Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Pelayanan Dikeluhkan, Keuangan Tertekan, Peneliti Nilai Tirta Bhagasasi Hadapi Krisis Tata Kelola dan Kinerja

Pelayanan Dikeluhkan, Keuangan Tertekan, Peneliti Nilai Tirta Bhagasasi Hadapi Krisis Tata Kelola dan Kinerja

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
  • comment 0 komentar
Ilustrasi. Perumda Tirta Bhagasasi menjadi sorotan setelah muncul berbagai keluhan pelayanan air bersih dan hasil kajian yang menilai perusahaan menghadapi tekanan pada aspek keuangan maupun tata kelola.

Ilustrasi. Perumda Tirta Bhagasasi menjadi sorotan setelah muncul berbagai keluhan pelayanan air bersih dan hasil kajian yang menilai perusahaan menghadapi tekanan pada aspek keuangan maupun tata kelola.

INFO CIKARANG – Kondisi Perumda Tirta Bhagasasi kembali menjadi sorotan setelah muncul berbagai keluhan pelanggan terkait kualitas pelayanan air bersih yang dinilai menurun. Di saat bersamaan, hasil kajian dari lembaga penelitian turut menyoroti kondisi keuangan perusahaan yang disebut mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial dipenuhi laporan masyarakat mengenai distribusi air yang kerap terhenti, debit air yang kecil, hingga air yang mengalir dalam kondisi keruh. Meski musim kemarau turut memengaruhi ketersediaan air baku, sebagian pelanggan menilai persoalan tersebut juga berkaitan dengan sistem distribusi dan pengelolaan jaringan.

Selain aspek pelayanan, data keuangan perusahaan menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Pada 2021, Perumda Tirta Bhagasasi tercatat memiliki aset sekitar Rp750 miliar, total kewajiban sebesar Rp240 miliar, serta membukukan laba sekitar Rp30 miliar.

Memasuki 2024, nilai aset meningkat menjadi sekitar Rp960 miliar. Namun, peningkatan tersebut diikuti kenaikan utang menjadi sekitar Rp420 miliar. Pada periode yang sama, laba perusahaan dilaporkan turun menjadi sekitar Rp9 miliar.

Memasuki 2025, aset perusahaan tercatat menurun menjadi sekitar Rp940 miliar. Di sisi lain, total kewajiban kembali meningkat hingga sekitar Rp440 miliar, sementara laba perusahaan menyusut menjadi sekitar Rp1 miliar.

Berdasarkan data tersebut, Peneliti Independent Human Institute (IHI), Ramdhan Ghozali, menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya tekanan terhadap kinerja perusahaan. Menurutnya, peningkatan aset yang tidak diiringi pertumbuhan keuntungan menunjukkan belum optimalnya produktivitas aset yang dimiliki.

Ia juga menyoroti tingginya tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang disebut telah melampaui 50 persen. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain ketentuan Minimum Off Take dalam kerja sama penyediaan air curah, dugaan sambungan pelanggan ilegal, serta lambannya penanganan kebocoran jaringan distribusi.

Selain itu, Ramdhan menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah persoalan yang menurut hasil kajian IHI turut memengaruhi kondisi perusahaan, mulai dari aspek tata kelola, pengawasan internal, hingga dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan perusahaan.

Dalam keterangannya, ia mengibaratkan kondisi Perumda Tirta Bhagasasi saat ini seperti pasien yang memerlukan penanganan menyeluruh agar dapat kembali sehat.

> “KPM harus bertindak cepat sebagai dokter spesialis yang mampu mendiagnosis akar persoalan dan mengambil langkah pembenahan secara menyeluruh. Perumda juga harus terbuka terhadap seluruh persoalan yang dihadapi agar solusi yang diterapkan benar-benar tepat sasaran,” ujar Ramdhan, Senin (3/8/2026).

 

Ramdhan menilai pembenahan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan jangka pendek, melainkan harus menyentuh aspek tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas pelayanan, pengendalian kehilangan air, hingga penguatan fungsi pengawasan.

Ia juga menyinggung penetapan tiga mantan pejabat Perumda Tirta Bhagasasi sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dalam perkara dugaan korupsi proyek sambungan pelanggan baru yang disebut merugikan keuangan negara sekitar Rp4,5 miliar pada periode 2024–2025.

Menurut Ramdhan, hasil penelitian yang dilakukan IHI telah disampaikan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM). Pihaknya juga berencana menyampaikan kajian tersebut kepada unsur Forkopimda dan DPRD Kabupaten Bekasi sebagai bahan masukan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari jajaran Direksi Perumda Tirta Bhagasasi terkait sejumlah penilaian, dugaan, maupun kritik yang disampaikan oleh peneliti IHI.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Udara Makin Buruk, Cikarang Jadi Wilayah Paling Berpolusi ke-3 di Indonesia

    Kualitas Udara Makin Buruk, Cikarang Jadi Wilayah Paling Berpolusi ke-3 di Indonesia

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Cikarang, Kabupaten Bekasi, mencatat rekor kurang menyenangkan di tahun 2024. Menurut laporan 2024 World Air Quality Report dari IQAir, Cikarang menempati posisi ketiga sebagai wilayah dengan polusi udara tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2024. Dalam laporan tersebut, tingkat polutan PM2,5 di Cikarang mencapai 52,8 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh melampaui […]

  • KPU Kabupaten Bekasi Resmi Menerima Pendaftaran BN. Holik Qodratullah – H. Faizal Hafan Farid

    KPU Kabupaten Bekasi Resmi Menerima Pendaftaran BN. Holik Qodratullah – H. Faizal Hafan Farid

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2024
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    Kedungwaringin,- Di hari kedua pembukaan pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi, pasangan BN. Holik Qodratullah dan Faizal Hafan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bekasi, Rabu (28/8/2024) siang. Didampingi partai pengusungnya, BN. Holik dan Faizal Hafan langsung disambut masuk menuju ruangan yang berada di bagian dalam kantor KPU Kabupaten Bekasi, sementara tamu […]

  • Sampah di TPS Ilegal Babelan Kian Menumpuk, Warga Minta Solusi!

    Sampah di TPS Ilegal Babelan Kian Menumpuk, Warga Minta Solusi!

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Keberadaan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang berada di Kampung Penggilingan Tengah, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, semakin membuat resah warga. Lokasi pembuangan liar yang berada di pinggir Kali Bekasi ini menjadi sumber pencemaran, terutama saat musim hujan tiba dan banjir melanda. Sampah yang hanyut terbawa arus tidak […]

  • Sandy Permana, Pemeran Arya Soma di Mak Lampir, Tewas Jadi Korban Penusukan di Bekasi

    Sandy Permana, Pemeran Arya Soma di Mak Lampir, Tewas Jadi Korban Penusukan di Bekasi

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

      INFO CIKARANG – Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Sandy Permana, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Arya Soma dalam sinetron legendaris Misteri Gunung Merapi, ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Minggu pagi (12/1/2025). Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, korban ditemukan oleh tetangganya […]

  • Musrenbang Bekasi 2025: Arah Baru Pembangunan Sesuai Visi Bupati Terpilih

    Musrenbang Bekasi 2025: Arah Baru Pembangunan Sesuai Visi Bupati Terpilih

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG– Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta seluruh kecamatan untuk menyelaraskan program Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bekasi terpilih, Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja. Langkah ini dilakukan agar program yang diusulkan selaras dengan arah pembangunan daerah ke depan. Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, menegaskan bahwa setiap […]

  • Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Arifin saat menyoroti tingginya belanja pegawai dalam APBD 2026.

    Belanja Pegawai Tembus 46 Persen APBD, DPRD Bekasi Dorong PAD Digenjot

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Komposisi anggaran di Kabupaten Bekasi jadi sorotan. Pasalnya, belanja pegawai pada APBD 2026 tercatat mencapai 46 persen, melewati batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat. Dalam aturan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, belanja pegawai seharusnya maksimal berada di angka 30 persen. Kondisi ini membuat DPRD mulai mendorong langkah cepat untuk menyeimbangkan […]

expand_less