Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Musrenbang Kabupaten Bekasi Sepi Kepala Desa, Diduga Imbas Kekecewaan Realisasi Program

Musrenbang Kabupaten Bekasi Sepi Kepala Desa, Diduga Imbas Kekecewaan Realisasi Program

  • account_circle Tekad Triyanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
Suasana Musrenbang Kabupaten Bekasi untuk RKPD 2027 di Cikarang Pusat yang dihadiri terbatas kepala desa.

Suasana Musrenbang Kabupaten Bekasi untuk RKPD 2027 di Cikarang Pusat yang dihadiri terbatas kepala desa.

INFO CIKARANG — Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bekasi untuk penyusunan RKPD 2027 jadi sorotan.

Pasalnya, dari ratusan desa yang ada, hanya sebagian kecil kepala desa yang terlihat hadir.

Dari total 179 desa di 23 kecamatan, kehadiran kepala desa dalam forum tersebut terbilang minim.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal efektivitas Musrenbang sebagai wadah penyerapan aspirasi pembangunan.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menduga absennya para kepala desa berkaitan dengan kekecewaan terhadap usulan pembangunan yang tak kunjung terealisasi.

“Ke depan, saya ingin Musrenbang ini bukan hanya seremonial. Jangan sampai Musrenbang diadakan, tapi pembangunannya tidak ada,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengaku khawatir ketidakhadiran itu menjadi sinyal bahwa desa merasa kurang diperhatikan dalam program pembangunan daerah.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkab Bekasi berencana menetapkan prioritas pembangunan di setiap desa.

Setidaknya, akan ada empat hingga lima titik pembangunan yang difokuskan di masing-masing desa.

“Kita akan mulai dari titik-titik prioritas, lalu dilanjutkan ke desa dengan jumlah penduduk padat dan wilayah luas,” kata Asep.

Di sisi lain, persoalan anggaran juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah tak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membuka peluang pendanaan dari provinsi, pusat, hingga kerja sama dengan kawasan industri melalui program CSR.

Namun, suara berbeda datang dari para kepala desa. Kepala Desa Burangkeng, Nemin, menyebut ketidakhadiran itu juga dipicu persoalan klasik seperti realisasi program yang tak sesuai harapan.

“Ngusulin lima program, yang jadi paling satu. Kadang sepuluh usulan, gak ada yang terealisasi,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keterlambatan pencairan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi tahun 2025 yang hingga kini belum sepenuhnya diterima desa.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung ke keuangan desa, bahkan sampai menghambat pembayaran kegiatan dan honor perangkat.

“Banyak desa sekarang lagi pusing. Kegiatan sudah jalan, tapi dananya belum turun,” katanya.

  • Penulis: Tekad Triyanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gara-Gara Utang, Pria di Karang Bahagia Babak Belur Dihajar Penagih

    Gara-Gara Utang, Pria di Karang Bahagia Babak Belur Dihajar Penagih

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang pria berinisial MH di Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan setelah gagal melunasi utangnya. Akibat kejadian tersebut, MH mengalami luka di bagian wajah, termasuk memar di hidung dan mulut berdarah. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, insiden ini terjadi pada Jumat (14/3/2025) sekitar […]

  • Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    Warga Blendung Babelan Tantang Transparansi Polisi Terkait Kasus Obat Keras

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Kampung Blendung di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mendadak menjadi perhatian setelah pernyataan kontroversial dari Kapolsek Babelan. Dalam sebuah proses evakuasi terhadap penjual obat keras yang sempat menodongkan senjata tajam ke warga, Kapolsek menyatakan tidak ada barang bukti obat keras golongan G yang ditemukan. Namun, pernyataan ini langsung menuai respons keras […]

  • Warga menjauh dari lokasi kebakaran SPBE Cimuning di Mustikajaya, Bekasi, akibat bau gas yang menyebar luas.

    Bau Gas Menyebar Hingga 500 Meter, Kebakaran SPBE Cimuning Picu Kepanikan Warga Mustikajaya

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, tidak hanya memunculkan kobaran api, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akibat penyebaran bau gas di lingkungan sekitar. Dalam peristiwa kebakaran SPBE Cimuning Bekasi bau gas radius 500 meter, warga melaporkan aroma gas yang cukup kuat hingga terasa di permukiman […]

  • Peredaran obat terlarang Daftar G di pesisir Bekasi diungkap polisi.

    Polres Metro Bekasi Bongkar Peredaran Obat Daftar G di Muaragembong

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Bekasi kembali mengungkap peredaran obat-obatan terlarang Daftar G di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi. Seorang pria berusia 28 tahun diamankan dalam operasi yang digelar di Kampung Gaga, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kamis (11/12/2025). Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Personel Subnit I Unit I Satresnarkoba yang dipimpin langsung AKP […]

  • Hilang Sejak Senin, Jasad Notaris Bogor Ditemukan di Sungai Citarum

    Hilang Sejak Senin, Jasad Notaris Bogor Ditemukan di Sungai Citarum

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Seorang notaris perempuan berusia 60 tahun bernama Sidah Alatas asal Kota Bogor ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Citarum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, pada Rabu sore, 3 Juli 2025. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dievakuasi ke Polsek Kedungwaringin. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Metro […]

  • Curah hujan tinggi di Kabupaten Bekasi memicu banjir sekaligus longsor di beberapa titik.

    Hujan Berkepanjangan Picu Longsor di Cikarang Selatan, Empat Rumah Warga Rusak

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu banjir, tetapi juga menyebabkan bencana longsor di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak berada di Komplek Kodam RT 004/002, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Peristiwa longsor tersebut mengakibatkan akses warga terganggu dan menyebabkan empat rumah mengalami kerusakan, dengan […]

expand_less