Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Belanja Pegawai Tembus 46 Persen APBD, DPRD Bekasi Dorong PAD Digenjot

Belanja Pegawai Tembus 46 Persen APBD, DPRD Bekasi Dorong PAD Digenjot

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
  • comment 0 komentar
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Arifin saat menyoroti tingginya belanja pegawai dalam APBD 2026.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Arifin saat menyoroti tingginya belanja pegawai dalam APBD 2026.

INFO CIKARANG — Komposisi anggaran di Kabupaten Bekasi jadi sorotan.

Pasalnya, belanja pegawai pada APBD 2026 tercatat mencapai 46 persen, melewati batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dalam aturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, belanja pegawai seharusnya maksimal berada di angka 30 persen.

Kondisi ini membuat DPRD mulai mendorong langkah cepat untuk menyeimbangkan keuangan daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, menilai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jadi kunci utama.

Menurutnya, kondisi ini bisa berdampak langsung pada keberlangsungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang selama ini dibiayai dari APBD.

“Kalau PPPK tiba-tiba diberhentikan, siapa yang akan mengajar? Karena mayoritas PPPK kita itu guru,” ujarnya dikutip Kamis, (9/4/2026).

Ia pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya bergantung pada anggaran yang ada, tapi juga aktif menggali potensi pendapatan baru.

Hal senada disampaikan Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Ia memastikan pemerintah daerah akan berupaya mempertahankan PPPK selama kondisi keuangan masih memungkinkan.

“Kita nggak mau PPPK lepas kontrak. Kita akan pertahankan, makanya potensi pendapatan harus dimaksimalkan,” tegasnya.

Sejumlah sektor pun mulai dilirik untuk meningkatkan PAD, mulai dari retribusi sampah, pasar, parkir, hingga fasilitas umum seperti toilet berbayar dan pajak air tanah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan kerja Satgas Pajak Daerah untuk mengoptimalkan potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Ayo kita kerja bareng-bareng. Potensinya harus kita gali supaya tidak ada pengurangan PPPK,” kata Asep.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan orang tua siswa padati BRI Cabang Babelan.

    Antrean Panjang Warnai Pencairan Dana PIP di BRI Cabang Babelan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Puluhan orang tua siswa memadati Bank BRI Cabang Babelan, Kabupaten Bekasi, pada Senin (29/12/2025) pagi. Kedatangan mereka untuk melakukan aktivasi rekening sekaligus pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak mereka. Sejak pagi hari, antrean nasabah terlihat mengular di area layanan bank. Mayoritas yang datang merupakan orang tua siswa penerima bantuan PIP […]

  • Hujan deras Jumat (23/1/2026) memicu banjir di Bekasi, termasuk Jl. Raya Cibitung–Cikarang, menyebabkan kemacetan panjang.

    Banjir di Cibitung-Cikarang Bikin Kemacetan Parah, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi pada Jum’at (23/1/2026) memicu banjir di sejumlah titik, termasuk di Jl. Raya Cibitung–Cikarang. Genangan air terlihat di depan Ramayana Cibitung dan pool bus Mayasari Bhakti, menyebabkan kemacetan panjang. Pantauan Koran Perdjoeangan menunjukkan beberapa penitipan sepeda motor ikut terendam air setinggi 50 cm. Warga diimbau untuk mencari […]

  • Penataan Pasar SGC Dimulai: Pemkab Bekasi Siapkan Lokasi Khusus untuk PKL

    Penataan Pasar SGC Dimulai: Pemkab Bekasi Siapkan Lokasi Khusus untuk PKL

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana melakukan penataan kawasan sekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC) demi menciptakan lingkungan pasar yang lebih rapi, aman, dan nyaman, khususnya bagi pengguna jalan. Proses ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Forkopimda dan organisasi kemasyarakatan (ormas).Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa penataan ini harus dimulai dari menegakkan ketertiban. […]

  • Warga Telajung Cikarang Heboh! Bau Menyengat Ungkap Mayat di Rumah Kontrakan

    Warga Telajung Cikarang Heboh! Bau Menyengat Ungkap Mayat di Rumah Kontrakan

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dikejutkan oleh penemuan mayat yang telah membusuk di sebuah rumah kontrakan pada Jumat, 27 Desember 2024. Kejadian ini terjadi di kontrakan milik seorang warga bernama Haji Rahong, yang berlokasi di RT 02 RW 03. Mayat tersebut ditemukan dalam posisi tengkurap di dalam kamar dan […]

  • Balapan Liar di Depan AEON Cikarang Bikin Resah, Warga Minta Polisi Bertindak!

    Balapan Liar di Depan AEON Cikarang Bikin Resah, Warga Minta Polisi Bertindak!

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Balapan liar kembali terjadi di kawasan Cikarang Pusat, tepatnya di depan Mall AEON Deltamas. Aksi ugal-ugalan ini bukan hanya mengganggu ketenangan warga sekitar, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Seorang warga yang tinggal di dekat lokasi mengungkapkan keresahannya setelah melihat aksi para pembalap liar yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari. […]

  • Kenaikan PPN 12 Persen Beratkan Sektor Pariwisata di Bekasi

    Kenaikan PPN 12 Persen Beratkan Sektor Pariwisata di Bekasi

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Naiknya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dipastikan membawa dampak signifikan pada sektor usaha pariwisata, termasuk di Kota Bekasi. Dieng Kartika Sari, seorang pengelola wahana wisata di Bekasi, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menjadi tantangan berat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dieng menyatakan dengan kenaikan PPN menjadi 12 persen […]

expand_less