Puluhan Ribu Pencari Kerja Berebut Lowongan, Pasar Kerja Kabupaten di Bekasi Kian Ketat
- account_circle T.T
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi antrean pencari kerja di tengah terbatasnya peluang kerja di Kabupaten Bekasi.
INFO CIKARANG — Tekanan di pasar kerja semakin terasa di Kabupaten Bekasi. Jumlah pencari kerja yang terus bertambah kini jauh melampaui ketersediaan lowongan, menciptakan persaingan yang kian ketat, khususnya di sektor industri.
Dalam beberapa kesempatan, antrean panjang para pelamar kerja menjadi gambaran nyata kondisi tersebut. Ribuan orang harus bersaing untuk peluang yang jumlahnya terbatas.
Kepala Bidang Informasi Pasar Kerja dan Peningkatan Produktivitas Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Muhammad Ali Amran, mengakui bahwa situasi ini tidak lepas dari tekanan yang tengah dialami dunia industri.
“Perusahaan masih sangat sulit berkaitan dengan produktivitasnya, sehingga kebutuhan pegawai juga menurun. Turnover juga sekarang kecil,” ujarnya dikutip Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi global ikut memengaruhi performa industri di daerah. Dampaknya, kemampuan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja pun ikut menurun.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses kerja. Salah satunya melalui integrasi sistem pencarian kerja antara pemerintah pusat dan daerah, guna mempermudah pencari kerja mendapatkan informasi yang akurat.
Langkah ini juga diperkuat dengan dorongan agar perusahaan lebih transparan dalam melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform resmi.
“Kami berharap perusahaan di Kabupaten Bekasi taat pada regulasi dan melaporkan perekrutan serta penempatan tenaga kerja melalui KarirHub, sehingga pemerintah memiliki data pasar kerja yang akurat,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang ada, lebih dari 1.900 perusahaan telah tergabung dalam sistem tersebut. Namun, ketimpangan masih terlihat jelas. Jumlah pencari kerja tercatat lebih dari 60 ribu orang, sementara lowongan yang tersedia hanya sekitar 5.600 posisi.
Situasi ini menjadi sinyal bahwa peluang kerja formal, terutama di sektor pabrik, tidak lagi bisa diandalkan sebagai satu-satunya pilihan.
Karena itu, masyarakat mulai didorong untuk lebih adaptif, termasuk menjajaki peluang di sektor informal maupun ekonomi digital yang dinilai lebih fleksibel.
“Jangan berpikir kerja itu hanya di pabrik. Peluang usaha mandiri dan sektor digital juga harus dilihat,” pungkasnya.
- Penulis: T.T


Saat ini belum ada komentar