Petani di Cikarang Timur Tutup Lampu Jalan Pakai Lumpur dan Cat, Padi Disebut Jadi Bantet
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di area persawahan Kampung Gandaria, Desa Cipayung, Cikarang Timur, ditutup menggunakan lumpur dan cat semprot oleh petani yang menganggap cahaya lampu mengganggu pertumbuhan padi.
INFO CIKARANG – Keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang sejatinya bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan justru memicu keluhan dari sejumlah petani di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Di Kampung Gandaria, Desa Cipayung, beberapa lampu PJU ditemukan sengaja ditutupi menggunakan lumpur hingga cat semprot.
Tindakan tersebut dilakukan karena para petani meyakini cahaya lampu dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi di area persawahan.
Salah seorang petani setempat, Amin (55), mengaku hasil panen pada lahan yang terkena sorotan lampu jalan mengalami penurunan.
Menurutnya, tanaman padi yang terus-menerus terkena cahaya pada malam hari tumbuh tidak normal dan menghasilkan bulir yang kosong.
“Kalau sawah yang kena sinar lampu, padinya sering tidak berisi. Tumbuhnya jadi bantet dan akhirnya tidak bisa dipanen dengan maksimal,” ujar Raya.
Ia menjelaskan, dampak tersebut biasanya terlihat pada area sawah yang berada tepat di bawah atau di sekitar lampu penerangan jalan.
Dalam kondisi tertentu, kerugian yang dialami petani cukup terasa karena sebagian tanaman gagal menghasilkan gabah yang layak panen.
Selain memengaruhi pertumbuhan padi, keberadaan lampu jalan juga dinilai mengundang banyak laron pada malam hari.
Serangga tersebut dianggap menjadi salah satu faktor yang mengganggu tanaman.
Meski demikian, Raya menyebut tidak semua varietas padi mengalami dampak serupa.
Menurutnya, jenis padi tertentu yang biasa digunakan sebagai bahan baku industri lebih rentan dibandingkan varietas padi konsumsi.
“Kalau padi konsumsi seperti IR masih cukup kuat. Tapi beberapa jenis padi lainnya lebih mudah terdampak,” katanya.
Kondisi tersebut menimbulkan dilema. Di satu sisi, penerangan jalan dibutuhkan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keamanan lingkungan pada malam hari.
Namun di sisi lain, petani khawatir keberadaan lampu justru mengurangi produktivitas lahan pertanian mereka.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, membenarkan adanya laporan terkait penutupan lampu PJU oleh warga sekitar area persawahan.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan disebabkan oleh aksi pencurian maupun vandalisme, melainkan karena adanya kesalahpahaman mengenai dampak cahaya lampu terhadap tanaman padi.
“Memang ada beberapa lampu yang sengaja dirusak atau ditutup. Dari informasi petugas di lapangan, hal itu dilakukan karena kekhawatiran petani terhadap hasil panen mereka,” ujar Agus.
Saat ini, Dishub Kabupaten Bekasi belum melakukan perbaikan terhadap sejumlah lampu yang ditutup tersebut.
Langkah itu diambil untuk menghindari kemungkinan terjadinya pengrusakan kembali sebelum ditemukan solusi yang tepat.
Pemerintah daerah berencana berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi guna mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Salah satu opsi yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi dan penyuluhan kepada petani terkait pengaruh cahaya terhadap tanaman padi berdasarkan kajian pertanian.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada solusi terbaik. Harapannya kebutuhan penerangan jalan tetap terpenuhi tanpa merugikan petani,” kata Agus.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar