Simak Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat untuk Hindari Kemacetan
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kendaraan pemudik melintas di jalur alternatif Sumedang–Garut melalui kawasan Wado saat arus mudik Lebaran di Jawa Barat.
INFO CIKARANG – Menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 17 jalur alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalur utama non-tol.
Rute alternatif tersebut disiapkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat sebagai langkah untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar, mengatakan beberapa jalur utama di wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan selama musim mudik tahun ini.
Sejumlah titik rawan kemacetan diperkirakan terjadi di beberapa kawasan, seperti Simpang Jomin – Simpang Mutiara – Cikopo, jalur Ciawi – Cibadak – Sukabumi, hingga kawasan Limbangan – Malangbong – Gentong.
Selain itu, jalur wisata Ciawi – Simpang Gadog – Puncak juga diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan karena bercampurnya arus mudik dengan wisatawan.
Untuk mengurai kepadatan, kepolisian kemungkinan akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil genap hingga one way di beberapa ruas jalan tertentu.
Penertiban Parkir Liar dan Pembatasan Truk
Selain menyiapkan jalur alternatif, pemerintah daerah juga akan melakukan berbagai langkah pengaturan lalu lintas.
Beberapa di antaranya adalah:
penertiban parkir liar di badan jalan
penataan pedagang kaki lima di jalur padat
pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas pada waktu tertentu
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan lalu lintas selama arus mudik berlangsung.
17 Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat
Untuk membantu pemudik menghindari kemacetan, Dishub Jabar merekomendasikan sejumlah rute alternatif yang tersebar di wilayah utara, tengah, dan selatan.
Jalur Alternatif Wilayah Utara Jawa Barat
1. Sukamandi – Kalijati (22 km)
2. Pamanukan – Subang (31 km)
3. Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 km)
4. Haurgeulis – Patrol (19 km)
5. Cikamurang – Jangga (35 km)
6. Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 km)
7. Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 km)
8. Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 km)
Jalur Alternatif Wilayah Tengah Jawa Barat
1. Subang – Lembang – Bandung (41 km)
2. Sumedang – Jalan Cagak – Wanayasa – Purwakarta (85 km)
3. Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 km)
4. Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 km)
Jalur Alternatif Wilayah Selatan Jawa Barat
1. Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung (78 km)
2. Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 km)
3. Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 km)
4. Malangbong – Wado (15 km)
5. Parakan Muncang – Warung Simpang (9 km)
Selain menyediakan jalur alternatif tersebut, pemerintah juga berencana menutup sejumlah putaran balik (u-turn) di jalur padat serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menghambat arus kendaraan.
Langkah ini dilakukan agar arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi para pemudik.
- Penulis: Tekad Triyanto


Saat ini belum ada komentar