Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » TPS Ilegal di Kebalen Ditutup, Plt Bupati Bekasi Pasang Garis Polisi dan Perintahkan Pembersihan Total

TPS Ilegal di Kebalen Ditutup, Plt Bupati Bekasi Pasang Garis Polisi dan Perintahkan Pembersihan Total

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
TPS ilegal di Kebalen, Bekasi Utara, dipasangi garis polisi setelah dilakukan penutupan oleh Pemkab Bekasi.

TPS ilegal di Kebalen, Bekasi Utara, dipasangi garis polisi setelah dilakukan penutupan oleh Pemkab Bekasi.

INFO CIKARANG – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di wilayah Kebalen, Kecamatan Bekasi Utara, resmi ditutup setelah dipasangi garis polisi.

Penutupan dilakukan menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.

Pemasangan police line tersebut bertujuan menghentikan seluruh aktivitas pembuangan sampah liar yang selama ini dikeluhkan warga.

TPS ilegal itu dinilai telah menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari bau menyengat, serbuan lalat, hingga pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.

Dalam sidaknya, Plt Bupati Bekasi menegaskan bahwa keberadaan TPS tanpa izin merupakan pelanggaran aturan dan tidak boleh ditoleransi.

Ia memastikan lokasi tersebut ditutup permanen dan tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah di sini. Lokasi ini kami tutup, dan kami minta Dinas Lingkungan Hidup segera mengangkut seluruh sampah yang ada,” tegas Plt Bupati Bekasi di hadapan petugas.

DLH Diminta Bersihkan Lokasi dan Perketat Pengawasan

Selain memasang garis polisi, Plt Bupati Bekasi juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh di area TPS ilegal tersebut.

Sampah yang menumpuk diminta segera diangkut agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan.

Tak hanya itu, DLH juga diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan TPS liar, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kebalen, yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah ilegal.

“Kami tidak ingin setelah ditutup, muncul lagi TPS liar di tempat lain. Pengawasan harus diperketat,” ujar Plt Bupati Bekasi.

Warga: Sudah Lama Dikeluhkan, Baru Sekarang Ditindak

Warga sekitar menyambut baik langkah tegas pemerintah daerah.

Mereka mengaku keberadaan TPS ilegal tersebut sudah lama menjadi keluhan, namun baru kali ini mendapat penanganan serius.

“Sampahnya sudah lama ada, tapi makin parah belakangan ini. Baunya menyengat sekali, apalagi kalau siang hari,” ujar Supri (42), warga Kebalen dikutip Rabu (7/1/2026).

Keluhan serupa disampaikan A (35), warga lainnya. Ia berharap penertiban ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan disertai pengawasan berkelanjutan.

“Kami senang sekarang sudah digaris polisi, tapi harapannya benar-benar dibersihkan dan tidak dipakai lagi. Kalau tidak diawasi, bisa kejadian lagi,” katanya.

Dorongan Solusi Jangka Panjang

Penutupan TPS ilegal di Kebalen dinilai warga sebagai langkah awal yang positif.

Namun mereka juga berharap pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang, seperti penyediaan TPS resmi dan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan terkontrol.

Warga menilai, tanpa adanya fasilitas resmi dan pengawasan yang konsisten, praktik pembuangan sampah liar berpotensi kembali terjadi, baik di lokasi yang sama maupun berpindah ke wilayah lain.

Imbauan Pemerintah dan Peran Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Bekasi turut mengimbau masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya serta aktif melaporkan apabila menemukan praktik pembuangan sampah ilegal di lingkungan sekitar.

Partisipasi masyarakat dinilai krusial untuk mencegah munculnya kembali TPS liar yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kesehatan publik.

Selain itu, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penertiban dan pengawasan rutin terhadap titik-titik rawan pembuangan sampah liar.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debu Proyek Ganggu Warga Tegal Gede Cikarang, Truk Diminta Dibersihkan Sebelum Melintas

    Debu Proyek Ganggu Warga Tegal Gede Cikarang, Truk Diminta Dibersihkan Sebelum Melintas

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    CIKARANG, BEKASI – Aktivitas proyek di kawasan Tegal Gede, Cikarang, kembali mendapat sorotan warga. Kali ini, keluhan berkaitan dengan debu dan pasir yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi. Keluhan tersebut disampaikan seorang warga melalui media sosial. Dalam unggahannya, warga menyoroti kondisi area proyek yang dipenuhi material pasir serta kendaraan truk yang keluar-masuk lokasi […]

  • Pabrik Narkoba di Warung Kobak Cikarang Dibongkar, Tiga Pemuda Ditangkap

    Pabrik Narkoba di Warung Kobak Cikarang Dibongkar, Tiga Pemuda Ditangkap

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Polsek Tambun Selatan berhasil mengungkap industri pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis di sebuah kontrakan di Warung Kobak, RT 03 RW 04, Pasir Gombong, Cikarang Utara. Dalam penggerebekan ini, tiga orang tersangka berinisial YP (27), YT (26), dan MA (26) ditangkap. Ketiganya diduga berperan sebagai pengedar sekaligus peracik tembakau sintetis tersebut. Kepala Polsek […]

  • Tanggul yang ambrol di Perumahan GCV Jayasampurna, Kabupaten Bekasi, meningkatkan risiko banjir akibat luapan Kali Cikarang.

    Tanggul Rusak, Warga Perumahan GCV Jayasampurna Dihantui Oleh Banjir

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Warga Perumahan Grand Cikarang Village (GCV) di Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, kembali dihantui ancaman banjir. Salah satu titik tanggul yang dibangun pengembang untuk menahan luapan Kali Cikarang kini ambrol dan berpotensi menggenangi rumah warga. Tandes (56), salah seorang warga, menjelaskan bahwa tanggul dibangun pengembang pada September–Oktober 2025 setelah banjir […]

  • Dedi Mulyadi akui sudah berulang kali ingatkan Bupati Bekasi soal korupsi.

    Wanti-wanti Ade Kuswara Kunang Saat Menjabat, Dedi Mulyadi: Berkali-kali Saya Ingatkan Jauhi Korupsi

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang agar menjalankan pemerintahan sesuai prinsip kepatutan dan menjauhi praktik korupsi. Pernyataan itu disampaikan Dedi menanggapi penetapan Ade Kuswara Kunang sebagai tersangka kasus dugaan suap ijon proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dedi menegaskan, peringatan tersebut […]

  • Dikritik Remaja, Dedi Mulyadi Ungkap Kenapa Wisuda Bikin Orang Tua Makin Berat

    Dikritik Remaja, Dedi Mulyadi Ungkap Kenapa Wisuda Bikin Orang Tua Makin Berat

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengadakan pertemuan dengan sejumlah warga terdampak proyek normalisasi sungai di Kabupaten Bekasi. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran seorang remaja perempuan lulusan SMA yang sebelumnya viral di media sosial karena mengkritik kebijakan Dedi terkait penghapusan wisuda sekolah. Dalam dialog terbuka yang diunggah melalui kanal Kang […]

  • Kepadatan kendaraan di simpang SGC Cikarang saat arus balik Lebaran.

    Arus Balik Lebaran 2026, Simpang SGC Cikarang Dipadati Pemudik

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kondisi lalu lintas di simpang SGC, tepatnya di Jalan RE Martadinata, terpantau ramai dan mengalami kemacetan pada arus balik Lebaran 2026 Minggu, (29/3/2026). Kepadatan ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan pemudik yang kembali dari kampung halaman menuju kawasan industri dan permukiman di Cikarang dan sekitarnya. Titik Simpang Jadi Titik Kepadatan Simpang SGC […]

expand_less