Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kemarau Belum Memuncak, Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Sudah Mengering, Ancaman Meluas Bayangi Musim Tanam

Kemarau Belum Memuncak, Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Sudah Mengering, Ancaman Meluas Bayangi Musim Tanam

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Kondisi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mulai mengalami kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi selama musim kemarau.

Kondisi lahan pertanian di Kabupaten Bekasi mulai mengalami kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi selama musim kemarau.

INFO CIKARANG – Datangnya musim kemarau tidak hanya membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kesulitan air bersih, tetapi juga mulai mengancam ketahanan pangan daerah. Di sejumlah sentra pertanian, petani kini menghadapi persoalan yang sama, yakni sawah mulai kehilangan pasokan air sebelum masa panen tiba.

Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 75 hektare lahan persawahan telah mengalami kekeringan. Angka tersebut memang masih jauh di bawah total areal tanam, namun menjadi sinyal awal bahwa dampak musim kemarau mulai terasa di sektor pertanian.

Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 2.592 hektare lahan lainnya kini berada dalam kategori rawan terdampak apabila curah hujan tidak segera turun atau distribusi air irigasi terus berkurang.

Subkoordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menjelaskan wilayah utara menjadi kawasan yang paling cepat merasakan dampak berkurangnya debit air. Beberapa kecamatan seperti Tambelang, Pebayuran, Cabangbungin, dan Sukawangi mulai mengalami penurunan suplai air ke area persawahan.

Berbeda dengan wilayah utara yang mengandalkan jaringan irigasi, kawasan selatan seperti Serang Baru, Cibarusah, dan Bojongmangu memiliki tantangan lain. Sebagian besar lahan di daerah tersebut merupakan sawah tadah hujan sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, sebagian petani bahkan memilih memanen tanaman lebih cepat dibanding jadwal normal. Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen masih dapat diselamatkan sebelum tanaman mengalami kekeringan yang lebih parah.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan sejumlah strategi mitigasi. Selain memetakan wilayah rawan kekeringan, pemerintah juga menginventarisasi pompa air, memanfaatkan sumber air alternatif, hingga mempercepat koordinasi dengan BBWS dan Perum Jasa Tirta II guna menjaga distribusi air irigasi tetap berjalan.

Pemkab Bekasi juga menargetkan perlindungan lahan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 1.500 hektare. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban petani apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan.

Di samping itu, petani di daerah dengan pasokan air terbatas dianjurkan mulai mempertimbangkan penanaman komoditas hortikultura yang membutuhkan air lebih sedikit sebagai langkah adaptasi terhadap musim kemarau.

Meski luas sawah yang terdampak saat ini masih relatif kecil dibanding total lahan pertanian Kabupaten Bekasi, pemerintah menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.

Apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang, potensi meluasnya lahan terdampak diperkirakan akan semakin besar sehingga upaya antisipasi perlu dilakukan sejak dini.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adu Sakti di Sukatani: Remaja Tawuran Kena Tegur Warga, SKCK Jadi Taruhan

    Adu Sakti di Sukatani: Remaja Tawuran Kena Tegur Warga, SKCK Jadi Taruhan

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kawasan Perum Vila Kencana, Sukatani, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan. Pada Jumat (24/1/2025), aksi tawuran antar remaja terjadi di area sawah. Warga dan Ketua RT yang geram langsung turun tangan dan berhasil menangkap para pelaku. Menurut salah seorang warga, para remaja tersebut dipaksa membuat pernyataan di atas materai sebagai bentuk komitmen agar […]

  • Tumpukan sampah terlihat di bekas bangunan liar Jalan Tanggul Grand Cikarang City, Cikarang Utara, yang sebelumnya telah ditertibkan aparat.

    Bikin Geleng-geleng, Pasca Penertiban Bangli di Jalan Tanggul GCC Justru Beralih Fungsi Jadi Penampungan Sampah

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Tanggul Grand Cikarang City (GCC), Cikarang Utara, justru menyisakan persoalan baru. Alih-alih tertata dan kembali berfungsi sebagaimana mestinya, area bekas bangunan yang telah dibongkar kini berubah menjadi tempat penampungan sampah liar. Pantauan di lokasi, tepatnya di bekas bangunan Cafe Presiden yang sebelumnya ditertibkan, terlihat tumpukan […]

  • Ketua RT Perumahan Pilar Gading Mas menunjukkan saluran air yang diduga ditutup cor beton oleh pembangunan ruko di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Senin (6/7/2026).

    Ketua RT Murka! Protes Pembangunan Ruko Diduga Tutup Saluran Air di Sukarukun Sukatani, Warga Khawatir Banjir

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pembangunan sebuah ruko di wilayah Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi menuai protes dari warga. Pasalnya, bangunan tersebut diduga menutup saluran air atau drainase yang selama ini berfungsi mengalirkan air dari kawasan permukiman. Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026) setelah Ketua RT di Perumahan Pilar Gading Mas, Rian Hermawan, menerima laporan dari […]

  • Batal 6 Februari, Pelantikan Kepala Daerah Non-Sengketa akan Diundur, Ini Alasannya

    Batal 6 Februari, Pelantikan Kepala Daerah Non-Sengketa akan Diundur, Ini Alasannya

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) yang semula dijadwalkan pada 6 Februari 2025 resmi ditunda. Keputusan ini diambil oleh pemerintah setelah mempertimbangkan putusan sela dari MK yang berkaitan dengan sengketa hasil pilkada. Kenapa Pelantikan Ditunda? Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa penundaan ini […]

  • Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bersiap melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.

    Jelang Idul Adha 2026, Pemkab Bekasi Turunkan 32 Petugas Awasi Kesehatan Hewan Kurban

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian menyiapkan tim khusus untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah. Sebanyak 32 petugas teknis akan diterjunkan guna memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai ketentuan syariat. Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin […]

  • Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pantura Kedungwaringin, Bekasi, Minggu pagi (16/8/2026). Warga menyebut mobil diduga berbelok mendadak di lokasi kejadian.

    Mobil Berbelok Putar Arah di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kecelakaan Tak Terelakkan

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, tepatnya di sekitar wilayah Pacing, pada Minggu (16/8/2026) pagi. Informasi mengenai kecelakaan tersebut beredar melalui percakapan warga. Dalam keterangan yang beredar, kecelakaan diduga terjadi setelah sebuah mobil melakukan manuver berbelok di lokasi kejadian. Seorang warga menyebut mobil tersebut diduga berbelok secara mendadak. […]

expand_less