Banyak Tanggul Sungai di Kabupaten Bekasi Kritis, Rawan Jebol Saat Hujan Deras
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Tanggul sungai di Kabupaten Bekasi dalam kondisi kritis, meningkatkan risiko banjir saat hujan deras dan mengancam permukiman warga.
INFO CIKARANG — Ancaman banjir masih menghantui wilayah Kabupaten Bekasi. Sedikitnya 70 titik tanggul sungai dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan berpotensi jebol saat curah hujan meningkat.
Kerusakan tanggul ini menjadi salah satu faktor utama meluapnya air ke permukiman warga. Selain karena intensitas hujan yang tinggi, kondisi sungai yang tidak terawat turut memperparah situasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi melalui Kepala BPBD, Muchlis. Ia menyebut sedimentasi dan penyempitan aliran sungai membuat kapasitas tampung air semakin menurun.
“Curah hujan tinggi ditambah kondisi sungai yang tidak terawat menyebabkan air meluap ke permukiman warga,” ujarnya.
Wilayah utara Bekasi menjadi kawasan paling rentan terdampak, terutama di sepanjang Cabangbungin hingga Muaragembong. Di daerah tersebut, banjir kerap terjadi akibat tanggul yang tidak mampu menahan debit air.
BPBD menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan tanggul berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, untuk mendorong percepatan penanganan.
Perbaikan tanggul direncanakan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun. Jika belum rampung, proses rehabilitasi akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan melibatkan kementerian terkait yang telah melakukan peninjauan lapangan.
Selain penanganan infrastruktur, BPBD juga memperkuat langkah mitigasi dengan mengedepankan evakuasi warga serta pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini, sekitar 110 desa telah tergabung dalam program tersebut.
Upaya peningkatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.
Muchlis menegaskan, persoalan banjir di Kabupaten Bekasi membutuhkan kerja sama lintas sektor. Keterbatasan anggaran dan kewenangan membuat penanganan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
“Kolaborasi menjadi kunci agar penanganan banjir bisa berjalan lebih cepat dan efektif,” tegasnya.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar