Warga Tegal Danas Keluhkan Debu Truk Molen, Ceceran Beton Dinilai Membahayakan Pengendara
- account_circle Admin
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kondisi ruas jalan di Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Cikarang Pusat, yang dipenuhi debu dan ceceran material beton diduga berasal dari aktivitas truk molen pengangkut beton.
INFO CIKARANG – Keluhan warga Kampung Tegal Danas, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terhadap polusi debu kembali mencuat.
Debu yang setiap hari menyelimuti kawasan tersebut diduga berasal dari ceceran material beton truk molen yang mengering di badan jalan sebelum hancur dan beterbangan saat dilintasi kendaraan.
Merasa kondisi tersebut tak kunjung mendapat penanganan serius, warga memasang spanduk bertuliskan “Tegal Danas Darurat Debu” sebagai bentuk protes sekaligus harapan agar pemerintah daerah dan perusahaan batching plant segera mengambil langkah nyata.
Salah seorang warga, Indra Lesmana, mengatakan persoalan itu sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa saat memasuki musim kemarau.
Menurutnya, jalan memang sempat bersih setelah dilakukan pengaspalan pada 2019, namun kondisinya tidak bertahan lama.
“Masalah ini sudah bertahun-tahun kami rasakan. Setelah jalan diaspal memang sempat bersih, tapi hanya sebentar. Setelah itu debu kembali muncul karena material beton yang tercecer terus dilindas kendaraan,” ujar Indra dalam keterangannya dikutip Selasa, (28/7/2026).
Ia mengaku debu yang beterbangan tidak hanya membuat rumah dan lingkungan menjadi kotor, tetapi juga mulai berdampak pada kesehatan warga.
Keluhan batuk hingga gangguan pernapasan disebut semakin sering dirasakan, terutama saat cuaca panas.
Selain itu, aktivitas usaha warga juga ikut terdampak karena debu mudah menempel pada barang dagangan sehingga mengurangi kenyamanan pembeli.
Sementara itu, warga lainnya, Yoga, menyoroti bahaya ceceran beton yang mengeras di permukaan jalan.
Menurutnya, kondisi tersebut telah beberapa kali menyebabkan pengendara sepeda motor kehilangan kendali.
“Di sekitar perempatan Tegal Danas sudah sering ada pengendara yang jatuh. Ada yang terpeleset, ada juga yang menghindari ceceran beton lalu kehilangan keseimbangan,” kata Yoga.
Ia juga mengungkapkan jumlah perusahaan batching plant di sekitar kawasan tersebut terus bertambah sehingga lalu lintas truk molen semakin padat.
Kondisi itu dinilai memperbesar potensi material beton tercecer di jalan apabila tidak diawasi dengan baik.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi memperketat pengawasan terhadap aktivitas perusahaan batching plant dan mewajibkan setiap perusahaan bertanggung jawab membersihkan material yang tercecer di jalan.
Selain itu, penyiraman jalan secara berkala selama musim kemarau juga dinilai penting untuk mengurangi polusi debu sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.
Masyarakat berharap persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut tidak lagi dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapat solusi agar lingkungan permukiman menjadi lebih sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh warga maupun pengguna jalan.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar