Mengenal Kalender Hijriah: Sejarah, Cara Perhitungan, dan Keunikannya yang Jarang Diketahui
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi pengamatan hilal sebagai penanda awal bulan dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.
INFO CIKARANG – Setiap kali memasuki Tahun Baru Islam atau 1 Muharram, masyarakat kerap mendengar istilah kalender Hijriah.
Kalender ini menjadi acuan penting dalam kehidupan umat Islam, terutama untuk menentukan waktu ibadah seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Iduladha.
Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana kalender Hijriah terbentuk, mengapa berbeda dengan kalender Masehi, serta apa saja keunikan yang dimilikinya.
Awal Mula Kalender Hijriah pada Masa Khalifah Umar bin Khattab
Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi.
Saat itu, wilayah kekuasaan Islam semakin luas sehingga diperlukan sistem penanggalan yang lebih teratur untuk keperluan administrasi.
Banyak surat dan dokumen penting yang tidak memiliki penanda tahun yang jelas, sehingga menimbulkan kebingungan dalam pencatatan.
Melalui musyawarah para sahabat Nabi Muhammad SAW, disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi dijadikan sebagai titik awal kalender Islam.
Peristiwa hijrah dipilih karena dianggap sebagai tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam.
Mengapa Disebut Kalender Hijriah?
Istilah “Hijriah” berasal dari kata hijrah yang berarti perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Meskipun titik awalnya adalah peristiwa hijrah, penetapan tahun pertama kalender ini dimulai dari bulan Muharram, yang dianggap sebagai awal siklus baru masyarakat Arab saat itu.
Menggunakan Sistem Peredaran Bulan
Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.
Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan mengelilingi bumi. Setiap bulan terdiri dari 29 atau 30 hari berdasarkan pengamatan hilal atau bulan sabit.
Akibatnya, satu tahun Hijriah hanya memiliki 354 atau 355 hari, lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan kalender Masehi.
Perbedaan ini membuat tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha selalu bergeser setiap tahun.
Susunan 12 Bulan dalam Kalender Hijriah
Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan, yaitu:
1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul Awal
4. Rabiul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Syaban
9. Ramadan
10. Syawal
11. Zulkaidah
12. Zulhijah
Di antara bulan tersebut, terdapat empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yaitu Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah.
Keunikan Kalender Hijriah
Kalender Hijriah memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari kalender lainnya, di antaranya:
Menggunakan sistem peredaran bulan
Penentuan awal bulan melalui rukyatul hilal
Ibadah Islam mengikuti siklus kalender Hijriah
Memberikan pengalaman Ramadan di berbagai musim sepanjang hidup manusia
Tetap Relevan di Era Modern
Meski aktivitas modern lebih banyak menggunakan kalender Masehi, kalender Hijriah tetap memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam di seluruh dunia.
Penentuan hari besar Islam seperti Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha sepenuhnya bergantung pada kalender ini.
Dengan memahami sejarah dan sistemnya, masyarakat dapat lebih mengenal salah satu warisan penting dalam peradaban Islam yang telah digunakan selama lebih dari 14 abad.
- Penulis: Admin



Saat ini belum ada komentar