo Bekasi Bingung, Kenaikan PPN 12 Persen Bisa Tekan Industri!

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang berlaku mulai tahun 2025 mendatang bikin kalangan pengusaha, terutama di Kota Bekasi, jadi was-was. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, Farid Elhakamy, mengungkapkan bahwa kebijakan ini bakal memukul sektor produksi, khususnya perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor. Bahan Baku Impor Naik, […]

  • Libur Nataru, timbulan sampah di Kota Bekasi tembus 55 ton.

    DLH Kota Bekasi Catat Timbulan Sampah Nataru Capai 55 Ton, Pengendalian Dinilai Optimal

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat total timbulan sampah selama momen libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 55 ton. Meski aktivitas masyarakat meningkat, pengelolaan sampah dinilai berjalan terkendali. Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan langkah pengendalian sampah telah dilakukan sejak perayaan Natal hingga malam pergantian tahun. Pada […]

  • Pencurian terjadi di rumah kos Pasir Konci, Jalan Attaqwa, Kabupaten Bekasi. Pelaku diduga masuk saat kosan dalam keadaan kosong.

    Kosan di Cikarang Dibobol Pencuri, Harta Benda Milik Penghuni Raib

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah kos di Pasir Konci, Jalan Attaqwa, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Pelaku diduga masuk ke dalam kosan saat para penghuni sedang tidak ada. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.15 WIB, saat suami korban pulang dari masjid. Setibanya di kosan, korban mendapati sejumlah barang berharga […]

  • KSPSI Jelaskan Alasan Dewan Kesejahteraan Buruh Belum Resmi Beroperasi

    KSPSI Jelaskan Alasan Dewan Kesejahteraan Buruh Belum Resmi Beroperasi

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) rupanya masih tertunda. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa finalisasi struktur lembaga tersebut belum rampung, terutama terkait penunjukan figur yang akan memimpin lembaga baru itu. Keterlambatan ini, menurut Andi, bukan persoalan teknis biasa. Struktur yang sedang dibahas dianggap memiliki bobot besar karena DKBN […]

expand_less