Banjir Rendam Jalan Raya Imam Bonjol Telagamurni Cikarang Barat, Pengendara Motor Terpaksa Menuntun Kendaraan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar

Banjir kembali menggenangi Jalan Raya Imam Bonjol, Telagamurni, Cikarang Barat, Kamis (29/1/2026), menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan pengendara terhambat.
INFO CIKARANG — Banjir kembali menggenangi Jalan Raya Imam Bonjol, Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat, pada Kamis (29/1/2026).
Genangan air yang menutup sebagian badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat dan memaksa sejumlah pengendara motor mendorong kendaraannya saat melintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi dan rekaman video yang beredar di media sosial, ketinggian air mencapai betis orang dewasa.
Kondisi tersebut menyulitkan sepeda motor untuk melintas karena berisiko mogok di tengah genangan.
Dalam video yang diunggah warganet, terlihat beberapa pengendara memilih menuntun motor secara perlahan, sementara kendaraan roda empat masih dapat melintas namun harus berjalan sangat pelan akibat jalan yang tergenang.
Genangan banjir di Jalan Raya Imam Bonjol Nomor 01, RT 003, Telagamurni ini berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama pada jam sibuk pagi saat masyarakat berangkat bekerja dan mengantar anak sekolah.
Sejumlah pengendara tampak berhenti sejenak untuk menilai kondisi jalan sebelum memutuskan tetap melintas atau mencari jalur lain yang lebih aman.
Diduga Dipicu Hujan Deras dan Drainase Tak Optimal
Warga sekitar menyebut banjir diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak malam sebelumnya.
Selain itu, saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air disebut menjadi faktor penyebab genangan sulit surut.
“Kalau hujan deras, di sini memang sering banjir. Biasanya air baru surut setelah beberapa jam,” ujar salah satu warga Telagamurni.
Pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di Jalan Raya Imam Bonjol Cikarang Barat, khususnya pengendara roda dua.
Pengendara disarankan menghindari genangan tinggi guna mencegah kendaraan mogok maupun risiko kecelakaan.
Jika kondisi banjir semakin tinggi, warga disarankan mencari jalur alternatif hingga genangan benar-benar surut.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar