Masuk Lewat Jendela, Pria Pengangguran di Sukakarya Kepergok Curi Ponsel dan Diduga Coba Perkosa Korban
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- comment 0 komentar

Pelaku pencurian ponsel diduga nyaris lakukan kekerasan seksual.INFO CIKARANG — Aksi kriminal terjadi di Kampung Pembetokan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
Seorang pria pengangguran yang biasa dipanggil Boy kepergok mencuri handphone di dalam rumah warga dan diduga nyaris melakukan pemerkosaan terhadap korban, seorang perempuan, pada Minggu (21/12/2025).
Peristiwa itu bermula ketika pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar.
Pelaku diduga mengincar sebuah handphone yang tergeletak di tengah rumah.
Namun, aksinya dipergoki oleh korban yang terbangun dan merasa curiga dengan gerak-gerik mencurigakan di dalam rumahnya.
Kakak korban menuturkan, saat adiknya terbangun dan melihat pelaku berada di dalam rumah, situasi berubah mencekam.
Bukannya melarikan diri, pelaku justru melakukan tindakan agresif.
“HP itu ada di tengah rumah. Dia masuk lewat jendela kamar adik saya. Pas pelaku sudah ada di dalam, adik saya bangun. Mungkin karena refleks atau panik, pelaku malah loncat ke adik saya dan langsung membekap mulutnya,” ujar kakak korban dalam keterangannya dikutip Senin (22/12/2025).
Ia mempertanyakan motif pelaku yang dinilai tak lagi sekadar pencurian.
“Kalau niatnya cuma mencuri HP, kenapa pas ketahuan dia enggak kabur? Justru malah membekap adik saya,” lanjutnya.
Dalam kondisi mulut dibekap, korban berusaha sekuat tenaga untuk berteriak.
Teriakan itu terdengar oleh sang ibu yang kemudian langsung berlari menuju kamar.
“Ibu saya dengar suara teriakan dan langsung masuk ke kamar. Ibu sudah lihat adik saya di bawah, mulutnya dibekap pelaku. Karena ketahuan, pelaku akhirnya melepas bekapannya,” ungkapnya.
Keluarga korban meyakini, jika teriakan tersebut tidak terdengar, situasi bisa berujung jauh lebih buruk.
“Mungkin kalau ibu saya enggak dengar teriakan adik saya, bisa terjadi pemerkosaan, bahkan bisa saja adik saya mati,” ucapnya dengan nada cemas.
Pelaku sempat diamankan warga dan dilakukan interogasi awal. Namun, dalam situasi yang belum diketahui secara pasti, pelaku berhasil melarikan diri dan hingga kini belum tertangkap.
Keluarga korban mengaku masih diliputi rasa takut karena pelaku belum ditemukan.
Mereka khawatir pelaku kembali dengan motif balas dendam atau melakukan kejahatan yang lebih parah.
“Kami sekeluarga masih sangat takut. Takut dia balik lagi. Takut kejadian yang kemarin terulang, bahkan lebih parah. Sekarang adik saya trauma berat,” tambah kakak korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku demi memberikan rasa aman bagi korban dan warga sekitar.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar