Langganan Banjir Tahunan, Penampungan Sementara Warga Diusulkan Jadi Prioritas di Cikarang Pusat
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab melalui Kecamatan Cikarang Pusat mengusulkan pembangunan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak banjir.
INFO CIKARANG — Persoalan banjir yang terus berulang mendorong Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat mengusulkan pembangunan tempat penampungan sementara warga terdampak banjir sebagai program prioritas pembangunan.
Usulan ini muncul karena banjir menjadi kejadian rutin setiap tahun, sementara sebagian besar warga menolak opsi relokasi permanen.
Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cikarang Pusat, Khairul Hamid, menyebut banjir merupakan persoalan paling mendesak yang dihadapi wilayahnya.
Ia menjelaskan, kawasan Pasiranji dan Pasir Tanjung hampir selalu terdampak banjir setiap tahun, khususnya pada periode puncak musim hujan antara Januari hingga Maret.
“Banjir itu hampir bisa dipastikan terjadi setiap tahun. Sementara masyarakat tidak ingin direlokasi dari tempat tinggalnya, jadi kebutuhan paling mendesak adalah penampungan sementara yang layak,” ujar Khairul Hamid dalam keterangan resminya dikutip Rabu, (11/2/2026).
Khairul mengungkapkan, saat ini terdapat lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada dalam pengelolaan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan).
Di atas lahan tersebut berdiri sebuah bangunan pendopo yang secara administratif masuk wilayah Desa Pasir Tanjung, meski secara geografis lebih dekat dengan Pasiranji.
Namun, kondisi bangunan tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai lokasi evakuasi warga saat banjir.
“Atap bangunannya sudah banyak yang rusak, kamar mandi juga tidak berfungsi. Kalau dipakai untuk penampungan warga jelas tidak memadai,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan pemerintah kecamatan, jumlah warga terdampak banjir di kawasan Pasiranji dan sekitarnya mencapai sekitar 200 hingga 250 kepala keluarga.
Situasi serupa juga dialami warga Desa Pasir Tanjung yang hingga kini masih bergantung pada fasilitas darurat ketika banjir melanda.
Untuk tahun anggaran 2026, Kecamatan Cikarang Pusat memperoleh alokasi dana pembangunan sebesar Rp13,56 miliar yang didistribusikan ke sejumlah desa.
Meski demikian, Khairul mengakui masih terdapat satu desa yang belum terakomodasi dalam program pembangunan pada tahun berjalan.
Guna mengatasi keterbatasan anggaran, pihak kecamatan mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) agar kebutuhan infrastruktur dasar, termasuk penampungan banjir, dapat segera direalisasikan.
“Kami terus mendorong pemanfaatan CSR agar pembangunan bisa menjangkau desa yang belum ter-cover oleh anggaran pemerintah,” pungkasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar