Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Krisis Air Bersih Meluas di Kabupaten Bekasi, Ribuan Warga Terdampak, BPBD Beri Klarifikasi

Krisis Air Bersih Meluas di Kabupaten Bekasi, Ribuan Warga Terdampak, BPBD Beri Klarifikasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Petugas BPBD Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Serang Baru dan Cibarusah akibat sumur warga mulai mengering selama musim kemarau.

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Serang Baru dan Cibarusah akibat sumur warga mulai mengering selama musim kemarau.

INFO CIKARANG – Krisis air bersih mulai mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi seiring menguatnya musim kemarau pada pertengahan Juni 2026.

Ribuan warga di wilayah selatan Kabupaten Bekasi kini terpaksa bergantung pada bantuan distribusi air bersih karena sumur-sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga mulai mengering.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Sabtu, 20 Juni 2026, sedikitnya 1.857 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.485 jiwa terdampak kekeringan yang tersebar di Kecamatan Serang Baru dan Kecamatan Cibarusah.

BPBD mencatat terdapat 10 titik lokasi terdampak, terdiri dari empat titik di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru dan enam titik di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

Sebagian besar warga di wilayah tersebut mengeluhkan sumur yang mulai surut bahkan tidak lagi mengeluarkan air, terutama pada siang hingga malam hari.

Akibat kondisi tersebut, warga harus mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh dari permukiman.

Sebagian lainnya mengandalkan bantuan air bersih yang didistribusikan pemerintah daerah secara berkala.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan pihaknya terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan.

“Hingga saat ini sedikitnya 115.000 liter air bersih telah kami distribusikan ke berbagai wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki dan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat desa, Satpol PP, relawan, dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut Muchlis, distribusi air bersih telah berlangsung sejak awal Juni dan akan terus dilakukan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah lokasi seperti Kampung Korod dan Kampung Cihoe di Desa Ridogalih serta Kampung Tegal Badak di Desa Nagasari menjadi prioritas utama penyaluran bantuan.

Di wilayah tersebut, BPBD menyalurkan sekitar 10.000 liter air bersih per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan air minum.

Meski demikian, tingginya kebutuhan membuat distribusi harus dilakukan secara bergilir agar seluruh wilayah terdampak tetap mendapatkan pasokan air bersih.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menjelaskan bahwa penyebab utama kekeringan tahun ini adalah berkurangnya curah hujan akibat musim kemarau yang mulai menguat di wilayah Jawa Barat bagian utara.

“Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya debit air tanah yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan warga,” katanya.

Selain faktor cuaca, Dodi menyebut belum meratanya jaringan pelayanan air perpipaan turut memperparah kondisi di sejumlah wilayah.

Banyak warga masih mengandalkan sumur gali sehingga ketika debit air menurun, mereka langsung mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

“Penyebab utamanya memang musim kemarau, namun kondisi diperparah karena belum semua wilayah terjangkau jaringan air perpipaan. Saat sumur surut, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan sumber air lainnya,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Bekasi pun mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puting Beliung Rusak SDN Telajung 04 Cikarang Barat, Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

    Puting Beliung Rusak SDN Telajung 04 Cikarang Barat, Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Angin puting beliung yang melanda SDN Telajung 04 di Kecamatan Cikarang Barat pada Senin (17/3/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah. Akibat kejadian ini, kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan di sekolah, sehingga sementara waktu siswa harus belajar dari rumah. Pendataan terhadap kerusakan serta penyelamatan […]

  • Semarak Perayaan Hut RI Ke 79 di Perumahan BCL Super Heboh Dan Penuh Canda Tawa Anak Anak

    Semarak Perayaan Hut RI Ke 79 di Perumahan BCL Super Heboh Dan Penuh Canda Tawa Anak Anak

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Semangat Perayaan HUT Ke-79 RI, rangkaian kegiatan dilakukan di seluruh kawasan indonesia. Mulai dari Kota sampai tingkat Desa meramaikan perayaan kemerdekaan indonesia seperti yang dilaksanakan di perumahan Bumi Citra Lestari, Gang Cendana V, Desa Waluya Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi ini, nostalgia permainan agustusan seperti pesta rakyat tradisional yang biasa dimainkan warga saat perayaan HUT […]

  • Stasiun Cikarang jadi stasiun integrasi tersibuk selama Nataru 2025–2026.

    Stasiun Cikarang Jadi Stasiun Integrasi Tersibuk Selama Nataru 2025–2026

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Stasiun Cikarang tercatat sebagai stasiun integrasi tersibuk selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data KAI Commuter, total pergerakan penumpang di stasiun tersebut pada periode 18–23 Desember 2025 mencapai 347.058 orang. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa ratusan ribu penumpang tersebut berasal dari berbagai layanan […]

  • Korban Teror Air Keras di Bekasi Minta Perlindungan LPSK

    Korban Teror Air Keras di Bekasi Minta Perlindungan LPSK

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – VU (38), warga Medan Satria, Kota Bekasi, yang menjadi korban serangkaian teror oleh pelaku misterius, akhirnya mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Kamis (19/12/2024). Langkah ini dilakukan karena pelaku hingga kini belum terungkap, meskipun telah beberapa kali dilaporkan ke pihak kepolisian. Menurut TA, adik korban, VU mengalami total […]

  • Kondisi truk wing box usai menabrak belasan sepeda motor di Simpang Unisma, Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Senin (29/6/2026) pagi.

    Diduga Rem Blong, Truk Wing Box Hantam Belasan Motor di Simpang Unisma Bekasi, 1 Tewas, 2 Kritis dan 7 Luka-Luka

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Simpang Unisma, Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Sebuah truk wing box diduga mengalami rem blong hingga menghantam belasan sepeda motor yang tengah berhenti di lampu lalu lintas. Berdasarkan informasi sementara, kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, […]

  • Polemik Pagar Laut di Bekasi: Dedi Mulyadi Siap Bongkar Sertifikat Bermasalah

    Polemik Pagar Laut di Bekasi: Dedi Mulyadi Siap Bongkar Sertifikat Bermasalah

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Gubernur terpilih Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi ke lokasi pemasangan pagar laut di kawasan Tarumajaya, tepatnya di perairan PPI Paljaya. Dalam kunjungannya, Dedi mempertanyakan legalitas pengerukan tanah dan sertifikat yang dimiliki dua perusahaan, yaitu PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara, yang diketahui memasang pagar di wilayah […]

expand_less