Ketua RT Murka! Protes Pembangunan Ruko Diduga Tutup Saluran Air di Sukarukun Sukatani, Warga Khawatir Banjir
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 6 Jul 2026
- comment 0 komentar

Ketua RT Perumahan Pilar Gading Mas menunjukkan saluran air yang diduga ditutup cor beton oleh pembangunan ruko di Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Senin (6/7/2026).
INFO CIKARANG – Pembangunan sebuah ruko di wilayah Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi menuai protes dari warga.
Pasalnya, bangunan tersebut diduga menutup saluran air atau drainase yang selama ini berfungsi mengalirkan air dari kawasan permukiman.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026) setelah Ketua RT di Perumahan Pilar Gading Mas, Rian Hermawan, menerima laporan dari warga terkait dugaan penutupan saluran air di lokasi pembangunan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Rian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Saat berada di bagian belakang bangunan ruko, ia mengaku menemukan saluran drainase yang sebelumnya terbuka telah dicor secara permanen.
Dalam video yang beredar di media sosial, Rian tampak meluapkan kekesalannya dan meminta agar bagian bangunan yang menutup saluran air segera dibongkar.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan Perumahan Pilar Gading Mas ketika hujan deras turun.
“Jadi membangun ruko di pinggir jalan, masih wilayah Kampung Jagawana di Jalan Utama Warung Satu Tambelang. Dengan seenaknya membangun ruko tapi menutup atas got supaya bangunannya luas. Ini menyalahi aturan dan dampaknya banjir di perumahan RT saya,” ujar Rian Hermawan.
Ia menegaskan bahwa fungsi drainase tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Menurutnya, saluran air yang tertutup dapat menyebabkan air meluap ke jalan maupun permukiman warga saat intensitas hujan tinggi.
Rian juga berharap pihak pengembang maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan terhadap pembangunan tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan adanya pelanggaran.
“Saya berharap pihak pengembang maupun instansi terkait segera mengambil tindakan agar fungsi saluran air dapat kembali normal dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Video protes tersebut pun ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet mendukung langkah Ketua RT yang dinilai berupaya memperjuangkan kepentingan lingkungan agar sistem drainase tetap berfungsi dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik maupun pengelola pembangunan ruko terkait dugaan penutupan saluran air tersebut.
Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan ke lokasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas, terutama saat musim hujan.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar