BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jabar, Wilayah Kab Bekasi Masuk Zona Waspada
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- comment 0 komentar

BMKG peringatkan potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Barat.
Salah satu daerah yang berpotensi terdampak adalah kawasan pesisir Kabupaten Bekasi.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok dan berlaku dalam rentang waktu 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026.
BMKG menjelaskan, potensi banjir rob dipengaruhi oleh kondisi pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fenomena astronomi Bulan Purnama dan Perigee, yakni saat jarak Bulan dengan Bumi berada pada posisi terdekat.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan, sehingga air laut dapat meluap ke daratan, khususnya di wilayah pesisir dataran rendah.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang pesisir utara Jawa Barat agar meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Untuk wilayah Kabupaten Bekasi, potensi banjir rob diperkirakan dapat terjadi di kawasan pesisir utara, meliputi Kecamatan Muara Gembong, Tarumajaya, dan Babelan.
Sementara di Kabupaten Karawang, daerah yang diprediksi terdampak antara lain Cibuaya, Tirtajaya, Pakisjaya, Cilebar, Cilamaya, Pedes, hingga Tempuran.
BMKG memperkirakan, waktu terjadinya banjir rob berada pada rentang pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, seiring dengan puncak pasang air laut.
Fenomena banjir rob berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari terganggunya aktivitas masyarakat pesisir, akses transportasi, hingga kegiatan ekonomi seperti perikanan dan bongkar muat di pelabuhan.
Genangan air laut juga dapat memengaruhi kawasan permukiman yang berada dekat dengan garis pantai.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, serta segera mengambil langkah mitigasi guna mengurangi risiko kerugian akibat banjir rob.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar