TPST Bantargebang Jadi Penghasil Metana Terbesar Kedua di Dunia, Setara Emisi PLTU Raksasa
- account_circle T.T
- calendar_month 46 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Aktivitas truk sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, yang menghasilkan emisi gas metana dalam jumlah besar.
INFO CIKARANG — Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi kembali menjadi sorotan global.
Kawasan ini tercatat sebagai salah satu sumber emisi gas metana terbesar di dunia, bahkan menempati posisi kedua secara global.
Temuan tersebut berasal dari riset yang dilakukan oleh tim dari Emmett Institute di University of California Los Angeles, yang mengacu pada data pemantauan satelit milik Carbon Mapper, didukung oleh Planet Labs serta badan antariksa NASA.
Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang terdeteksi menghasilkan sekitar 6,3 metrik ton gas metana per jam sepanjang 2025.
Angka ini hanya kalah dari lokasi pembuangan sampah di Campo de Mayo, Argentina, yang mencatatkan emisi sekitar 7,6 metrik ton per jam.
Metana sendiri merupakan gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.
Semakin besar emisinya, semakin menunjukkan dominasi sampah organik serta lemahnya pengelolaan limbah di suatu wilayah.
Yang mengkhawatirkan, dampak gas ini tidak hanya berhenti pada isu lingkungan lokal.
Dalam jumlah besar, metana memiliki efek signifikan terhadap pemanasan global, bahkan disebut setara dengan emisi dari jutaan kendaraan berbahan bakar fosil atau pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas besar.
Sebagai gambaran, emisi metana sebesar lima ton per jam saja sudah setara dengan kontribusi sekitar satu juta mobil SUV atau pembangkit listrik berkapasitas 500 megawatt.
Di sisi lain, sebenarnya gas metana memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Jika dikelola dengan baik, gas ini bisa ditangkap dan diolah menjadi sumber energi alternatif, seperti listrik.
Begitu juga dengan sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos bernilai ekonomi.
Namun, tanpa pengelolaan yang optimal, akumulasi metana di dalam timbunan sampah justru berisiko memicu kebakaran hingga ledakan.
Sebagai perbandingan, kapasitas emisi dari Bantargebang disebut-sebut mampu menyaingi pembangkit listrik besar di wilayah Bekasi, seperti PLTU Babelan maupun PLTGU di kawasan industri Jababeka.
- Penulis: T.T


Saat ini belum ada komentar