Harga Cabai Makin Pedas! Rawit Merah di Kabupaten Bekasi Tembus Rp90 Ribu per Kilogram
- account_circle Admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bekasi melonjak hingga Rp90 ribu per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
INFO CIKARANG – Warga Kabupaten Bekasi harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga sejumlah komoditas pangan strategis mengalami kenaikan cukup signifikan, mulai dari cabai, bawang hingga daging sapi.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini dijual hingga Rp90 ribu per kilogram di beberapa pasar tradisional.
Angka tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57 ribu per kilogram.
Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi di sejumlah pasar tradisional, lonjakan harga juga terjadi pada cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, hingga daging sapi.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, mengatakan kenaikan harga dipengaruhi oleh terganggunya rantai pasok serta meningkatnya biaya operasional distribusi.
“Selain dipengaruhi biaya operasional, kenaikan harga juga terjadi karena hambatan rantai pasok, seperti gagal panen cabai di Garut yang berdampak pada distribusi ke Pasar Induk Cibitung,” ujar Helmi dalam keterangannya dikutip Rabu, (17/6/2026).
Untuk komoditas cabai merah keriting, harga tertinggi tercatat di Pasar Cibarusah yang mencapai Rp68 ribu per kilogram.
Padahal HET untuk komoditas tersebut berada di angka Rp55 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit merah di Pasar Cikarang dan Pasar Serang tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram.
Adapun harga terendah ditemukan di Pasar Babelan, yakni sekitar Rp65 ribu per kilogram.
Tak hanya cabai, harga bawang putih juga mengalami kenaikan tajam. Saat ini komoditas tersebut dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp10 ribu dibandingkan harga normal.
Sedangkan bawang merah dijual dengan harga bervariasi mulai Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram tergantung kualitas dan lokasi pasar.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging sapi. Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp135 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Menurut Helmi, tingginya harga daging sapi dipengaruhi oleh meningkatnya biaya transportasi dan distribusi dari sentra peternakan maupun rumah potong hewan menuju pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bekasi.
Selain itu, pasokan daging sapi impor juga disebut ikut terdampak situasi geopolitik global yang mempengaruhi kelancaran perdagangan internasional.
Meski demikian, beberapa kebutuhan pokok lain seperti beras premium dan minyak goreng masih terpantau relatif stabil dan belum mengalami lonjakan harga yang signifikan.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian, salah satunya dengan memperkuat pasokan dari luar daerah.
Pemerintah berencana mendatangkan pasokan cabai dari wilayah Sumatera guna menutupi berkurangnya produksi dari sentra pertanian di Jawa Barat, khususnya Garut yang mengalami gagal panen akibat gangguan cuaca dan produksi.
Helmi memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan harga di pasar serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan laju inflasi daerah.
“Kami menyiapkan pasokan alternatif dari Sumatera agar ketersediaan barang tetap terjaga dan harga bisa lebih terkendali,” pungkasnya.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar