Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Pemuda Bekasi Timur Ditahan Polisi Usai Aniaya Ibu karena Tak Diberi Uang Rp30 Ribu

Pemuda Bekasi Timur Ditahan Polisi Usai Aniaya Ibu karena Tak Diberi Uang Rp30 Ribu

  • account_circle Info Cikarang
  • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
  • comment 0 komentar

INFO CIKARANG – Seorang pemuda berinisial MI (23) ditahan aparat kepolisian setelah video penganiayaan terhadap ibunya sendiri, Meilanie (46), beredar luas di media sosial. Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Perumahan Irigasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, pada Rabu, 19 Juni 2025.

Dalam rekaman kamera pengawas yang tersebar, MI terlihat menendang dan memukul korban hingga terjatuh di area teras rumah. Aksi kekerasan tersebut disebut bermula dari penolakan sang ibu memberikan uang sebesar Rp30 ribu yang diminta pelaku.

Korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan pinggul akibat serangan fisik tersebut. Meskipun belum mendapat perawatan medis secara langsung, Meilanie telah menjalani pemeriksaan visum untuk mendukung proses penyidikan.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa laporan korban segera ditindaklanjuti oleh aparat. Saat ini, terduga pelaku telah diamankan dan menjalani proses penahanan di Mapolres Metro Bekasi Kota.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan,” ungkap Kusumo, Minggu (22 Juni 2025).

Penyidik saat ini masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Dugaan sementara menunjukkan bahwa tindak kekerasan tersebut dipicu oleh rasa kesal karena permintaan uang tidak dikabulkan.

Kejadian ini turut memicu reaksi masyarakat di dunia maya, banyak yang mengecam tindakan pelaku dan berharap proses hukum dapat ditegakkan dengan tegas. Kasus ini menambah daftar kekerasan dalam rumah tangga yang mendapat sorotan publik.*

  • Penulis: Info Cikarang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Bekasi Protes Kebijakan Gubernur Jabar, Sebut Bisa Rugikan Pesantren

    PCNU Bekasi Protes Kebijakan Gubernur Jabar, Sebut Bisa Rugikan Pesantren

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Kritik tajam diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait dengan kebijakan penyerahan ijazah secara sukarela kepada seluruh siswa tanpa syarat. Kritikan tajam ini datang dari berbagai elemen pendidikan keagamaan. Salah satu suara paling keras datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi yang menyebut kebijakan tersebut merugikan pesantren dan berpotensi […]

  • 5 Tahun Terabaikan! Warga Cikarang Selatan Masih Was-was Akibat Longsor

    5 Tahun Terabaikan! Warga Cikarang Selatan Masih Was-was Akibat Longsor

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG- Warga Kampung Cicadas, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi masih hidup dalam ketakutan. Longsor yang terjadi sejak tahun 2020 tak kunjung ditangani dan malah semakin meluas. Bencana ini bukan hanya sekadar merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Bahkan, beberapa rumah sudah rubuh terbawa longsor, sementara rumah lainnya mengalami retakan parah. Maskun […]

  • Aktivitas penumpang Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi yang terdampak rencana penutupan pintu selatan.

    Pengguna KRL Keluhkan Rencana Penutupan Pintu Selatan Stasiun Bekasi, Dinilai Bukan Solusi Kemacetan

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Rencana penutupan pintu selatan Stasiun Bekasi menuai keberatan dari sejumlah pengguna Commuter Line. Kebijakan yang sempat diwacanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi sejak November 2025 itu dinilai belum menyentuh akar persoalan kemacetan dan parkir di kawasan stasiun. Salah satu pengguna KRL, Mamat Abdurrahman (28), menilai penutupan akses tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan […]

  • Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) 2 Selatan Seksi 2A yang melintasi wilayah Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

    Ahli Waris Protes Nilai Ganti Rugi Lahan Tol Japek 2 Selatan di Setu Bekasi

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) 2 Selatan kembali menuai keberatan dari warga. Kali ini, ahli waris Jumanah BT Sarip menyampaikan penolakan terhadap nilai ganti rugi yang ditawarkan pemerintah. Melalui perwakilannya, Wandy Umar Mulyana, pihak keluarga menyatakan bahwa nilai kompensasi untuk lahan mereka di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, […]

  • Gedung MTs Al Maliyah di Sukatani, Bekasi, dilaporkan nyaris roboh akibat cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang sudah lapuk.

    Diguyur Hujan Angin dan Bangunan Lapuk Dimakan Usia, Gedung MTs Al Maliyah Sukatani Kabupaten Bekasi Terancam Ambruk

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Kondisi memprihatinkan dialami Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Maliyah Sukatani, Kabupaten Bekasi, yang dilaporkan nyaris ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang, ditambah kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Sekolah yang berlokasi di Kampung Elo, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi tersebut terdampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bekasi dan sekitarnya […]

  • Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang membantah mengetahui dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Ia mengaku baru menjabat sekitar sembilan bulan saat diperiksa KPK.

    Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Tahu Dugaan Suap Ijon Proyek, Sebut Baru 9 Bulan Menjabat

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Tekad Triyanto
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang membantah mengetahui adanya praktik dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang kini menyeret namanya. Saat memberikan keterangan terkait pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ade mengaku masa jabatannya yang baru berjalan sekitar sembilan bulan membuat dirinya belum sepenuhnya memahami mekanisme pemerintahan daerah. Menurut […]

expand_less