Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » Fakta Baru Sidang Dugaan Ijon Proyek Bekasi: Hakim Soroti Alasan Pinjaman Rp8,5 Miliar dari Sarjan ke Ade Kuswara

Fakta Baru Sidang Dugaan Ijon Proyek Bekasi: Hakim Soroti Alasan Pinjaman Rp8,5 Miliar dari Sarjan ke Ade Kuswara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
  • comment 0 komentar
Sidang kasus dugaan ijon proyek Bekasi kembali mengungkap fakta baru terkait aliran dana Rp8,5 miliar dari kontraktor kepada Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang yang kini menjadi sorotan majelis hakim.

Sidang kasus dugaan ijon proyek Bekasi kembali mengungkap fakta baru terkait aliran dana Rp8,5 miliar dari kontraktor kepada Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang yang kini menjadi sorotan majelis hakim.

INFO CIKARANG – Persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi praktik ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengungkap sejumlah fakta baru yang menjadi perhatian majelis hakim.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 22 Juni 2026, sejumlah saksi mengungkap adanya penyerahan uang secara bertahap dari kontraktor Sarjan kepada Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dengan total mencapai Rp8,5 miliar.

Meki demikian, Ade Kuswara tetap membantah uang tersebut merupakan suap atau gratifikasi.

Ia bersikeras bahwa dana yang diterimanya adalah pinjaman pribadi.

Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan tujuh saksi dalam persidangan tersebut, di antaranya Sarjan selaku kontraktor pemberi uang, Muhammad Riza, Sugiharto, Ricky Yuda Bhakti alias Nyai, Rahmat Hidayat, Abeng Arif, dan Suwaji.

Salah satu saksi, Rahmat Hidayat, mengaku beberapa kali diminta mengambil bungkusan dari Sarjan untuk kemudian diserahkan kepada Ade Kuswara.

Menurut keterangannya, penyerahan dilakukan di area parkir sebuah rumah makan di kawasan Lippo Cikarang.

Rahmat menyebut dirinya menerima bungkusan yang menurut Sarjan berisi uang dengan nilai antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

Seluruh paket tersebut kemudian diantarkan langsung ke kediaman Ade Kuswara di Kampung Gempol.

Keterangan serupa disampaikan Ricky Yuda Bhakti alias Nyai. Ia mengaku pernah diminta menemui Sarjan di kawasan Delta Silicon 8, Cikarang Selatan, dan menerima dua kardus yang disebut berisi uang senilai Rp2 miliar.

Menurut Nyai, kardus tersebut kemudian dibawa ke rumah Ade Kuswara sesuai instruksi yang diterimanya.

Sementara itu, Sugiharto mengungkap dirinya menjadi pihak yang mempertemukan Sarjan dengan Ade Kuswara.

Pertemuan awal disebut berlangsung di sebuah restoran Korea di Bekasi dan menjadi awal komunikasi yang kemudian berkembang lebih jauh.

Dalam keterangannya, Sugiharto mengaku pernah menerima uang Rp500 juta yang disebut untuk membantu kebutuhan menjelang pelantikan kepala daerah terpilih. Ia juga mengakui menerima satu unit kendaraan dari Sarjan.

Fakta menarik muncul ketika Sarjan memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim.

Ia mengaku sempat bertemu langsung dengan Ade Kuswara di Rest Area KM 88 Tol Cipularang untuk memastikan permintaan pinjaman yang sebelumnya disampaikan melalui Sugiharto.

Menurut Sarjan, saat itu Ade membenarkan adanya kebutuhan dana dan bahkan meminta agar jumlahnya ditingkatkan menjadi Rp10 miliar.

Pengakuan tersebut membuat majelis hakim menyoroti motif di balik pemberian dana dalam jumlah besar tersebut.

Hakim mempertanyakan alasan Sarjan bersedia meminjamkan uang miliaran rupiah kepada seorang kepala daerah.

Saat dicecar majelis hakim, Sarjan akhirnya mengakui bahwa dirinya berharap mendapatkan proyek dari pemerintah daerah.

“Benar Yang Mulia,” jawab Sarjan ketika ditanya apakah tujuannya memberikan bantuan dana agar memperoleh proyek.

Selain soal aliran uang, persidangan juga mengungkap adanya daftar usulan proyek pembangunan yang disebut pernah diserahkan kepada Sarjan.

Muhammad Riza, mantan ajudan Ade Kuswara, mengaku pernah diminta mengambil data usulan kegiatan pembangunan dari Bappeda Kabupaten Bekasi.

Setelah ditandai oleh Ade Kuswara, dokumen tersebut sempat diminta untuk diberikan kepada pihak dinas terkait sebelum akhirnya juga diserahkan kepada Sarjan.

Usai persidangan, Ade Kuswara kembali menegaskan bahwa dana Rp8,5 miliar yang diterimanya merupakan pinjaman pribadi dan bukan bagian dari praktik suap.

Ia mengklaim telah menyiapkan dana untuk mengembalikan pinjaman tersebut sebelum kasus ini mencuat ke publik.

Senada dengan kliennya, kuasa hukum Ade Kuswara, Yusnaniar, menyatakan bahwa hubungan antara Sarjan dan Ade lebih didasari kepercayaan pribadi dibanding kepentingan proyek pemerintah.

Menurutnya, Sarjan memandang Ade dan keluarganya sebagai pengusaha yang memiliki kemampuan finansial sehingga bersedia memberikan pinjaman.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suara dari Jalanan: Petugas Kebersihan Kabupaten Bekasi Berharap Kesejahteraan Ditingkatkan

    Suara dari Jalanan: Petugas Kebersihan Kabupaten Bekasi Berharap Kesejahteraan Ditingkatkan

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Cahyadi Rangga masyarakat Kabupaten Bekasi dan juga merupakan salah satu Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, mengungkapkan harapannya agar pemerintahan yang baru lebih memperhatikan kondisi para pekerja lapangan. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, S.H dan dr. Asep Surya Atmaja, seraya berharap […]

  • PLN Matikan 280 Gardu di Kabupaten Bekasi Akibat Banjir, Ribuan Pelanggan Terdampak

    PLN Matikan 280 Gardu di Kabupaten Bekasi Akibat Banjir, Ribuan Pelanggan Terdampak

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi memaksa PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikarang untuk menghentikan sementara aliran listrik di 280 gardu distribusi. Langkah ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga dari potensi bahaya kelistrikan akibat genangan air. Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan pengamanan untuk memastikan kelistrikan […]

  • Ilustrasi desain iPhone Fold yang disebut menyerupai iPad Mini saat dibuka.

    Bocoran iPhone Fold Muncul, Desain Mirip Tablet Mini dengan Kamera Besar

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Bocoran terkait ponsel lipat pertama milik Apple Inc. mulai bermunculan ke publik. Perangkat yang disebut sebagai iPhone Fold atau iPhone Ultra itu kini tampil melalui video hands-on berbasis unit dummy. Dari bocoran tersebut, desain perangkat terlihat cukup berbeda dibanding lini iPhone sebelumnya. Saat dalam kondisi terlipat, ketebalannya diperkirakan mencapai sekitar 11 mm. […]

  • Akses Jembatan Imah Buruh kembali dibuka secara terbatas.

    Jembatan Cikarang Imah Buruh Dibuka Terbatas, Jalur Motor Jadi Solusi Darurat Atasi Macet

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG — Jembatan Cikarang Imah Buruh yang sempat ditutup total akhirnya kembali dibuka secara terbatas pada Senin pagi (15/12/2025). Pembukaan ini dilakukan menyusul kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah ruas jalan kawasan industri, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di akses menuju dan keluar kawasan industri […]

  • Bus Pariwisata Ngacir Usai Serempet Motor di Cikarang, Sopir Kabur Tinggalkan Kendaraan

    Bus Pariwisata Ngacir Usai Serempet Motor di Cikarang, Sopir Kabur Tinggalkan Kendaraan

    • calendar_month Sel, 15 Apr 2025
    • account_circle Info Cikarang
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Sebuah bus pariwisata bikin geger warga di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, pada Senin (14 April 2025). Bus dengan nomor 84 XM itu diduga terlibat tabrak lari setelah menyenggol seorang pengendara motor, lalu malah kabur tancap gas. Kronologinya, menurut keterangan warga yang melihat kejadian, bus sempat menyerempet motor. Tapi alih-alih berhenti dan […]

  • Banjir di Perumahan Green Lavender Bekasi Utara masih berdampak pada 462 KK, termasuk anak-anak dan lansia, hingga kini.

    Banjir Landa Perumahan Green Lavender Bekasi Utara, Ratusan Warga Masih Mengungsi

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    INFO CIKARANG – Warga Perumahan Green Lavender, Bekasi Utara, Desa Suka Mekar, Kabupaten Bekasi, hingga kini masih terdampak banjir yang melanda kawasan mereka sejak 19 Januari 2026. Berdasarkan informasi dari Ketua RT 02, Hendro Fernando, sekitar 462 kepala keluarga, termasuk 158 anak-anak dan 14 lansia, saat ini masih mengungsi baik secara individual maupun kolektif. “Banjir […]

expand_less