Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi Soroti Kinerja Perumda Tirta Bhagasasi: Produksi Air Besar, Tapi Masih Merugi, NRW Harus Jadi Prioritas

Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi Soroti Kinerja Perumda Tirta Bhagasasi: Produksi Air Besar, Tapi Masih Merugi, NRW Harus Jadi Prioritas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
  • comment 0 komentar
Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi (Ajuk), menyampaikan sejumlah masukan terkait peningkatan kinerja Perumda Tirta Bhagasasi agar mampu menekan kerugian, meningkatkan pelayanan air bersih, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi (Ajuk), menyampaikan sejumlah masukan terkait peningkatan kinerja Perumda Tirta Bhagasasi agar mampu menekan kerugian, meningkatkan pelayanan air bersih, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

INFO CIKARANG – Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi atau yang akrab disapa Ajuk, meminta jajaran direksi Perumda Tirta Bhagasasi bekerja lebih fokus sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Menurutnya, perusahaan daerah penyedia air minum tersebut harus mampu keluar dari persoalan kerugian yang terus terjadi serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi.

Ajuk menilai, setiap direksi memiliki tanggung jawab yang berbeda sehingga tidak semestinya terjadi tumpang tindih kewenangan maupun perbedaan arah kebijakan di internal perusahaan. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kegaduhan dan menghambat peningkatan kinerja perusahaan.

“Semua direksi harus bekerja sesuai job description masing-masing. Direktur Utama mengoordinasikan perusahaan, Direktur Teknik memastikan produksi dan distribusi air berjalan baik, Direktur Umum menjamin kesejahteraan karyawan, sedangkan bidang lainnya fokus menjalankan tugas sesuai kewenangannya,” ujar Ajuk.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, perpindahan pegawai dari Kota Bekasi ke Kabupaten Bekasi, proses kenaikan golongan pegawai, hingga pengelolaan pembayaran kewajiban bernilai miliaran rupiah yang harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Selain tata kelola internal, Ajuk menilai aspek teknis menjadi faktor penting yang harus segera dibenahi, terutama terkait Non-Revenue Water (NRW) atau air yang telah diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan.

Menurutnya, tingginya angka NRW menjadi penyebab utama kerugian perusahaan karena sebagian air yang diproduksi hilang akibat kebocoran jaringan, sambungan ilegal, kerusakan meter pelanggan, maupun penggunaan yang tidak tercatat.

“Kalau produksi air besar tetapi air yang berhasil ditagihkan ke pelanggan kecil, perusahaan pasti terus merugi. Idealnya NRW berada di bawah 20 persen. Kalau sudah di atas 30 persen, itu menjadi alarm serius yang harus segera ditangani,” katanya.

Ajuk juga mendorong agar Direktorat Teknik lebih agresif melakukan peremajaan jaringan perpipaan, memperbaiki titik-titik kebocoran, mengganti meter pelanggan yang sudah tidak akurat, serta menertibkan sambungan ilegal.

Di sisi lain, ia meminta manajemen melakukan evaluasi terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan pihak ketiga yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan seluruh kerja sama masih memberikan manfaat bagi perusahaan.

Apabila kapasitas produksi air dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) baru memang diperlukan. Namun pembangunan tersebut harus dibarengi dengan perbaikan efisiensi distribusi.

“Percuma membangun IPA atau WTP baru dengan investasi miliaran rupiah kalau airnya masih banyak bocor di jaringan sebelum sampai ke pelanggan. Yang dibutuhkan bukan hanya menambah produksi, tetapi memastikan air hasil produksi benar-benar sampai ke masyarakat dan menjadi pendapatan perusahaan,” tegasnya.

Ajuk berharap pembenahan tata kelola, peningkatan efisiensi operasional, serta sinergi antar-direksi dapat menjadikan Perumda Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan daerah yang sehat, memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas kepada masyarakat, sekaligus mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

Judul: Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi Soroti Kinerja Perumda Tirta Bhagasasi: Produksi Air Besar, Tapi Masih Merugi, NRW Harus Jadi Prioritas

Meta Deskripsi: Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi (Ajuk), menyoroti kinerja Perumda Tirta Bhagasasi yang dinilai belum optimal. Ia meminta direksi fokus menjalankan tugas pokok, menekan NRW, serta meningkatkan kontribusi PAD.

Caption Foto: Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi (Ajuk), menyampaikan sejumlah masukan terkait peningkatan kinerja Perumda Tirta Bhagasasi agar mampu menekan kerugian, meningkatkan pelayanan air bersih, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi Soroti Kinerja Perumda Tirta Bhagasasi: Produksi Air Besar, Tapi Masih Merugi, NRW Harus Jadi Prioritas

INFO CIKARANG – Tokoh Gerindra Kabupaten Bekasi, Junaedi atau yang akrab disapa Ajuk, meminta jajaran direksi Perumda Tirta Bhagasasi bekerja lebih fokus sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Menurutnya, perusahaan daerah penyedia air minum tersebut harus mampu keluar dari persoalan kerugian yang terus terjadi serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi.

Ajuk menilai, setiap direksi memiliki tanggung jawab yang berbeda sehingga tidak semestinya terjadi tumpang tindih kewenangan maupun perbedaan arah kebijakan di internal perusahaan. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kegaduhan dan menghambat peningkatan kinerja perusahaan.

“Semua direksi harus bekerja sesuai job description masing-masing. Direktur Utama mengoordinasikan perusahaan, Direktur Teknik memastikan produksi dan distribusi air berjalan baik, Direktur Umum menjamin kesejahteraan karyawan, sedangkan bidang lainnya fokus menjalankan tugas sesuai kewenangannya,” ujar Ajuk.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, perpindahan pegawai dari Kota Bekasi ke Kabupaten Bekasi, proses kenaikan golongan pegawai, hingga pengelolaan pembayaran kewajiban bernilai miliaran rupiah yang harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Selain tata kelola internal, Ajuk menilai aspek teknis menjadi faktor penting yang harus segera dibenahi, terutama terkait Non-Revenue Water (NRW) atau air yang telah diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan.

Menurutnya, tingginya angka NRW menjadi penyebab utama kerugian perusahaan karena sebagian air yang diproduksi hilang akibat kebocoran jaringan, sambungan ilegal, kerusakan meter pelanggan, maupun penggunaan yang tidak tercatat.

“Kalau produksi air besar tetapi air yang berhasil ditagihkan ke pelanggan kecil, perusahaan pasti terus merugi. Idealnya NRW berada di bawah 20 persen. Kalau sudah di atas 30 persen, itu menjadi alarm serius yang harus segera ditangani,” katanya.

Ajuk juga mendorong agar Direktorat Teknik lebih agresif melakukan peremajaan jaringan perpipaan, memperbaiki titik-titik kebocoran, mengganti meter pelanggan yang sudah tidak akurat, serta menertibkan sambungan ilegal.

Di sisi lain, ia meminta manajemen melakukan evaluasi terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan pihak ketiga yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan seluruh kerja sama masih memberikan manfaat bagi perusahaan.

Apabila kapasitas produksi air dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) baru memang diperlukan. Namun pembangunan tersebut harus dibarengi dengan perbaikan efisiensi distribusi.

“Percuma membangun IPA atau WTP baru dengan investasi miliaran rupiah kalau airnya masih banyak bocor di jaringan sebelum sampai ke pelanggan. Yang dibutuhkan bukan hanya menambah produksi, tetapi memastikan air hasil produksi benar-benar sampai ke masyarakat dan menjadi pendapatan perusahaan,” tegasnya.

Ajuk berharap pembenahan tata kelola, peningkatan efisiensi operasional, serta sinergi antar-direksi dapat menjadikan Perumda Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan daerah yang sehat, memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas kepada masyarakat, sekaligus mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Minta Aplikator Ojek Online Beri Bonus Hari Raya dalam Bentuk Uang Tunai

    Prabowo Minta Aplikator Ojek Online Beri Bonus Hari Raya dalam Bentuk Uang Tunai

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Pemerintah Indonesia semakin serius dalam memperhatikan kesejahteraan pengemudi ojek online dan kurir daring. Imbauan pun dikeluarkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, agar bonus hari raya atau THR diberikan oleh aplikator transportasi online seperti Gojek dan Grab  kepada para driver atau pengemudi dalam bentuk uang tunai. Imbauan ini disampaikan langsung dalam konferensi pers […]

  • Warga Pilar Desak BPN Kabupaten Bekasi Satset Brantas Mafia Tanah

    Warga Pilar Desak BPN Kabupaten Bekasi Satset Brantas Mafia Tanah

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Kabupaten Bekasi – Forum Warga Pilar Tertindas (Fowapti) mengultimatum BPN Kabupaten Bekasi jangan bermain mata dengan mafia tanah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Fowapti Maskuri pada Kamis (03/10/2024). Hal tersebut disebabkan ketika pihaknya tidak puas atas penjelasan yang dikeluarkan BPN Kabupaten Bekasi pada Senin 30 September 2024 kemarin, padahal warga kesana atas perintah surat dari […]

  • Sidang di Pengadilan Tipikor Bandung ungkap pengakuan mantan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang soal aliran dana Rp8,5 miliar dari pengusaha, memicu dugaan ijon proyek.

    Mantan Bupati Bekasi Akui Terima Rp8,5 Miliar dari Pengusaha, Dugaan ‘Ijon Proyek’ Mencuat

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/4/2026). Mantan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, mengakui menerima aliran dana miliaran rupiah dari pengusaha Sarjan. Pengakuan ini memunculkan indikasi praktik “ijon proyek” di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Novian Saputra, Ade menjelaskan bahwa […]

  • Stasiun Cikarang jadi stasiun integrasi tersibuk selama Nataru 2025–2026.

    Stasiun Cikarang Jadi Stasiun Integrasi Tersibuk Selama Nataru 2025–2026

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Stasiun Cikarang tercatat sebagai stasiun integrasi tersibuk selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Berdasarkan data KAI Commuter, total pergerakan penumpang di stasiun tersebut pada periode 18–23 Desember 2025 mencapai 347.058 orang. Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa ratusan ribu penumpang tersebut berasal dari berbagai layanan […]

  • Ilustrasi bawang merah. Harga bawang merah di Pasar Induk Cibitung mulai terkendali seiring lancarnya distribusi dari Brebes dan Madura.

    Kiriman dari Brebes dan Madura Mulai Kondusif, Harga Bawang Mulai Terkendali

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Selain cabai, komoditas bawang merah juga sempat mengalami kenaikan harga di awal Ramadhan. Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner selama hari-hari awal puasa. Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa harga bawang merah sebelumnya berada di […]

  • Kecelakaan Maut di Kalimalang Cibitung, 3 Orang Tewas

    Kecelakaan Maut di Kalimalang Cibitung, 3 Orang Tewas

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Kamis pagi, 13 Februari 2025. Insiden ini melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dengan kecepatan tinggi. Menurut laporan warga, kecelakaan terjadi di dekat Cafe Warna Warni Cibitung. Benturan keras mengakibatkan tiga orang meninggal di lokasi, sementara satu korban lainnya […]

expand_less