Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Musrenbang Kabupaten Bekasi Sepi Kepala Desa, Diduga Imbas Kekecewaan Realisasi Program

Musrenbang Kabupaten Bekasi Sepi Kepala Desa, Diduga Imbas Kekecewaan Realisasi Program

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
  • comment 0 komentar
Suasana Musrenbang Kabupaten Bekasi untuk RKPD 2027 di Cikarang Pusat yang dihadiri terbatas kepala desa.

Suasana Musrenbang Kabupaten Bekasi untuk RKPD 2027 di Cikarang Pusat yang dihadiri terbatas kepala desa.

INFO CIKARANG — Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bekasi untuk penyusunan RKPD 2027 jadi sorotan.

Pasalnya, dari ratusan desa yang ada, hanya sebagian kecil kepala desa yang terlihat hadir.

Dari total 179 desa di 23 kecamatan, kehadiran kepala desa dalam forum tersebut terbilang minim.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal efektivitas Musrenbang sebagai wadah penyerapan aspirasi pembangunan.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menduga absennya para kepala desa berkaitan dengan kekecewaan terhadap usulan pembangunan yang tak kunjung terealisasi.

“Ke depan, saya ingin Musrenbang ini bukan hanya seremonial. Jangan sampai Musrenbang diadakan, tapi pembangunannya tidak ada,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengaku khawatir ketidakhadiran itu menjadi sinyal bahwa desa merasa kurang diperhatikan dalam program pembangunan daerah.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkab Bekasi berencana menetapkan prioritas pembangunan di setiap desa.

Setidaknya, akan ada empat hingga lima titik pembangunan yang difokuskan di masing-masing desa.

“Kita akan mulai dari titik-titik prioritas, lalu dilanjutkan ke desa dengan jumlah penduduk padat dan wilayah luas,” kata Asep.

Di sisi lain, persoalan anggaran juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah tak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membuka peluang pendanaan dari provinsi, pusat, hingga kerja sama dengan kawasan industri melalui program CSR.

Namun, suara berbeda datang dari para kepala desa. Kepala Desa Burangkeng, Nemin, menyebut ketidakhadiran itu juga dipicu persoalan klasik seperti realisasi program yang tak sesuai harapan.

“Ngusulin lima program, yang jadi paling satu. Kadang sepuluh usulan, gak ada yang terealisasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keterlambatan pencairan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi tahun 2025 yang hingga kini belum sepenuhnya diterima desa.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung ke keuangan desa, bahkan sampai menghambat pembayaran kegiatan dan honor perangkat.

“Banyak desa sekarang lagi pusing. Kegiatan sudah jalan, tapi dananya belum turun,” katanya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahlil Instruksikan SPBU Wilayah Terdampak Banjir di Sumatra Beroperasi 24 Jam

    Bahlil Instruksikan SPBU Wilayah Terdampak Banjir di Sumatra Beroperasi 24 Jam

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) meningkatkan layanan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkahnya strategis ini termasuk penambahan operasi 24 jam di SPBU dan relaksasi penggunaan barcode atau QR Code untuk percepatan layanan. Menteri ESDM, […]

  • Bekasi Utara Berpisah: Efisiensi atau Pemborosan?

    Bekasi Utara Berpisah: Efisiensi atau Pemborosan?

    • calendar_month Rab, 11 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gagasan membentuk Kabupaten Bekasi Utara didasari keinginan untuk pemerataan pembangunan. Wilayah utara dianggap tertinggal dibandingkan selatan yang menjadi pusat industri. Pemekaran diharapkan menjadi solusi bagi warga yang merasa “dipinggirkan“. Namun, apakah solusi ini benar-benar dibutuhkan? Atau justru hanya menambah masalah? Tantangan Besar Menanti 1. Pendanaan yang Belum Jelas Pemekaran membutuhkan anggaran besar […]

  • Gagal Curi Motor, Pelaku Curanmor di Pebayuran Malah Todongkan Senjata!

    Gagal Curi Motor, Pelaku Curanmor di Pebayuran Malah Todongkan Senjata!

    • calendar_month Ming, 2 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Aksi nekat dua pelaku percobaan pencurian motor (curanmor) di bulan Ramadan berakhir panik. Kejadian ini terjadi pada Minggu (2/3/2025) di halaman sebuah minimarket di Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Kedua pelaku yang menggunakan Honda Vario hitam ini terekam CCTV saat mencoba membawa kabur motor yang diparkir di depan minimarket. Namun, aksi […]

  • Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang Bunder, Jatiluhur, Purwakarta, Kamis pagi 22 Januari 2026.

    Sebuah Mobil Toyota Innova Alami Kecelakaan di Tol Cipularang Jatiluhur, Kondisi Ringsek Parah

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang, tepatnya di kawasan Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 22 Januari 2026. Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi B 1466 FQN. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.27 WIB, saat kendaraan melaju di jalur […]

  • Pemkot Bekasi memantau harga pangan dan kebutuhan pokok jelang Ramadhan 2026 setelah inflasi Kota Bekasi tercatat tertinggi di Jawa Barat pada awal tahun.

    Inflasi Kota Bekasi Tertinggi di Jawa Barat Awal 2026

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan pemantauan pergerakan harga komoditas pangan dan kebutuhan pokok di pasar menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Langkah ini dilakukan menyusul posisi inflasi Kota Bekasi pada awal tahun 2026 yang tercatat sebagai tertinggi di antara 10 kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat untuk kategori inflasi bulanan dan tahun […]

  • Garis polisi terpasang di area parkir kawasan ruko di Kampung Gempol, Desa Sukadami, Cikarang Selatan, lokasi ditemukannya seorang pria meninggal dunia di dalam mobil.

    Misteri Garis Polisi di Cikarang Selatan Terungkap, Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Cikarang Selatan sempat dibuat penasaran dengan keberadaan garis polisi (police line) yang terpasang di area parkir salah satu kawasan ruko di Kampung Gempol, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Setelah hampir sepekan menjadi tanda tanya masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, misteri tersebut akhirnya terungkap. Lokasi itu ternyata merupakan tempat […]

expand_less