Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Terungkap di Sidang Tipikor! Nama Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ini Disebut Terkait Paket Proyek Senilai Rp48 Miliar

Terungkap di Sidang Tipikor! Nama Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ini Disebut Terkait Paket Proyek Senilai Rp48 Miliar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Sidang lanjutan kasus dugaan suap ijon proyek Kabupaten Bekasi mengungkap sejumlah fakta baru, termasuk munculnya nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam pembahasan paket proyek bernilai miliaran rupiah.

Sidang lanjutan kasus dugaan suap ijon proyek Kabupaten Bekasi mengungkap sejumlah fakta baru, termasuk munculnya nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi dalam pembahasan paket proyek bernilai miliaran rupiah.

INFO CIKARANG – Nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Iin Farihin, kembali menjadi sorotan dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendalami mekanisme pembagian paket pekerjaan serta aliran proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, yang hadir sebagai saksi, mengungkap adanya arahan untuk mengakomodasi sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan menjelang pelantikan Ade Kuswara Kunang sebagai Bupati Bekasi.

Henri mengaku pernah dipanggil ke sebuah rumah di Desa Cicau yang disebut milik mantan Sekretaris Desa Cibatu.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula HM Kunang, ayah kandung Ade Kuswara Kunang.

Menurut Henri, dalam pertemuan itu muncul arahan agar sejumlah nama mendapat perhatian dalam pelaksanaan proyek pembangunan daerah.

Dua nama yang disebut secara khusus adalah Ari Ginanjar dan Iin Farihin.

“Saya kemudian menyampaikan arahan tersebut kepada jajaran di dinas untuk ditindaklanjuti,” ungkap Henri di hadapan majelis hakim.

Lebih lanjut, Henri membeberkan nilai paket pekerjaan yang dikaitkan dengan Ari Ginanjar dan Iin Farihin mencapai sekitar Rp48 miliar.

Paket tersebut tersebar di sejumlah bidang pekerjaan, mulai dari pembangunan jalan sekitar Rp5 miliar, irigasi sekitar Rp7 miliar, hingga pekerjaan sumber daya air dengan nilai belasan miliar rupiah.

Selain kedua nama tersebut, Henri juga membenarkan adanya komunikasi dengan sejumlah kontraktor lain seperti Sarjan, Yayat Sudrajat, Endun, dan Madun terkait pelaksanaan proyek pemerintah.

Munculnya nama Iin dalam persidangan memunculkan polemik karena yang bersangkutan berstatus anggota legislatif yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

Menanggapi kesaksian tersebut, kuasa hukum terdakwa, Yusnaniar, menyatakan proyek-proyek yang disebut saksi merupakan pekerjaan tahun anggaran 2024 atau sebelum Ade Kuswara Kunang resmi menjabat sebagai bupati.

Ia menilai nama HM Kunang hanya dijadikan pintu masuk oleh pihak tertentu untuk mempermudah akses terhadap proyek-proyek di Dinas SDABMBK.

“Intinya Abah hanya menerima Rp1 miliar dari Iin, sementara nilai proyek yang disebut mencapai sekitar Rp50 miliar,” kata Yusnaniar.

Menurutnya, HM Kunang telah bersikap kooperatif dengan mengembalikan uang Rp1 miliar tersebut kepada KPK.

Karena itu, pihaknya mempertanyakan mengapa pihak lain yang namanya berulang kali muncul dalam persidangan belum diproses sebagai terdakwa.

“Klien kami menjadi terdakwa, sedangkan Iin Farihin masih melenggang. Di mana rasa keadilannya? Kami beberapa kali meminta KPK menetapkan Iin sebagai terdakwa seperti klien kami,” tegasnya.

Meski demikian, Yusnaniar mengaku tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pembuktian di persidangan.

Sebelumnya, Iin Farihin juga pernah diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih.

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan peran HM Kunang dalam pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Bekasi.

Dalam perkara ini, Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang didakwa menerima suap dari kontraktor untuk memuluskan perolehan paket pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sidang masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yamaha Setop Produksi di MM2100 Bekasi dan Jakarta, 1.100 Karyawan Terancam PHK!

    Yamaha Setop Produksi di MM2100 Bekasi dan Jakarta, 1.100 Karyawan Terancam PHK!

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Industri elektronik di Indonesia kembali mengalami pukulan telak. Setelah PT Sanken Indonesia mengumumkan penghentian produksinya pada Juni 2025, kini giliran dua pabrik Yamaha yang akan tutup. Keputusan ini berdampak besar bagi sekitar 1.100 pekerja yang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dikonfirmasi oleh Riden Hatam Aziz selaku Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) […]

  • Bau menyengat dari drainase RT 04 RW 02 Bojong Menteng kembali resahkan warga.

    Dugaan Kelalaian Limbah di Dapur MBG Bojong Menteng, Warga Rawalumbu Keluhkan Bau Menyengat

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Warga Bojong Menteng, Rawalumbu, dibuat resah dengan munculnya bau menyengat yang selama beberapa hari terakhir keluar dari saluran drainase di sekitar permukiman RT 04 RW 02. Aroma tak sedap itu awalnya dikira berasal dari tumpukan sampah rumah tangga. Namun penyelidikan warga justru mengarah pada salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik […]

  • Bupati Bekasi Sidak Pasar Cibarusah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

    Bupati Bekasi Sidak Pasar Cibarusah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang turun langsung ke Pasar Cibarusah pada Jumat (28/03/2025) untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap stabil. Sidak ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang Lebaran. Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, serta […]

  • Debit Air Kali Cikeas Naik, Warga Diminta Tetap Siaga

    Debit Air Kali Cikeas Naik, Warga Diminta Tetap Siaga

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Peningkatan volume air dilaporkan terjadi di Kali Bekasi setelah adanya kiriman dari wilayah Bogor ke Kali Cikeas. Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor sejak Sabtu, 5 Juli 2025, menjadi pemicu kenaikan debit air di aliran sungai tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan tinggi muka air (TMA) Kali Bekasi masih berada dalam kondisi terkendali, dengan […]

  • Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi. Oknum PNS Disbudpora dilaporkan terkait dugaan penjualan aset daerah.

    Diduga Jual Aset Daerah, Oknum PNS Dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi oleh KIM

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Dugaan penjualan aset daerah kembali mencuat di Kabupaten Bekasi. Kali ini, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial AM dari Dinas Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disbudpora) dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Bekasi. Surat laporan resmi diserahkan pada Selasa (6/1/2026) dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait, […]

  • Guru SMPN 5 Cikarang Selatan Akui Kesalahan, Kasus Asusila Berakhir Damai

    Guru SMPN 5 Cikarang Selatan Akui Kesalahan, Kasus Asusila Berakhir Damai

    • calendar_month Rab, 11 Des 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang guru di SMPN 5 Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya diselesaikan secara damai. Mediasi berlangsung pada Selasa, 10 Desember 2024, dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua murid, dan aparat kepolisian setempat. Proses mediasi ini dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukadami, Aiptu Surono, yang bekerja sama dengan Unit […]

expand_less