Duka Selimuti Rumah Korban Tabrakan KA di Bekasi Timur, Guru PNS asal Cikarang Jadi Korban
- account_circle T.T
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Suasana rumah duka salah satu korban meninggal dunia kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.
INFO CIKARANG — Suasana duka menyelimuti kediaman salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Korban diketahui bernama Nurlaela (30), warga Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Keluarga, tetangga, dan kerabat terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta mendoakan almarhumah.
Paman korban, Mulyadi, mengungkapkan keluarga sempat mengalami kepanikan lantaran korban tak kunjung pulang usai bekerja.
“Dari malam kami sudah khawatir karena belum pulang. Saat ditelepon, handphone sempat diangkat orang lain dan memberi tahu ponselnya ditemukan, tapi korban belum diketahui keberadaannya,” ujar Mulyadi.
Ia menjelaskan, jenazah baru berhasil ditemukan dan dibawa pulang ke rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
“Jam satu malam kami baru mendapat kepastian, lalu koordinasi untuk penjemputan. Sampai rumah sekitar jam tiga pagi,” katanya.
Menurut keluarga, kondisi jenazah korban masih dalam keadaan utuh meski mengalami luka serius di bagian kaki dan diduga luka dalam akibat benturan keras.
“Alhamdulillah tubuhnya masih utuh, hanya ada patah kaki dan kemungkinan luka dalam,” tambahnya.
Nurlaela diketahui sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di salah satu sekolah dasar di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur. Ia rutin menggunakan KRL untuk berangkat dan pulang kerja.
“Setiap hari memang naik KRL. Pagi berangkat, sore pulang. Sudah jadi rutinitasnya,” jelas Mulyadi.
Tak hanya dikenal sebagai pekerja keras, Nurlaela juga disebut baru saja menyelesaikan pendidikan magister beberapa bulan lalu.
“Dia orangnya pendiam, fokus kerja. Baru lulus S2 sekitar tiga bulan lalu,” ungkapnya.
Kepergian Nurlaela meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Korban diketahui meninggalkan seorang anak yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Sebelumnya, kecelakaan maut di Bekasi Timur diduga bermula saat sebuah mobil taksi mengalami gangguan di perlintasan dekat stasiun. Insiden itu memicu rangkaian KRL berhenti di jalur, sebelum akhirnya tertabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.
Hingga Rabu (29/4/2026), jumlah korban meninggal akibat insiden tersebut dilaporkan terus bertambah dan proses investigasi masih dilakukan oleh pihak terkait.
- Penulis: T.T


Saat ini belum ada komentar