Sampah Pasca Lebaran Meledak, DLH Bekasi Buka Dua Zona Buang di TPA Burangkeng
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Lonjakan kendaraan pengangkut sampah di TPA Burangkeng pasca-lebaran.
INFO CIKARANG — Lonjakan volume sampah pasca Lebaran mulai terasa di Kabupaten Bekasi.
Aktivitas di TPA Burangkeng bahkan meningkat signifikan, ditandai dengan membludaknya kendaraan pengangkut sampah yang masuk setiap harinya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi pun bergerak cepat dengan menyiapkan strategi khusus agar pelayanan tetap berjalan normal di tengah peningkatan tersebut.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyebut pihaknya sudah mengantisipasi kondisi ini jauh hari, terutama melalui penguatan sistem pengelolaan di lapangan.
“Kami sudah siapkan skema untuk menghadapi lonjakan volume sampah, khususnya melalui UPTD pengelolaan sampah di Burangkeng,” ujarnya dikutip Minggu, (29/3/2026).
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah membuka dua zona pembuangan, masing-masing di wilayah utara dan selatan.
Skema ini diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan yang meningkat selama periode Lebaran.
“Kita siapkan dua titik, di utara dan selatan, supaya antrean kendaraan bisa terurai dan tidak menumpuk di satu lokasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, DLH juga menggandeng pihak swasta dalam proses pengangkutan serta menggaungkan gerakan “mudik tanpa sampah” kepada masyarakat.
Hal ini dinilai penting karena Kabupaten Bekasi menjadi jalur lintasan jutaan pemudik.
“Kami juga sudah sosialisasikan mudik tanpa sampah, karena lebih dari satu juta orang melintas di wilayah Bekasi,” tambahnya.
Dari sisi operasional, DLH memastikan armada pengangkut tetap dalam kondisi siap pakai.
Perawatan kendaraan hingga ketersediaan BBM telah dipersiapkan tanpa perlu menambah unit baru.
“Armada sudah kami siapkan, baik dari sisi perawatan maupun BBM, jadi operasional tetap maksimal,” katanya.
Untuk jangka panjang, DLH berencana melakukan pengelolaan sampah non-organik melalui skema penambangan (mining) di area TPA.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang sudah menumpuk.
“Ke depan kami akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk mining sampah non-organik di Burangkeng,” ungkap Dedi.
Berdasarkan data, lonjakan kendaraan pengangkut sampah cukup signifikan.
Dari sekitar 100 kendaraan, meningkat menjadi 150, hingga mencapai puncaknya sekitar 370 kendaraan dalam satu hari.
Meski demikian, kondisi tersebut masih bisa dikendalikan berkat penerapan sistem dua zona.
“Alhamdulillah masih dalam batas wajar, karena antrean bisa diantisipasi,” tutupnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar