Mahasiswa Kabupaten Bekasi Tagih Janji “Bangkit, Maju, Sejahtera”, Jangan Sekadar Slogan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Mahasiswa Kabupaten Bekasi menuntut realisasi slogan “Bangkit, Maju, Sejahtera” dalam kebijakan konkret, bukan hanya sebatas janji atau jargon.
INFO CIKARANG — Kalangan mahasiswa di Kabupaten Bekasi mulai angkat suara.
Mereka menegaskan agar slogan “Bangkit, Maju, Sejahtera” yang diusung kepala daerah tidak berhenti sebagai jargon, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Desakan ini disampaikan Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq, usai mengikuti dialog interaktif bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Dialog tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa Cipayung Plus Bekasi beberapa waktu lalu.
Menurut Faisal, slogan tersebut seharusnya menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar kata-kata tanpa realisasi.
“Kami berharap ‘bangkit, maju, sejahtera’ ini bukan hanya slogan, tapi benar-benar dijalankan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan poin tuntutan kepada pemerintah daerah.
Meski masih bersifat umum, Faisal menilai poin-poin tersebut perlu dibahas lebih dalam agar tidak berhenti di tataran wacana.
Sebagai langkah konkret, mahasiswa bersama pemerintah daerah dan DPRD telah menyepakati nota kesepahaman (MoU).
Isinya, akan ada pertemuan rutin setiap bulan untuk mengawal realisasi aspirasi masyarakat.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi kontrol langsung dari mahasiswa terhadap kinerja pemerintah.
Senada dengan itu, Ketua HMI Cabang Bekasi, Adhil Laksono Murti, menegaskan bahwa komitmen nyata jauh lebih penting dibanding sekadar forum diskusi.
Ia mengapresiasi pihak kepolisian dan DPRD yang telah memfasilitasi dialog, namun menekankan bahwa tindak lanjut adalah hal utama.
“Kami ingin OPD dan Plt Bupati benar-benar menjalankan semua tuntutan yang sudah disampaikan,” tegasnya.
Adhil juga meminta DPRD Kabupaten Bekasi untuk tidak setengah-setengah dalam mengawal aspirasi mahasiswa.
Menurutnya, seluruh poin tuntutan harus diperhatikan secara menyeluruh.
Tak hanya itu, mahasiswa juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut bersuara. Adhil mengajak warga agar aktif menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah.
Ia bahkan memastikan mahasiswa siap turun tangan jika aspirasi masyarakat tidak mendapatkan respons.
“Kalau dalam 1×24 jam tidak direspons, laporkan ke kami. Nanti akan kita kawal bersama,” ujarnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar