Lonjakan Pasien Usai Lebaran 2026, RSUD Kabupaten Bekasi Diserbu Keluhan Kesehatan Ini
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Plt Bupati Bekasi saat meninjau pelayanan pasien di RSUD Kabupaten Bekasi usai Lebaran 2026.
INFO CIKARANG — Momentum libur panjang Lebaran 2026 tak hanya meninggalkan cerita kebersamaan, tetapi juga memicu lonjakan kunjungan pasien di RSUD Kabupaten Bekasi.
Pasca perayaan Idul Fitri, rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut mengalami peningkatan signifikan jumlah pasien, terutama dengan keluhan yang berkaitan dengan pola hidup selama libur panjang.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien datang dengan gejala seperti diare, mual, hingga pusing. Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh pola makan yang kurang terkontrol selama Lebaran.
“Pasien meningkat. Banyak yang diare, mual, dan pusing. Itu karena pola makan, kebanyakan santan,” ujarnya saat meninjau langsung pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Fenomena ini bukan hal baru. Setiap tahun, pasca Lebaran memang kerap diwarnai lonjakan kasus gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan santan, ditambah pola istirahat yang tidak teratur.
Dalam kunjungannya, Asep juga memastikan pelayanan di rumah sakit tetap berjalan optimal meski jumlah pasien meningkat. Ia menegaskan bahwa setiap pasien tetap melalui proses observasi medis sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.
“Pasien bukan didiamkan, tetapi diobservasi. Setelah jelas diagnosisnya, baru ditempatkan sesuai jenis penyakit,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti, memastikan seluruh tenaga medis tetap siaga penuh tanpa penerapan sistem kerja dari rumah. Seluruh layanan rumah sakit disebut berjalan normal meski terjadi lonjakan pasien.
Dengan total lebih dari seribu tenaga medis dan pendukung, pihak rumah sakit mengklaim siap menghadapi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Lonjakan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih menjaga pola makan dan kondisi fisik, terutama setelah melewati masa libur panjang yang identik dengan konsumsi makanan berlemak serta aktivitas yang padat.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar