Banjir Rendam Lebih dari 2.000 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Bekasi
- account_circle Tekad Triyanto
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar

BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 2.087 hektare lahan pertanian terdampak banjir.
INFO CIKARANG – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1/2026) dini hari tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian terendam air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, total lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai sekitar 2.087 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan genangan air yang berlangsung selama beberapa hari berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada tanaman pertanian, khususnya padi yang sedang berada dalam masa tanam maupun menjelang panen.
“Sebagian besar lahan yang terendam berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Kalau air tidak cepat surut, risiko gagal panen atau puso sangat besar,” ujar Dodi, dikutip Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, lahan pertanian yang terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, hingga Karang Bahagia.
Selain merusak tanaman, banjir juga menghambat aktivitas para petani. Akses menuju area persawahan terputus, saluran irigasi meluap, dan berbagai sarana produksi pertanian ikut terendam air.
“Petani terpaksa menunda pemupukan, penyiangan, bahkan panen. Dampaknya bukan hanya sekarang, tapi bisa berlanjut ke musim tanam berikutnya karena petani kehilangan modal. Ini juga bisa berpengaruh terhadap ketersediaan beras di tingkat lokal,” jelas Dodi.
Untuk meminimalisasi dampak lanjutan, BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta pemerintah kecamatan guna melakukan pendataan lanjutan terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir.
Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan langkah pemulihan pascabanjir.
“Pendataan ini penting agar bantuan dan program pemulihan, seperti pemberian benih atau pupuk, bisa tepat sasaran dan benar-benar membantu petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui rapat kerja bersama Dinas Pertanian dalam waktu dekat.
“Masalah ini akan kami bahas dalam rapat kerja pekan depan dengan Dinas Pertanian, supaya ada langkah konkret untuk melindungi petani yang terdampak banjir,” kata Ani.
- Penulis: Tekad Triyanto



Saat ini belum ada komentar