Pasca Longsor, Pemprov DKI Targetkan Operasional TPST Bantar Gebang Kembali Normal dalam Sepekan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemprov DKI Jakarta menargetkan operasional TPST Bantar Gebang Bekasi kembali normal dalam satu pekan setelah longsor di zona 4A. Penanganan longsoran dan perbaikan infrastruktur sedang dilakukan.
INFO CIKARANG — Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta menargetkan operasional di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, dapat kembali berjalan normal dalam waktu sekitar satu pekan.
Target tersebut disampaikan setelah terjadinya longsor di area zona timbunan 4A TPST Bantar Gebang yang sempat mengganggu aktivitas pengolahan sampah dari Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan tim di lapangan saat ini tengah bekerja melakukan penanganan intensif untuk membersihkan material longsoran sekaligus menata ulang area yang terdampak.
Menurutnya, salah satu fokus utama penanganan adalah memindahkan sampah yang menutup aliran sungai di sekitar lokasi longsor.
“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai,” ujar Asep dalam keterangannya dikutip, Rabu (11/3/2026).
Penanganan Longsoran dan Perbaikan Infrastruktur
Selain melakukan evakuasi material longsor, pemerintah daerah juga melakukan perbaikan infrastruktur pendukung di sekitar area TPST.
DLH DKI Jakarta diketahui tengah memperbaiki turap kali di dua titik yang terdampak luapan air.
Perbaikan tersebut dilakukan bersamaan dengan penataan ulang beberapa zona timbunan sampah untuk mengurangi risiko longsor di masa depan.
Beberapa area yang sedang ditata ulang antara lain Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar.
Upaya tersebut diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas layanan pengolahan sampah hingga sekitar 1.500 ton per hari setelah kondisi zona kembali stabil.
Pembuangan Sampah Jakarta Tetap Berjalan
Meski proses pemulihan masih berlangsung, pelayanan pengangkutan dan pembuangan sampah dari Jakarta tetap dilakukan.
Saat ini aktivitas pengolahan sampah difokuskan pada tiga titik aktif di TPST Bantar Gebang, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 5, dengan kapasitas sekitar 4.000 ton per hari.
Untuk menjaga kestabilan sistem selama masa pemulihan, sebagian volume sampah Jakarta juga dialihkan ke fasilitas pengolahan lainnya.
Beberapa fasilitas yang dimanfaatkan antara lain:
RDF Plant Bantargebang
RDF Plant Rorotan
PLTSa Merah Putih
Langkah ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah tetap berjalan sambil menunggu kondisi di zona yang terdampak longsor kembali aman.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan terus mempercepat proses pemulihan agar seluruh operasional TPST Bantar Gebang sebagai tempat pengolahan sampah terbesar di Jakarta dapat kembali berjalan secara normal, aman, dan terkendali.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar