Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Banjir Berulang di Kabupaten Bekasi, Seluruh Proyek Perumahan Dievaluasi dan Izin Baru Dihentikan Sementara

Banjir Berulang di Kabupaten Bekasi, Seluruh Proyek Perumahan Dievaluasi dan Izin Baru Dihentikan Sementara

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • comment 0 komentar
Pemkab Bekasi menghentikan sementara izin dan aktivitas pembangunan perumahan menyusul banjir berulang, sambil menunggu evaluasi tata ruang selesai.

Pemkab Bekasi menghentikan sementara izin dan aktivitas pembangunan perumahan menyusul banjir berulang, sambil menunggu evaluasi tata ruang selesai.

INFO CIKARANG — Pemerintah Kabupaten Bekasi menghentikan sementara seluruh perizinan pembangunan perumahan menyusul banjir berulang yang melanda berbagai kawasan permukiman dalam beberapa pekan terakhir.

Kebijakan ini juga mencakup penghentian aktivitas pembangunan proyek perumahan yang sudah berjalan, hingga proses evaluasi rampung dilakukan.

Langkah tegas tersebut diberlakukan secara menyeluruh, baik terhadap pengembang perumahan yang baru mengajukan izin maupun proyek yang telah mengantongi perizinan sebelumnya.

Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi dampak kebencanaan serta kesesuaian tata ruang wilayah.

Penghentian sementara izin perumahan di Kabupaten Bekasi tidak terlepas dari masifnya kawasan hunian yang terendam banjir.

Genangan air dinilai paling berdampak terhadap warga yang bermukim di sekitar kompleks perumahan, terutama di wilayah yang kerap mengalami banjir berulang.

Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa persoalan tata ruang menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir.

Ketika debit Sungai Citarum dan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) meningkat, sejumlah kawasan permukiman tidak mampu menahan limpasan air.

Kondisi tersebut dinilai sebagai dampak dari perencanaan pembangunan yang belum sepenuhnya mengantisipasi risiko banjir, khususnya di area rawan genangan.

Berdasarkan data pemerintah daerah, tercatat 216 titik banjir di Kabupaten Bekasi yang tersebar di 51 desa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 85 persen berada di kawasan perumahan, baik perumahan baru maupun lama.

Banyak permukiman diketahui dibangun di wilayah rawan banjir dan mengalami genangan secara berulang setiap musim hujan.

Kondisi ini mencerminkan permasalahan tata kelola ruang yang berlangsung dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, pengembangan perumahan di wilayah yang masih tergenang banjir dinilai belum layak untuk dilanjutkan hingga penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap proyek perumahan yang tidak memiliki izin resmi.

Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, para pengembang perumahan di Kabupaten Bekasi dijadwalkan akan dipanggil untuk dimintai komitmen dalam penyelesaian persoalan banjir di kawasan masing-masing.

Bagi perumahan yang belum melakukan serah terima prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) kepada pemerintah daerah, tanggung jawab penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur masih sepenuhnya berada di tangan pengembang.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong akuntabilitas pengembang sekaligus mencegah dampak lingkungan yang lebih luas akibat pembangunan yang tidak terkendali.

Dukungan terhadap kebijakan evaluasi proyek perumahan juga disampaikan oleh DPRD Kabupaten Bekasi.

Penertiban dinilai penting, khususnya terhadap pengembang yang belum menyelesaikan persoalan banjir serta belum menyerahkan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

DPRD disebut telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga yang terdampak banjir di kawasan permukiman.

Ke depan, pembangunan infrastruktur dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, agar penanganan banjir di satu wilayah tidak menimbulkan persoalan baru di wilayah lain.

Selain itu, pendataan perumahan lama yang belum menyerahkan fasos-fasum juga akan dilakukan melalui koordinasi RT dan RW bersama pemerintah daerah, termasuk terhadap pengembang yang sudah tidak lagi beroperasi.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK membuka peluang pengembangan kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.

    Kasus Ijon Proyek Ade Kuswara Merembet ke Tingkat Provinsi, Ketua DPD PDIP Jabar Diperiksa KPK

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kasus dugaan praktik ijon proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang kini mulai merambah lingkaran politik di tingkat provinsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, sebagai saksi dalam penyidikan perkara tersebut. Ono Surono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Barat terlihat […]

  • Pemkab Bekasi Tertibkan 515 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sukatani

    Pemkab Bekasi Tertibkan 515 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Sukatani

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan bangunan liar di bantaran Sungai Sekunder Sukatani (SS Sukatani) yang meliputi Kali Cilemah Abang, Kali Kaliulu Atas, dan Kali Pintu Air Puri Nirwana Residences (PNR) Kecamatan Cikarang Utara, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Bupati Bekasi Nomor 800.1.11.1/8726/Satpol.PP/2025 tanggal […]

  • Studi LPEM FEB UI mengungkap fenomena lulusan S2 dan S3 yang memilih berhenti mencari kerja akibat ketatnya pasar tenaga kerja.

    Lulusan S2 dan S3 Ramai-ramai Putus Asa Cari Kerja, LPEM UI Ungkap Penyebabnya

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Fenomena meningkatnya keputusasaan di pasar kerja Indonesia kini tak hanya dialami lulusan berpendidikan rendah. Laporan terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap bahwa pencari kerja berpendidikan tinggi, termasuk lulusan strata dua (S2) dan strata tiga (S3), justru semakin banyak yang berhenti mencari pekerjaan. […]

  • KP2MI Klarifikasi Isu Penjualan Organ Warga Bekasi, Korban Diduga TPPO di Kamboja

    KP2MI Klarifikasi Isu Penjualan Organ Warga Bekasi, Korban Diduga TPPO di Kamboja

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kabar meninggalnya Soleh Darmawan, warga Bekasi yang disebut-sebut menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja, akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Isu soal dugaan penjualan organ tubuh Soleh sempat ramai di media sosial, namun KP2MI menyatakan belum ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut. Abdul Kadir Karding selaku […]

  • Gempa M 4,9 Guncang Kabupaten Bekasi, Perjalanan KRL Sempat Terganggu

    Gempa M 4,9 Guncang Kabupaten Bekasi, Perjalanan KRL Sempat Terganggu

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu malam (20/8/2025) pukul 19.54 WIB. Getarannya cukup dirasakan warga di sejumlah daerah sekitar Jabodetabek, bahkan membuat perjalanan KRL sempat tertunda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episentrum gempa berada di koordinat 6,48 LS dan 107,24 BT, sekitar 14 kilometer […]

  • Seorang Lansia Meninggal Usai Antre Gas, Distribusi Dipertanyakan

    Seorang Lansia Meninggal Usai Antre Gas, Distribusi Dipertanyakan

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang warga Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, bernama Yonih (62), dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kelelahan usai mengantre gas elpiji 3 kg bersubsidi. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat setempat. Kronologi Kejadian Menurut Ketua RT 001 Pamulang Barat, Saeful, almarhum berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengantre gas di […]

expand_less