Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Bocah 9 Tahun di Setu Diduga Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Uji Balistik dan Buru Penembak Misterius Secara Door to Door

Bocah 9 Tahun di Setu Diduga Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Uji Balistik dan Buru Penembak Misterius Secara Door to Door

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Petugas kepolisian melakukan penyelidikan kasus bocah 9 tahun yang diduga menjadi korban peluru nyasar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Polisi masih memburu pelaku dan menguji proyektil di Laboratorium Forensik.

Petugas kepolisian melakukan penyelidikan kasus bocah 9 tahun yang diduga menjadi korban peluru nyasar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Polisi masih memburu pelaku dan menguji proyektil di Laboratorium Forensik.

INFO CIKARANG – Penyelidikan kasus bocah berusia 9 tahun yang diduga menjadi korban peluru nyasar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, terus bergulir.

Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku penembakan misterius yang identitasnya belum diketahui.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban kini diamankan sebagai barang bukti dan akan menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor).

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap jenis proyektil, spesifikasi senjata yang digunakan, hingga kemungkinan asal-usul peluru.

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari metode scientific crime investigation guna mengungkap pelaku secara ilmiah.

“Proyektil yang diangkat dari tubuh korban saat ini telah diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut,” ujar AKP Usep Aramsyah, dalam keterangannya dikutip Rabu, (8/7/2026).

Berdasarkan analisis awal penyidik, proyektil tersebut diduga berasal dari senapan angin.

Meski kerap digunakan untuk hobi berburu atau olahraga menembak, penggunaan senapan angin tetap diatur oleh ketentuan hukum karena memiliki daya rusak yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

“Untuk sementara, dugaan kami proyektil tersebut berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin sendiri memiliki aturan yang diatur dalam peraturan terkait penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi,” jelasnya.

Selain menunggu hasil uji balistik, polisi juga terus memperluas penyelidikan di lapangan.

Sejauh ini, sebanyak enam orang telah dimintai keterangan, terdiri atas tiga teman korban yang saat itu sedang bermain bersama, seorang warga yang berada di sekitar lokasi, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.

Namun, proses pengungkapan kasus tidak berjalan mudah. Minimnya kamera pengawas (CCTV) di kawasan permukiman membuat penyidik harus mengandalkan penyelidikan konvensional dengan mendatangi rumah-rumah warga.

Petugas kini melakukan pendataan secara door to door untuk mencari informasi mengenai warga yang diduga memiliki atau menggunakan senapan angin di sekitar lokasi kejadian.

“Sampai saat ini kami belum mengantongi identitas pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung. Mengingat di kawasan tersebut minim kamera CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan metode door to door kepada warga untuk mencari informasi mengenai orang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi,” pungkas AKP Usep Aramsyah.

Sebelumnya diberitakan, korban berinisial ANS (9) mengalami luka setelah diduga terkena peluru nyasar saat sedang bermain di kawasan Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Beruntung, proyektil berhasil diangkat dari tubuh korban sehingga kini dapat dijadikan barang bukti untuk membantu mengungkap pelaku.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kepemilikan maupun penggunaan senapan angin di sekitar lokasi kejadian agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layanan perizinan digital BOSS resmi diterapkan, Pemkab Bekasi tekan praktik percaloan.

    Calo Perizinan di Kabupaten Bekasi Bakal Kocar-kacir, Pemkab Luncurkan Sistem Digital BOSS

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Praktik percaloan dalam pengurusan perizinan di Kabupaten Bekasi dipastikan bakal semakin terdesak. Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menerapkan sistem pelayanan perizinan berbasis digital bernama Bekasi One Stop Service (BOSS). Kehadiran sistem ini bertujuan menyederhanakan proses perizinan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Melalui BOSS, masyarakat dapat mengurus berbagai jenis […]

  • Liburan Dekat? Ini 3 Pantai di Bekasi yang Wajib Kamu Kunjungi!

    Liburan Dekat? Ini 3 Pantai di Bekasi yang Wajib Kamu Kunjungi!

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Bekasi sering jadi bahan candaan di dunia maya, tapi siapa sangka kota ini punya pantai-pantai keren yang layak jadi tujuan wisata? Tanpa harus jauh-jauh ke Bali atau Anyer, kamu bisa menikmati keindahan pantai di pesisir utara Bekasi. Cocok banget buat warga Jabodetabek yang ingin liburan hemat sambil melepas penat. Berikut adalah tiga […]

  • Sinergi Pemimpin Daerah: Bupati Bekasi Bahas Solusi Banjir Bareng Gubernur Jabar

    Sinergi Pemimpin Daerah: Bupati Bekasi Bahas Solusi Banjir Bareng Gubernur Jabar

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Masalah banjir di Bekasi kembali menjadi sorotan. Untuk mencari solusi konkret, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menghadiri pertemuan kepala daerah bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, serta Bupati Bogor dan Wali Kota Depok, yang digelar di Kota Bekasi pada 7 Maret 2025. Dalam pertemuan ini, para pemimpin […]

  • Seorang Lansia Meninggal Usai Antre Gas, Distribusi Dipertanyakan

    Seorang Lansia Meninggal Usai Antre Gas, Distribusi Dipertanyakan

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang warga Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, bernama Yonih (62), dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kelelahan usai mengantre gas elpiji 3 kg bersubsidi. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat setempat. Kronologi Kejadian Menurut Ketua RT 001 Pamulang Barat, Saeful, almarhum berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengantre gas di […]

  • Aksi unjuk rasa warga Perumahan Puri Nirwana Residence berujung kesepakatan dengan pengembang terkait penanganan banjir yang kerap melanda kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi.

    Warga Puri Nirwana Residence Capai Kesepakatan dengan Developer Usai Aksi Banjir, Penanganan Darurat dan Jangka Panjang Disepakati

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Warga Perumahan Puri Nirwana Residence akhirnya mendapatkan kepastian usai menggelar aksi protes di kantor marketing utama. Kesepakatan bersama antara warga dan developer Puri Nirwana Residence dicapai pada Jumat (30/1/2026), terkait penanganan banjir yang sering menggenangi kawasan perumahan. Kesepakatan ini disahkan dalam Berita Acara Kesepakatan Bersama dan ditandatangani oleh perwakilan developer, warga, serta […]

  • Kenaikan PPN 12 Persen di 2025: Bagaimana Dampaknya pada Kantong Kita?

    Kenaikan PPN 12 Persen di 2025: Bagaimana Dampaknya pada Kantong Kita?

    • calendar_month Jum, 20 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 akan segera berlaku. Ini adalah bagian dari kebijakan yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Sebelumnya, PPN mengalami kenaikan dari 10 persen menjadi 11 persen pada April 2022. Meski terlihat kecil, perubahan ini jelas […]

expand_less