Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi Banjir DAS Cikarang lewat Normalisasi Sungai dan Penanaman Pohon
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- comment 0 komentar

Pemprov Jabar perkuat mitigasi banjir DAS Cikarang.
INFO CIKARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat upaya mitigasi banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikarang melalui kombinasi normalisasi sungai dan penanaman ribuan pohon.
Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko banjir dan longsor di kawasan padat penduduk.
Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan penanaman pohon bersama Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) di Perumahan Harmoni Primavera, Desa Kelapa Nunggal, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Senin (15/12/2025).
Sebanyak 7.000 bibit pohon jenis kelapa dan sukun ditanam di sejumlah titik strategis, termasuk wilayah Sungai Cikarang, Kelapa Nunggal, Babelan, serta kawasan lain di Jawa Barat.
Penanaman ini dinilai penting untuk meningkatkan daya serap air tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan TNI AL dalam perlindungan daerah aliran sungai.
Selain sebagai langkah pencegahan bencana, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Normalisasi Sungai Jadi Faktor Penentu
Selain penanaman pohon, normalisasi Sungai Cikarang disebut sebagai faktor kunci dalam pengendalian banjir.
Project Manager Primavera dan Harmoni Primavera, Yosua Rachmat, mengatakan kawasan perumahan tersebut sebelumnya telah melalui proses normalisasi sungai secara mandiri.
“Setelah normalisasi Sungai Cikarang dilakukan, penanaman pohon menjadi tahap lanjutan yang saling melengkapi dalam mitigasi banjir,” ujar Yosua.
Ia menjelaskan, normalisasi dilakukan dengan memperlebar dan memperdalam alur Sungai Cikarang sepanjang sekitar empat kilometer.
Proyek tersebut dikerjakan selama empat bulan, dari April hingga Juli 2024, dan mencakup area di luar kawasan perumahan.
Normalisasi dilakukan setelah kawasan perumahan sempat terdampak banjir pada April dan November tahun lalu.
Meski membutuhkan investasi besar, hasilnya dinilai signifikan. Saat banjir besar melanda wilayah Cileungsi dan Jonggol pada Oktober lalu, kawasan Primavera dan Harmoni Primavera tidak terdampak.
Kolaborasi Jadi Kunci
Yosua menambahkan, keberhasilan mitigasi banjir tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa hingga provinsi, terutama dalam hal perizinan dan koordinasi teknis.
Sinergi antara pemerintah, aparat, pengembang, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko bencana hidrometeorologi di Jawa Barat.
Dengan pengembangan kawasan seluas sekitar 60 hektare 80 persen di antaranya merupakan rumah subsidi, Perumahan Primavera dan Harmoni Primavera diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik mitigasi banjir berbasis lingkungan di kawasan perkotaan dan penyangga ibu kota.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar